Dalam rangkaian perayaan ulang tahun ke-13 Mata Najwa yang bertema "Bergerak, Bergerak, Berdampak" di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki, penyanyi Andien Aisyah menonjolkan pentingnya gerakan sustainable fashion.
Andien, yang telah mendirikan “Setali Indonesia,” organisasi yang berfokus pada decluttering dan thrifting, berbagi pandangannya tentang dampak industri fesyen terhadap lingkungan.
Andien menyoroti bahwa limbah fesyen adalah penyumbang limbah nomor dua di dunia. "Ternyata baju-baju yang kita pakai, limbah fashion yang kita pakai menyumbang limbah nomor 2 di dunia," ucap Andien, Minggu (19/11/2023).
Ini menjadi pendorong bagi dirinya dan partner-nya untuk mendirikan Setali Indonesia yang berfokus pada fashion sustainability.
Sebagai figur publik, Andien merasa memiliki tanggung jawab moral untuk mempromosikan gaya hidup berkelanjutan. "Aku sebagai publik figur punya tanggung jawab moral karena orang akan sering melihat aku dan bikin orang 'oh aku ingin deh pakai baju kayak gitu'," tuturnya.
Lebih lanjut, Andien mengungkapkan keprihatinannya terhadap limbah tekstil.
"Ada banyak sekali itu kain-kain perca yang masuk ke landfill dengan begitu cepat dan itu sulit sekali untuk diurai," katanya.
Melalui Setali Indonesia, dia dan timnya berusaha mengubah limbah-limbah fashion menjadi karya baru, memberikan kehidupan baru untuk bahan dan tekstil bekas.
Perayaan ulang tahun Mata Najwa ini tidak hanya menjadi ajang refleksi atas kontribusi program tersebut dalam jurnalisme, tetapi juga sebagai platform untuk mengedukasi publik tentang isu-isu lingkungan dan keberlanjutan, khususnya dalam industri fashion.
