Tanggapan Anies, Ganjar, dan Prabowo tentang Isu Minimnya Keterwakilan Perempuan di Pilpres 2024

19 November 2023 23:11 WIB

Narasi TV

Dari kiri ke kanan: pasangan cawapres-capres Muhaimin Iskandar-Anies Baswedan, Gibran Rakabuming-Prabowo Subianto, Mahfud MD-Ganjar Pranowo dalam acara perayaan ulang tahun "Mata Najwa" ke-13, Minggu (19/11/2023). Narasi/Indra Dwi

Penulis: Jay Akbar

Editor: Rizal Amril

Jurnalis dan pendiri Narasi Najwa Shihab bertanya ke Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, dan Prabowo Subianto, soal tidak adanya keterwakilan perempuan dalam pasangan capres-cawapres di Pilpres 2024. 


Pertanyaan ini diajukan dalam program "13 Tahun Mata Najwa: Bergerak, Bergerak, Berdampak" di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Minggu (19/11/2023).


Menjawab pertanyaan tersebut Ganjar Pranowo menekankan pentingnya affirmative action untuk kelompok perempuan, disabilitas, dan anak-anak. 


Ia memberi contoh bagaimana ia melibatkan perempuan dalam timnya, termasuk Karina, yang dia tawarkan menjadi juru bicaranya. Ganjar menganggap perempuan memiliki peran penting dalam isu-isu seperti stunting dan pendidikan.


“Apakah kita maskulin? Tidak juga,” kata Ganjar. 


Anies Baswedan menekankan bahwa peran perempuan dalam politik bukan hanya tentang pekerjaan yang dilakukan, tetapi juga tentang komitmen terhadap pemberdayaan. 


Di Universitas Paramadina, ia menyebut mayoritas direktur adalah perempuan. Selama pandemi COVID-19 di Jakarta, perempuan juga memimpin sebagian besar upaya penanganan.


“Ketika bicara peran perempuan bukan soal apa yang kita kerjakan. Masing-masing kita lihat komitmen," ujar Anies.

Prabowo Subianto mengakui bahwa perempuan jarang terlihat di tingkat tertinggi politik seperti capres dan cawapres.

Ia menekankan bahwa politik Indonesia saat ini sangat bergantung pada partai politik.

Prabowo menghargai kontribusi perempuan dalam berbagai posisi strategis, termasuk di kabinet seperti Menlu Retno Marsudi. Ia optimis tentang kemunculan perempuan berprestasi di masa depan, baik dalam politik maupun di dunia akademik.


“Kita tahu sekarang sebenarnya peran perempuan sudah cukup menonjol. Di kabinet, posisi strategis diisi perempuan. Menlu ada Bu Retno, salah satu menteri terhebat dalam sejarah bangsa Indonesia. Perempuan dijuluki 'the iron lady', kadang lebih galak dari Menhan. Kita lihat, beberapa gubernur kita juga perempuan, Ibu Khofifah. Realita politik kita bahwa perempuan belum sampai ada yang menguasai partai, kecuali Ibu Megawati yang masih memimpin,” ujar Prabowo.

Pendiri Narasi dan jurnalis Najwa Shihab dalam pembukaan acara mengajak semua orang untuk berani bergerak dan membuat perubahan. 

“Tidak ada waktu yang sempurna untuk bergerak,” ujarnya, menekankan pentingnya mengambil tindakan meski dihadapkan pada ketidakpastian dan tantangan.

Najwa juga membahas tantangan yang sering muncul saat seseorang mulai beraksi. 

“Situasi hanya memburuk bagi mereka yang hanya mengutuk,” katanya, menggarisbawahi pentingnya aksi nyata dibandingkan sekadar kritik. 

Dia menambahkan, “Kesediaan untuk bergerak karena problemnya ada dua, satu kita bingung mulai dari mana. Kedua, ketika kita sudah mulai menunjukkan arah, kadang kita lihat kok tidak ada perbedaan ya?”

Lebih lanjut, Najwa membahas tentang rasa putus asa yang sering muncul ketika upaya yang dilakukan tampak sia-sia. 

“Sehingga kita putus asa dan berpikir ya sudah, biarkan orang lain saja yang mengerjakan. Selalu ada pikiran itu,” ucapnya. 

Namun, ia mengajak hadirin untuk tetap bertahan dan bergerak dengan semangat “Tan Malaka, terbentur, terbentur, terbentuk.”

Acara ini juga diisi dengan diskusi panel, workshop, dan pertunjukan seni yang semuanya bertujuan untuk menginspirasi dan memotivasi peserta untuk bergerak dan membuat dampak yang positif dalam kehidupan sehari-hari.

Perayaan ulang tahun Mata Najwa ini tidak hanya menjadi momen refleksi dari sebuah program televisi yang telah memberikan banyak wawasan, tetapi juga sebagai platform untuk mendorong lebih banyak lagi aksi nyata dan perubahan positif di masyarakat.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR