5 Makanan Khas Imlek Berikut Dengan Maknanya

17 Januari 2023 13:01 WIB

Narasi TV

Ilustrasi pangsit sebagai makanan khas Imlek. (Sumber: Freepik).

Penulis: Elok Nuri

Editor: Rizal Amril

Hari raya Imlek merupakan perayaan yang sangat dinantikan oleh masyarakat Tionghoa. Perayaan yang identik dengan warna merah dan lampion ini ternyata memiliki makanan khas yang mengandung makna tersendiri, loh.

Mengutip laman China Highlights, makanan khas Imlek memiliki makna keberuntungan, hal tersebut ditunjukkan dengan penampilan, pengucapan nama, serta penyajian makanannya.

Makanan-makanan ini akan disajikan dalam 16 hari perayaan Imlek hingga Cap Go Meh, terutama dalam perjamuan makan malam dengan keluarga.

Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut lima makanan yang biasanya menghiasi meja makan saat perayaan tahun baru Imlek.

1. Mie panjang umur (siu mie)

Hidangan pertama dalam perayaan Imlek adalah mie panjang umur. Mie ini dilambangakan sebagai pengharapan diberikan umur panjang oleh Tuhan.

Cara memasak siu mie atau mie panjang umur tidak jauh berbeda dengan mie goreng lainnya, yaitu ditumis dengan sedikit minyak agar tidak menggumpal.

Hanya saja saat memasak, menyajikan, dan memakannya, mie ini tidak boleh terputus. Tidak terputusnya mie ketika memasak dan memakannya merupakan perlambang agar diberikan umur dan rejeki yang lancar sepanjang tahun.

2. Pangsit (jiaozi)

Makanan khas Imlek yang selalu ada di meja makan selanjutnya adalah jiaozi atau pangsit. 

Adonan pangsit tipis dan elastis yang umumnya diisi dengan daging cincang dan sayuran cincang halus ini memiliki makna keberuntungan agar rezeki dan keberuntungan terlimpahkan dalam keluarga.

Jiaozi atau pangsit sangat populer di Tiongkok, terutama di Tiongkok Utara. Bahkan bentuknya pun mirip dengan uang Tiongkok kuno yang berbentuk perahu dan lonjong dengan kedua ujungnya yang dinaikkan.

Ada pula yang mempercayai semakin banyak memakan pangsit maka semakin banyak pula uang yang dapat kamu hasilkan di Tahun Baru.

3. Kue keranjang (nian gao)

Kue keranjang atau nian gao juga menjadi salah satu makanan yang wajib saat perayaan Imlek. Biasanya disajikan saat sembahyang dan jamuan makan.

Kue ini berbentuk bulat dan berwarna coklat gelap mirip kue dodol, biasanya dicetak menggunakan wadah berbentuk keranjang, bentuk ini memiliki makna kerukunan keluarga selama setahun.

Sementara untuk penyajiannya kue keranjang akan disusun di atas tampan besar atau mangkok. 

Penyajian ini bermakna bahwa kita sudah siap menerima kesejahteraan di masa mendatang.

4. Lumpia

Makanan dengan isian jamur hitam, taoge, daging babi, udang, sampai kucai ini menjadi hidangan yang cukup populer untuk perayaan tahun baru Imlek. 

Terutama di China Timur, lumpia tidak hanya dimakan ketika tahun baru Imlek, tetapi juga dimakan selama Festival Musim Semi.

Warnanya yang kuning keemasan kerap diibaratkan seperti emas yang memiliki makna kekayaan dan kemakmuran. 

Cara terbaik mengkonsumsi kudapan satu ini adalah dengan mencelupkan lumpia ke dalam kuah yang berisi saus tiram, arak beras, kecap asin, dan minyak wijen. 

5. Ikan

Makanan khas Imlek selanjutnya adalah ikan. Dalam adat Tionghoa, kata “ikan” dalam bahasa Tiongkok memiliki kesamaan bunyi dengan “yu” yang berarti rezeki.

Biasanya ikan yang disajikan adalah ikan bandeng, namun sekarang disesuaikan dengan selera keluarga yang merayakan Imlek.

Selain kemiripan bunyi dengan rezeki, ikan juga memiliki makna yang dalam bagi masyarakat Tionghoa. 

Duri yang terdapat didalam ikan diartikan sebagai rintangan dalam hidup yang harus disikapi dengan sabar dan juga pantang menyerah.

Penyajian ikan dalam perayaan Imlek pun cukup unik, kepala ikan harus diarahkan ke anggota keluarga yang paling dihormati dan semua anggota keluarga baru bisa makan setelah orang yang dituakan tersebut makan.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR