Narasi Classroom: Dandhy Laksono, Founder Watchdoc

Sejumlah karya dokumenter menjadi katalis perubahan sosial karena mampu merekam ragam masalah sosio-politik dan lingkungan yang membangkitkan kesadaran publik bahkan mengundang respon pemerintah.

Ide cerita yang berangkat dari permasalahan tertentu penting untuk dapat diramu dengan baik. Sehingga tidak hanya penonton dapat memahami pesan yang ingin disampaikan, namun juga memiliki ikatan intelektual dan emosional dengan film tersebut. 

Kamu bisa mendapatkan gambaran untuk menemukan ide cerita, menentukan premis, dan mengonstruksinya untuk menyusun cerita yang kuat bersama sang ahli, Dandhy Laksono, Founder Watchdoc, yang telah aktif terlibat dalam sejumlah pembuatan film dokumenter. 

Dandhy Dwi Laksono adalah seorang jurnalis, videografer, dan founder dari Watchdoc Production House. Sejak tahun 2009, Dandhy aktif terlibat dalam pembuatan film dokumenter seperti "Rayuan Pulau Palsu", "Jakarta Unfair", "Asimetris", "Pulau Plastik", dan "Sexy Killers". Dandhy juga aktif menulis dan telah menerbitkan sejumlah buku, di antaranya "Indonesia for Sale" dan Jurnalisme Investigasi". Sepanjang kariernya, Dandhy telah meraih sejumlah penghargaan People Choice Award for “Alkinemokiye”, Screen Below the Wind, Southeast Asia Documentary Festival 2012, dan Juara 1 British Council Broadcast Competition: “Ranger di Tepian Leuser”.

Kelas dari para speakers workshop bisa kamu akses gratis di www.narasi.tv pilih section 'Explore' lalu klik 'Classroom'.

KOMENTAR

SELANJUTNYA

TERPOPULER