Gatot: Tak Berpolitik Praktis hingga Pensiun

Mata Najwa menemui kelompok Selendang Putih Nusantara yang mendeklarasikan diri sebagai relawan Gatot Nurmantyo. Namun Gatot mengaku tak mengenal Selendang Putih Nusantara, "Mereka hebat, mereka bergerak tanpa mengenal saya. Saya bangga dengan mereka."

Gatot tidak keberatan dengan keberadaan relawan tersebut, bahkan saat Mata Najwa menyampaikan relawan sudah menemui partai politik, "Politik itu cair, jadi silakan saja."

"Saya masih prajurit, 2 minggu lagi kita lihat nanti!" tegas Gatot

"Itu sudah kode-kode keras" jawab Mata Najwa.

Mata Najwa menanyakan pendapat Gatot soal Jokowi dan Prabowo, namun Gatot bersikeras tidak akan berpolitik praktis hingga ia pensiun 2 minggu lagi.

Menutup Mata Najwa "Siapa Berani Jadi Presiden", inilah Catatan Najwa.

Presiden bisa mensosialisasikan diri kapan saja, keliling Indonesia sambil bekerja di mana-mana. Wajar jika tak mudah mengalahkan petahana, penguasa punya akses ke berbagai sumber daya. Namun politik tidak sesederhana menghitung angka, satu tambah satu bisa saja menjadi tiga. Langkah-langkah strategis masih banyak disimpan, menunggu untuk dibuka di akhir tikungan. Segala kemungkinan masih terbuka, entah berupa blunder petahana, hingga munculnya poros ketiga. Inilah nikmatnya hidup di alam demokrasi, berbagai manuver tak bisa dijegal sekehendak hati. Biarkan seluruh rakyat menyimak lebih dulu, mendengar ragam visi dan ide tanpa pandang bulu. Mesti ada ruang bagi sebanyak mungkin kandidat, partai jangan lekas-lekas menutup tenggat. Rakyat berhak disodori sebanyak mungkin pilihan, Pemilu bukan untuk mengulang perseteruan sampai bosan.

KOMENTAR

SELANJUTNYA

TERPOPULER