Sholat Jumat dalam Islam adalah ibadah wajib yang harus dilakukan para laki-laki pada hari istimewa itu. Namun, sebelum melaksanakannya, terdapat amalan-amalan sunah yang dapat dikerjakan.
Amalan-amalan sunah tersebut, jika dilaksanakan, akan meningkatkan pahala yang berlimpah.
Tak hanya itu, amalan baik juga dipercaya dapat membuat doa-doa yang selama ini dipanjatkan dapat dikabulkan oleh Allah Swt.
Amalan sunah sebelum sholat Jumat
Berikut adalah daftar amalan sunah yang bisa kamu kerjakan sebelum sholat Jumat.
1. Membaca surat Al-Kahfi
Amalan sunah pertama adalah membaca surah Al-Kahfi. Dalam sebuah hadis berikut, disebutkan jika amalan ini akan membuat orang yang melaksanakannya bercahaya di hari kiamat.
عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ، سَطَعَ لَهُ نُورٌ مِنْ تَحْتِ قَدَمِهِ إِلَى عَنَانِ السَّمَاءِ، يُضِيءُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وغُفر لَهُ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ
Artinya: "Dari Ibnu Umar yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: Barang siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, maka timbullah cahaya baginya dari telapak kakinya hingga ke langit yang memberikan sinar baginya kelak di hari kiamat, dan diampunilah baginya semua dosa di antara dua hari Jumat." (HR An-Nasa'i dan Baihaqi).
Namun, keutamaan surah Al-Kahfi bukan hanya itu. Dalam hadis lain yang berasal dari Abu Darda, Rasulullah saw. bersabda:
مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ
Artinya: "Siapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari Dajjal (fitnah)." (HR Muslim)
2. Mandi Jumat
Kesunahan mandi Jumat ini berdasarkan beberapa hadis, salah satunya adalah pada hadis berikut:
مَنْ أَتَى الْجُمُعَةَ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ النِّسَاءِ فَلْيَغْتَسِلْ وَمَنْ لَمْ يَأْتِهَا فَلَيْسَ عَلَيْهِ غُسْلٌ
Artinya: “Barangsiapa dari laki-laki dan perempuan yang menghendaki Jumat, maka mandilah. Barangsiapa yang tidak berniat menghadiri Jumat, maka tidak ada anjuran mandi baginya.” (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban)
Mandi Jumat ini dilaksanakan sejak terbit fajar sampai pelaksanaan Jumat. Lebih utama dilakukan menjelang keberangkatan menuju tempat salat Jumat.
3. Memakai wewangian sebelum salat Jumat
Anjuran ini berdasarkan hadis Nabi Muhammad saw. berikut:
إِنَّ هَذَا يَوْمُ عِيدٍ جَعَلَهُ اللَّهُ لِلْمُسْلِمِينَ، فَمَنْ جَاءَ إِلَى الْجُمُعَةِ فَلْيَغْتَسِلْ، وَإِنْ كَانَ طِيبٌ فَلْيَمَسَّ مِنْهُ، وَعَلَيْكُمْ بِالسِّوَاكِ
Artinya: "Hari ini (Jumat) adalah hari raya yang dijadikan Allah Swt. untuk umat Islam. Bagi siapa yang ingin melaksanakan salat Jumat, hendaklah mandi, memakai wangi-wangian kalau ada, dan menggosok gigi (siwak)." (HR: Ibnu Majah)
4. Bersiwak, memotong kuku, dan mencukur kumis
Dalam sebuah hadis riwayat Baihaqi dan At-Thabrani, Rasulullah saw. selalu bersiwak, memotong kuku, dan mencukur kumis setiap hari Jumat, tepatnya sebelum berangkat ke masjid.
كان يقلم أظافره ويقص شاربه يوم الجمعة قبل أن يخرج إلى الصلاة
Artinya: "Adalah Rasulullah saw. memotong kuku dan mencukur kumis pada hari Jumat sebelum beliau pergi salat Jumat." (HR Baihaqi dan At-Thabrani)
5. Berpakaian yang rapi dan bersih
Dalam hadis berikut, Rasulullah saw. menganjurkan umatnya untuk berpakaian dengan rapi dan bersih.
