Mama-mama Pendekar Terang Nyalakan Desa

Selama 6 bulan mama-mama asal NTT ikut pelatihan merakit listrik tenaga surya di India. Mereka difasilitasi Yayasan Wadah Titian Harapan serta Barefoot College, sebuah lembaga nirlaba asal India yang fokus pada pemberdayaan masyarakat.

Setelah pulang dari pelatihan, delapan mama asal NTT ini kemudian menyebarkan ilmunya kembali kepada masyarakat. Menyusun sirkuit-sirkuit listrik mulai dari 0 sampai menjadi rangkaian listrik.

“Kalau ada yang butuh perbaikan, biasanya mereka langsung panggil saya. Sekarang sudah ada 114 nelayan di kampung saya yang pakai lampu petromaks tenaga surya,” kata Rasmi, salah satu mama asal Maumere, NTT yang ikut serta dalam pelatihan di India.

Najwa Shihab bertanya, “Kenapa yang dikirim ke India justru ibu-ibu yang senior bukan anak muda?”

Direktur Eksekutif Yayasan Titian Harapan, Retnaning Tyas mengatakan, itu merupakan pengalaman dari Barefoot College. “Awalnya yang dikirim anak-anak muda. Ternyata ketika selesai, mereka tak kembali ke negaranya, tapi mereka pergi menjual ilmu yang sudah didapat. Oleh sebab itu, Barefoot College memutuskan mama-mama yang akan dilatih. Karena kalau mama-mama itu akan ingat dan pulang ke keluarganya, dan akan membangun desanya,” katanya.

Retnaning Tyas menggambarkan Desa Koa, kampung halaman dari Dominggas De Jesus. Desa Koa selama ini belum tersentuh oleh listrik karena wilayahnya terisolir. Setelah Dominggas kembali ke kampung halamannya, desanya menjadi terang di malam hari.

“Ada juga cerita di daerah Maumere, di Pomat.  Ada seorang bapak umur 80 tahun, dia bersujud dan bersyukur karena baru pertama kali melihat listrik seumur hidupnya. Sekarang itu anak-anak punya prestasi, ibu-ibu bisa menenun dengan waktu yang Panjang, bapak-bapak bisa berdiskusi pada malam hari. Karena biasanya setelah jam 5, sudah suasana gelap, mereka sudah masuk rumah. Selain itu, KB (program Keluarga Berencana-red) lebih berhasil,” kata Retnaning Tyas.

KOMENTAR

SELANJUTNYA

TERPOPULER