Bosen sama pelajaran sejarah yang gitu-gitu aja? Pengen belajar sejarah Indonesia tapi yang lebih seru dan nggak ngebosenin?
Nah, daripada ngapalin buku paket yang tebelnya minta ampun, mending coba baca buku-buku sejarah ini deh!
Dijamin, wawasan kamu tentang Indonesia bakal nambah, plus kamu jadi makin cinta sama tanah air.
1. Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer
Bumi Manusia adalah salah satu rekomendasi buku sejarah Indonesia yang wajib Anda baca. Karya legendaris Pramoedya Ananta Toer ini menceritakan kehidupan bangsa Indonesia pada periode 1898 sampai 1918, masa berkembangnya Politik Etis dan awal Kebangkitan Nasional.
Novel ini menghadirkan gambaran hidup yang mendalam tentang kondisi sosial Indonesia di era kolonialisme Belanda.
Melalui tokoh utama Minke, Pramoedya mengungkap penderitaan dan ketidakadilan yang dialami pribumi. Cerita berpusat pada perjuangan Minke, seorang siswa HBS (sekolah Belanda), melawan aturan yang menindas kaum pribumi.
2. Laut Bercerita karya Leila S. Chudori
Laut Bercerita adalah rekomendasi buku sejarah Indonesia yang wajib Anda baca. Novel karya Leila S. Chudori ini mengangkat tema yang kuat tentang perjuangan aktivis mahasiswa di masa Orde Baru.
Diterbitkan pada tahun 2017, buku ini menghadirkan gambaran mendalam tentang peristiwa kelam yang terjadi di Indonesia pada tahun 1990-an.
Cerita dalam novel ini terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama mengisahkan Biru Laut, seorang mahasiswa Sastra Inggris di Universitas Gadjah Mada yang terlibat dalam gerakan aktivis.
Laut dan kawan-kawannya menentang kesewenang-wenangan pemerintah yang berkuasa, tetapi dihadapkan pada tindakan represif yang kejam.
3. Anak Semua Bangsa karya Pramoedya Ananta Toer
Anak Semua Bangsa adalah rekomendasi buku sejarah Indonesia yang wajib Anda baca. Novel ini merupakan karya kedua dari tetralogi Buru yang ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer.
Diterbitkan pada tahun 1980 oleh Hasta Mitra, buku ini memiliki 353 halaman yang terbagi dalam 18 bagian.
Cerita dalam novel ini berlanjut dari Bumi Manusia, mengisahkan perjalanan Minke setelah kematian istrinya, Annelies. Peristiwa ini menjadi titik balik bagi Minke, yang mulai menyadari realitas kehidupan di sekitarnya. Ia tidak lagi hanya berorientasi pada pola pikir Belanda, tetapi mulai memahami kondisi bangsanya sendiri.
Anak Semua Bangsa mengangkat isu-isu penting seperti kolonialisme, kapitalisme, dan feodalisme. Pramoedya dengan piawai menggambarkan tumbuhnya benih-benih kesadaran kebangsaan di kalangan kaum terpelajar pribumi.
4. Pulang karya Leila S. Chudori
Pulang karya Leila S. Chudori adalah salah satu rekomendasi buku sejarah Indonesia yang patut Anda baca. Novel ini diterbitkan oleh Kepustakaan Populer Gramedia pada Desember 2012 dan terdiri dari 474 halaman.
Mengusung tema sejarah dan politik dalam bentuk fiksi, novel Pulang meraih prestasi dengan terpilih sebagai finalis 10 besar dalam ajang Khatulistiwa Literary Award (KLA) 2013 kategori Prosa.
Buku ini mengisahkan perjalanan empat orang buangan politik akibat peristiwa 30 September 1965. Empat orang tersebut ialah Dimas Suryo, Nugroho Dewantoro, Risjaf, serta Tjahjadi Sukarna yang juga dikenal sebagai Tjai Sin Soe.
Keempat tokoh ini terpaksa hidup sebagai eksil politik di Paris karena kondisi politik Indonesia yang tidak memungkinkan mereka untuk kembali.
5. Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari
Ronggeng Dukuh Paruk adalah salah satu rekomendasi buku sejarah Indonesia yang wajib Anda baca. Novel karya Ahmad Tohari ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1982 dan telah menjadi salah satu karya sastra Indonesia yang paling berpengaruh.
Buku ini mengisahkan kehidupan di Dukuh Paruk, sebuah desa terpencil yang miskin dan terbelakang, dengan fokus pada tradisi ronggeng yang menjadi kebanggaan warga setempat.
Cerita berpusat pada Srintil, seorang gadis yatim piatu yang menjadi ronggeng di desanya. Melalui kisah Srintil, Ahmad Tohari menggambarkan dengan detail kehidupan masyarakat pedesaan Jawa pada tahun 1960-an, termasuk kepercayaan mereka terhadap mitos dan tradisi.