الْبَسُوا الْبَيَاضَ فَإِنَّهَا أَطْهَرُ وَأَطْيَبُ وَكَفِّنُوا فِيهَا مَوْتَاكُمْ
Artinya: "Kenakanlah pakaian warna putih karena pakaian tersebut lebih bersih dan paling baik. Kafanilah pula orang yang mati di antara kalian dengan kain putih." (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)
6. Berangkat salat Jumat lebih awal
Rasulullah saw. bersabda:
مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كَبْشًا أَقْرَنَ وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ دَجَاجَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْخَامِسَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَيْضَةً فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامُ حَضَرَتْ الْمَلَائِكَةُ يَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ
Artinya: "Siapa yang berangkat Jumat di awal waktu, maka ia seperti berkurban dengan unta. Siapa yang berangkat Jumat di waktu kedua, maka ia seperti berkurban dengan sapi. Siapa yang berangkat Jumat di waktu ketiga, maka ia seperti berqurban dengan kambing gibas yang bertanduk. Siapa yang berangkat Jumat di waktu keempat, maka ia seperti berkurban dengan ayam. Siapa yang berangkat Jumat di waktu kelima, maka ia seperti berkurban dengan telur." (HR Bukhari dan Muslim)
7. Mendengarkan khotbah dengan tenang
Amalan sunah lainnya adalah mendengarkan khotbah dengan tenang, hal ini sebagaimana dijelaskan hadis berikut:
مَنْ غَسَّلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَاغْتَسَلَ وَبَكَّرَ وَابْتَكَرَ وَمَشَى وَلَمْ يَرْكَبْ وَدَنَا مِنْ الْإِمَامِ فَاسْتَمَعَ وَلَمْ يَلْغُ كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ عَمَلُ سَنَةٍ أَجْرُ صِيَامِهَا وَقِيَامِهَا
Artinya: “Barangsiapa membasuh pakaian dan kepalanya, mandi, bergegas Jumatan, menemui awal khotbah, berjalan dan tidak menaiki kendaraan, dekat dengan Imam, mendengarkan khutbah dan tidak bermain-main, maka setiap langkahnya mendapat pahala berpuasa dan shalat selama satu tahun.” (HR. al-Tirmidzi dan al-Hakim)
8. Diam saat khutbah berlangsung
Amalan berikutnya juga terkait dengan khotbah, yakni amalan untuk diam selagi khatib berbicara. Hal ini bahkan diperintahkan langsung oleh Allah Swt. dalam Al-Qur’an sebagai berikut:
وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
Artinya: “Dan apabila dibacakan khutbah, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat” (QS al-A’raf: 204).
9. Memperbanyak zikir dan doa
Amalan berikutnya adalah memperbanyak zikir dan doa kepada Allah Swt. Hal ini dikarenakan Jumat adalah waktu yang istimewa untuk berdoa.
يَوْمُ الْجُمُعَةِ اثْنَتَا عَشْرَةَ سَاعَةً لاَ يُوجَدُ فِيهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللهَ شَيْئًا إِلاَّ آتَاهُ إِيَّاهُ فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ
Artinya: "Pada hari Jumat terdapat dua belas jam (pada siang hari), di antara waktu itu ada waktu yang tidak ada seorang hamba muslim pun memohon sesuatu kepada Allah melainkan Dia akan mengabulkan permintaannya. Oleh karena itu, carilah ia di akhir waktu setelah Asar." (HR Abu Daud).
10. Memperbanyak sedekah
Amalan terakhir adalah bersedekah. Hal ini dikarenakan setiap sedekah yang kita lakukan akan dilipatgandakan oleh Allah Swt.
Hal tersebut sebagaimana dijelaskan Allah Swt. dalam firmanNya surah Al-Hadid ayat 18 berikut:
اِنَّ الْمُصَّدِّقِيْنَ وَالْمُصَّدِّقٰتِ وَاَقْرَضُوا اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًا يُّضٰعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ اَجْرٌ كَرِيْمٌ - ١٨
Innal-muṣṣaddiqīna wal-muṣṣaddiqāti wa aqraḍullāha qarḍan ḥasanay yuḍā'afu lahum wa lahum ajrung karīm.
Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, akan dilipatgandakan (balasannya) bagi mereka; dan mereka akan mendapat pahala yang mulia."
