Advertisement

Apa Itu Black Friday? Fakta Menarik dan Tradisi di Balik Perayaannya

30 November 2024 11:48 WIB

thumbnail-article

Sumber: Freepik .

Penulis: Rusti Dian

Editor: Rusti Dian

Black Friday adalah suatu fenomena belanja yang berlangsung pada hari Jumat setelah perayaan Thanksgiving di Amerika Serikat. Hari ini menandai awal musim belanja liburan, di mana banyak toko fisik dan online menawarkan diskon besar-besaran yang menarik perhatian konsumen.

Penjual umumnya mengiklankan penawaran dan potongan harga yang signifikan. Tak heran jika Black Friday sangat dinanti oleh para pemburu diskon di seluruh dunia.

Black Friday juga memberikan kesempatan bagi konsumen untuk mempersiapkan hadiah Natal. Banyak orang memanfaatkan hari ini untuk membeli barang-barang yang telah lama mereka incar dengan harga lebih murah.

Sejarah Black Friday

Istilah "Black Friday" pertama kali dikenal di Amerika pada tahun 1869. Kala itu, terjadi kepanikan finansial akibat usaha spekulan emas yang melibatkan dua orang pemodal, Jay Gould dan Jim Fisk.

Mereka berupaya mengendalikan pasar emas. Sayangnya, usaha mereka gagal dan mengakibatkan krisis yang melanda pasar saham. Krisis tersebut mengakibatkan banyak orang menjadi bangkrut. Sejak itu, istilah Black Friday digunakan untuk menggambarkan keadaan kelam dalam pandangan ekonomi.

Pada tahun 1950-an, istilah Black Friday digunakan untuk menggambarkan keramaian yang terjadi di Philadelphia sehari setelah Thanksgiving.

Banyak wisatawan dan konsumen datang berbondong-bondong untuk berbelanja yang menyebabkan lalu lintas macet dan kekacauan di kota.

Polisi setempat menggunakan istilah tersebut untuk merujuk kepada situasi di mana mereka harus bekerja lebih keras akibat lonjakan pengunjung. Pada akhirnya, para pengecer mulai memanfaatkan momen ini untuk menawarkan diskon besar.

Namun, seiring berjalannya waktu, istilah itu mulai terbentuk makna baru yang lebih merujuk pada kesempatan berbelanja yang menguntungkan. Black Friday kini menjadi hari belanja yang positif bagi para pedagang.

Fakta tentang Black Friday

  • Dampak Pemindahan Thanksgiving

Pada tahun 1939, Presiden Franklin D. Roosevelt memindahkan perayaan Thanksgiving dari akhir bulan November menjadi minggu keempat, untuk memperpanjang musim belanja liburan.

Hal ini membantu mendukung para pedagang dalam mendapatkan keuntungan. Black Friday membuat hari setelah Thanksgiving sebagai momen penting untuk mulai berbelanja.

Sejak itu, Black Friday telah menjadi simbol resmi dari awal musim belanja yang sangat dinanti oleh masyarakat.

  • Black Friday dan Lonjakan Penjualan

Meskipun Black Friday adalah hari dengan kerumunan pembeli yang tinggi, ini bukanlah hari belanja terbesar dalam hal volume penjualan. Hari-hari menjelang Natal seringkali mencatatkan penjualan yang lebih tinggi.

Namun, antusiasme yang dibangun oleh diskon besar-besaran di Black Friday dengan cepat menarik perhatian konsumen. Ini juga menjadi salah satu momen pendorong bagi para pedagang untuk meningkatkan penjualan menjelang akhir tahun.

  • Penyebaran Tradisi Global

Tradisi Black Friday sekarang tidak hanya diakui di Amerika Serikat, tetapi juga merambah ke berbagai negara lainnya. Negara-negara tanpa tradisi Thanksgiving seperti Inggris dan Australia ikut merayakan Black Friday dengan menawarkan diskon menarik.

Penyebaran tradisi ini berkat e-commerce yang memperkenalkan konsep Black Friday kepada konsumen di seluruh dunia, terutama melalui promosi yang dilakukan oleh pelaku bisnis online.

Tren dan perubahan dalam Black Friday

Dengan kemajuan teknologi dan perkembangan e-commerce, Black Friday mengalami banyak perubahan. Munculnya Cyber Monday, yang diadakan di hari Senin setelah Black Friday juga menjadi fenomena baru.

Banyak konsumen memilih untuk berbelanja secara online untuk menghindari keramaian di toko fisik. Perubahan perilaku konsumen ini telah mengubah wajah Black Friday menjadi lebih digital.

Platform e-commerce seperti Amazon juga telah mengadopsi konsep Black Friday dan menciptakan penawaran yang menarik. Diskon-diskon besar tidak hanya terbatas pada satu hari tertentu. Banyak toko online yang mulai menawarkan diskon jauh sebelum Black Friday.

Tingginya antusiasme masyarakat dalam menanggapi diskon besar-besaran pada Black Friday menciptakan suasana yang unik. Meskipun menyenangkan, kondisi ini juga dapat memicu masalah, mulai dari antrean panjang hingga insiden kecil akibat kerumunan.

Untuk itu, banyak konsumen kini lebih memilih untuk berbelanja online dengan memanfaatkan berbagai penawaran dan menghindari keramaian.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement