Gubernur: Orang Papua Belum Diindonesiakan dengan Baik

Lenis Kogoya, Staf Khusus Presiden Kelompok Kerja Papua menjelaskan, selama dirinya berada di Pulau Jawa sangat jarang sekali mengalami atau mendengar makian rasis terhadap dirinya maupun masyarakat Papua secara umum. “Ini kami juga sama-sama anak bangsa, yang membedakan hanya warna kulit saja. Kita ini negara hukum, siapa pun yang bersalah ya harus proses. Tapi ya sudah, saya mengikuti presiden, kita saling memaafkan saja. Kepala daerah di Jatim juga sudah minta maaf dan Presiden Jokowi akan ke Papua,” kata Lenis.

Yusuf Sawaki, akademisi dari Universitas Papua mengatakan keinginan berdamai tentu diinginkan oleh semua pihak. Namun, kata Yusuf, pemaafan dengan jalannya proses hukum merupakan sikap yang berbeda. “Kami berkali-kali mendapat pernyataan rasis. Saya pikir, semua bisa saling memaafkan. Tapi hukum tetap harus berjalan bagi orang-orang rasis. Ini sebagai bukti negara hadir dan memberikan keamanan bagi seluruh warga negaranya,” jelas Yusuf.

Gubernur Papua Lukas Enembe menegaskan dirinya sangat kecewa dengan sikap masyarakat di luar Papua. Pasalnya, selama 74 tahun Indonesia merdeka, sikap rasis terhadap orang Papua belum juga berubah. “Ini sama seperti era kolonial. Apa bedanya? Ini sama saja kolonialisme. 74 tahun merdeka, orang Papua masih juga belum di-Indonesiakan secara baik. Bagaimana bisa hadir rasa ke-Indonesiaan di hati orang Papua. Makanya saya sempat bilang, saya lepas tangan kalau masyarakat Papua menuntut merdeka,” tegas Enembe.

KOMENTAR

SELANJUTNYA

TERPOPULER