Ada Kejengkelan ke Xi Jinping dan PKC yang Bikin Demonstrasi Menolak Pembatasan Ekstrim di China Awet

28 November 2022 12:11 WIB

Narasi TV

Demonstran penolak kebijakan pembatasan ketat zero-COVID di Beijing, China/ Reuters

Penulis: Rahma Arifa

Editor: Akbar Wijaya

Demonstrasi menolak pembatasan ekstrim atau lockdown terkait kebijakan zero-COVID yang dilakukan pemerintah China meluas ke kota-kota besar.

Ahad, 27 November 2022, demonstrasi yang diikuti ribuan warga terjadi di Shanghai, Chengdu, Wuhan, Guangzhou, dan Beijing.

Mengapa demonstrasi ini begitu awet dan meluas?

Begini Duduk Perkaranya

  • Sebelum menyebar ke kota-kota besar di China, demonstrasi lebih dahulu dimulai di Urumqi, Xianjiang, Jumat (25/11/2022).
  • Demonstrasi dipicu kebakaran yang terjadi pada Kamis (24/11/2022) malam di sebuah apartemen lantai 15 di Urumqi, Xianjiang. Kebakaran ini memakan 10 korban jiwa, diantaranya seorang anak berumur 3 tahun.

  • Menurut keterangan aparat, dikutip ABC News, kebakaran disebabkan konsleting kabel listrik. Petugas pemadam kebakaran baru bisa memadamkan api setelah tiga jam.

  • Dari video yang viral di media sosial orang-orang menuding kebijakan pembatasan ekstrim zero-COVID sebagai penyebab korban kesulitan menyelamatkan diri dan menghalangi proses pertolongan.

  • Akibatnya, protes warga setempat terhadap kebijakan tersebut pun mulai terjadi pada hari Jumat (25/11/2022). 

  • Aksi di Shanghai terjadi mulai Sabtu malam (26/11/2022) dan berlanjut sampai hari esoknya.

Update Terbarunya:

  • Pada Senin (27/11/2022) dini hari, 1.000 warga yang memilih terus berdemonstrasi di Sungai Liangma, Beijing dan menolak dibubarkan aparat keamanan.
  • Aparat dikabarkan mengamankan beberapa demonstran termasuk seorang Jurnalis BBC, Edward Lawrence saat meliput kejadian.
  • Gelombang protes anti zero-COVID ini juga disebut-sebut sebagai aksi demonstrasi masyarakat terbesar semenjak kejadian Tiananmen Square tahun 1989.

“Kami hanya ingin hak dasar kami. Kami tidak bisa meninggalkan rumah tanpa test. Tragedi (kebakaran) ini menjadi pendorong kuat bagi warga (untuk protes)” sebut salah demonstran berumur 26 tahun, dikutip The Guardian (28/11/2022)

Benaran Cuma karena Pembatasan COVID?

  • Bukan cuma karena pembatasan COVID, demonstrasi yang meluas juga dinilai sebagai protes atas terpilihnya Xi Jinping sebagai Presiden China untuk ketiga kalinya.
  • Protes warga bukan hanya perihal kebebasan dari kebijakan zero-COVID tetapi juga kebebasan politik.
  • Demonstran meneriakkan Xi Jinping dan Partai Komunis China untuk turun dari kekuasaannya lantaran mengekang dan memenjarakan masyarakat melalui kebijakan zero-COVID.
  • Aksi demonstrasi dilakukan juga dilakukan oleh mahasiswa di kampus Tsinghua University, almamater Xi Jinping. 
    Mahasiswa membawa poster putih kosong sebagai simbol kebijakan sensor yang membungkam kebebasan berekspresi.

“Oposisi untuk diktator! Kami menolak penguasa seumur hidup! Kami menolak kekaisaran! Kami tidak mau lockdown!” Teriak para demonstran, dikutip CNN (27/11/2022)

“Kami ingin kebebasan! Kebesan berekspresi, kebebsasn media, kebebasan seni, kebebasan pergerakan, kebebasan pribadi! Kembalikan kebebasan kami!”

Faktor-Faktor Lain:

  • Warga lelah dengan kebijakan ketat zero-COVID Pemerintahan Xi Jinping yang telah berlangsung selama hampir tiga tahun padahal kondisi pandemi relatif membaik dan negara-negara lain sudah melonggarkan aturan.
  • Pemerintah menilai bahwa kebijakan tersebut menjadi kunci untuk menampung kapasitas rumah sakit dan juga menjaga terjadinya korban jiwa.
  • Angka infeksi COVID di China sudah sempat masuk katergori terendah. Namun, per Sabtu (26/11/2022), pemerintah China mencatat 40.000 kasus baru.

Apa itu Kebijakan Zero-COVID

  • Kebijakan zero-COVID hanya mengizinkan warga keluar dengan hasil test negatif.
  • Pemerintah juga kerap menerapkan lockdown di ruang publik secara tiba-tiba. Misalnya, pada Oktober lalu, taman bermain Disneyland Shanghai tiba-tiba melarang pengunjung untuk keluar area tanpa hasil PCR negatif.
  • China juga masih menutup diri dari pendatang sejak Maret 2020 silam.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR