Salah satu pelanggan Difa City Tour, Fikri Thalib mengaku awalnya ragu menggunakan Difa City Tour sebagai pilihan bertransportasi di Yogyakarta. Sebab, ia juga seorang tuna daksa. “Awalnya saya khawatir juga karena badan saya ini besar,” katanya.
Tapi keraguan ini ditepis oleh pengemudi Difa City Tour yang mengaku sebagai atlet olahraga dari kelompok difabel. “Jadi ketika naik, drivernya langsung bantu mengangkat saya. Kata drivernya, saya biasa mengangkat 300 kilogram, apa lagi hanya 80 kilogram,” cerita Fikri.