Gibran Tanggapi Isu Ijazah Palsu Saat Menghadiri Perayaan 13 Tahun Mata Najwa

19 November 2023 21:11 WIB

Narasi TV

Arsip foto Gibran Rakabuming Raka ketika lulus dari universitasnya. (Sumber: Dok. Tim Kampanye Gibran)

Penulis: Jay Akbar

Editor: Rizal Amril

Gibran Rakabuming Raka menjadi salah satu narasumber acara Perayaan 13 Tahun Mata Najwa: Bergerak, Bergerak, Berdampak yang dipandu jurnalis dan pendiri Narasi Najwa Shihab. 

Dalam momen ini, Najwa bertanya ke Gibran apa yang ia lakukan 13 tahun lalu sebagaimana peringatan ulang tahun Mata Najwa ke-13.

Gibran lalu diperlihatkan foto 13 tahun lalu saat ia diwisuda. Gibran lalu membahas tentang isu yang beredar mengenai fotonya dan tuduhan ijazah palsu.

Gibran menyatakan bahwa saat itu ia baru saja lulus dari sebuah institusi pendidikan di Singapura. Ia kemudian mengundang media untuk memverifikasi ijazahnya secara langsung. 

"Enggak apa-apa, besok teman-teman media seperti biasa, jam 7 pagi di Balai Kota. Entar saya bawa ijazah saya, ya. Dicek aja, asli atau palsu. Kalau enggak percaya nanti saya pesenin tiket ke Singapur datangin ke sekolahnya," ujar Gibran di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Minggu (19/11/2023).

Gibran juga mengungkapkan perasaannya tentang perjalanan hidupnya selama 13 tahun terakhir. 

Dia mengaku tidak pernah membayangkan akan mencapai titik saat ini dalam karirnya. 

"13 tahun yang lalu, enggak nyangka bisa sampai di titik ini," kata Gibran. 

Ia mengingat bagaimana awalnya ia diundang ke Mata Najwa tanpa memiliki jabatan politik, dan sekarang dapat duduk bersama tokoh-tokoh penting seperti Prof. Mahfud dan Gus Muhaimin.

Wawancara ini memberikan gambaran tentang bagaimana Gibran Rakabuming Raka menghadapi tantangan dan isu yang muncul dalam karier politiknya, serta menunjukkan keberaniannya dalam menghadapi tuduhan dengan transparansi. 

Acara ulang tahun Mata Najwa ini tidak hanya menjadi ajang diskusi politik, tetapi juga refleksi atas perjalanan pribadi para tokoh yang diundang termasuk seluruh capres cawapres seperti Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Prabowo Subianto-Gibran, dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR