Advertisement

4 Cara Menghindari Maag Kambuh Saat Puasa Agar Ibadah Lancar

04 March 2025 16:53 WIB

thumbnail-article

Freepik/jcomp .

Penulis: Nuha Khairunnisa

Editor: Nuha Khairunnisa

Puasa dapat menjadi tantangan tersendiri bagi seseorang dengan riwayat penyakit maag. Ketika berpuasa, perubahan pola makan dan waktu makan yang drastis dapat menyebabkan peningkatan produksi asam lambung. Tanpa adanya makanan dalam perut untuk menetralkan asam tersebut, risiko kambuhnya maag pun meningkat.

Selain itu, berada dalam keadaan lapar untuk waktu yang lama membuat lambung menjadi lebih sensitif, sehingga gejala maag seperti nyeri ulu hati, kembung, dan mual dapat muncul.

Beberapa langkah strategis dapat diambil untuk menghindari kambuhnya maag saat puasa. Dengan mencari tahu apa yang bisa membantu menjaga keseimbangan lambung, penderita maag dapat menjalani ibadah puasa dengan lebih nyaman. Kunci utama adalah memperhatikan pola makan saat sahur dan berbuka serta memilih jenis makanan yang tepat.

Berikut sejumlah tips untuk mencegah peningkatan asam lambung saat berpuasa bagi penderita maag.

1. Wajib sahur

Sahur sangat penting bagi penderita maag. Melewatkan sahur bisa menyebabkan lambung kosong lebih lama, yang berpotensi meningkatkan asam lambung. Mengingat bahwa selama puasa organ pencernaan harus beradaptasi, makan sahur menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas.

Saat sahur, dianjurkan untuk memilih makanan yang tepat seperti karbohidrat kompleks dan makanan berserat. Nasi merah, kentang, dan oatmeal dapat menjadi pilihan yang baik, karena dapat memberikan energi lebih lama dan membantu merasa kenyang hingga waktu berbuka.

Disarankan untuk makan sahur dekat dengan waktu imsak, sehingga tubuh masih memiliki waktu untuk mencerna sebelum puasa dimulai. Mengatur waktu sahur dengan baik dapat membantu mengurangi rasa lapar di siang hari dan mengendalikan produksi asam lambung.

2. Berbuka puasa dengan benar

Berbuka puasa sebaiknya dilakukan tepat waktu. Hindari menunda waktu berbuka, karena perut yang kosong lebih lama dapat menyebabkan maag kambuh. Juga, makan dengan terburu-buru dapat memberatkan lambung.

Mulailah berbuka dengan segelas air putih dan makanan ringan seperti kurma. Setelah itu, barulah konsumsi makanan berat yang mengandung nutrisi seimbang. Menghindari makanan berlemak dan terlalu pedas sangat dianjurkan.

Dengan tidak mengabaikan waktu berbuka, makanan akan menetralkan asam lambung yang meningkat selama berpuasa. Ini dapat membantu mencegah gejala maag muncul di saat yang tidak diinginkan.

3. Menghindari makanan pemicu maag

Saat berpuasa, sangat penting untuk menghindari makanan yang dapat memicu kambuhnya maag, seperti makanan pedas, berlemak, dan minuman bersoda. Kafein dalam kopi dan teh juga sebaiknya dihindari, karena bisa meningkatkan produksi asam lambung.

Pilihlah makanan yang mudah dicerna dan tidak menyebabkan iritasi pada lambung. Sayuran, buah tanpa asam, serta protein rendah lemak bisa menjadi pilihan yang lebih aman dan menyehatkan.

Mengatur porsi makan sangat penting. Makan dalam porsi kecil tetapi sering, baik saat berbuka maupun sahur, dapat membantu mencegah lambung merasa terlalu penuh sekaligus menghindari meningkatnya asam lambung.

4. Aturan tidur setelah makan

Tidur segera setelah makan sahur atau berbuka dapat memicu naiknya asam lambung, karena posisi berbaring memudahkan asam untuk naik ke kerongkongan. Hal ini bisa menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan yang cukup mengganggu.

Sebaiknya diberi jeda setidaknya 2-3 jam setelah makan sebelum tidur. Jeda waktu ini memungkinkan proses pencernaan berlangsung lebih baik, sehingga mengurangi risiko refluks asam.

Buatlah rutinitas tidur yang teratur agar tidak langsung tidur setelah makan. Menghindari makan berat dekat dengan waktu tidur dapat membantu menjaga kesehatan lambung.

Dengan menerapkan semua tips tersebut, diharapkan pengidap maag dapat menjalani puasa dengan lebih nyaman dan lancar.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement