Advertisement

Fenomena Sologami: Mendobrak Standar Masyarakat dengan Menikahi Diri Sendiri

10 November 2023 17:59 WIB

thumbnail-article

Ilustrasi pernikahan sologami. Sumber: Freepik. .

Penulis: Rusti Dian

Editor: Margareth Ratih. F

Fenomena sologami tengah menjadi tren di Korea Selatan. Fenomena ini juga pernah terjadi di Indonesia dan banyak dibicarakan masyarakat. Lantas, apa itu fenomena sologami?

Kshama Bindu, perempuan asal India berusia 24 tahun memutuskan sologami. Hal tersebut dilakukannya sebagai bentuk dedikasi pada self-love. Bagi Bindu, keputusan sologami adalah sebuah komitmen untuk selalu hadir dan berkembang menjadi sosok yang hidup, cantik, dan bahagia.

“Buatku, pernikahan itu bentuk penerimaan diri secara utuh. Jadi ini caraku menerima diri apa adanya, terutama kelemahan fisik, mental, dan emosional,”ujar Bindu, dikutip dari BBC.

Pernikahannya berlangsung pada Juni 2022. Seperti pernikahan pada umumnya, Bindu tetap menjalani ritual mengoleskan tubuh dengan campuran minyak dan kunyit. Ada pula sangeet, musik dan tarian pembuka perayaan pernikahan.

Pada dasarnya, sologami adalah menikahi diri sendiri atau self-marriage dalam upacara publik. Istilah sologami juga dikenal dengan autogami. Para pelaku sologami berkomitmen mencintai diri sendiri (self love) dan tak bergantung pada seseorang.

Apakah sologami diperbolehkan?

Tren sologami ini terus mengalami peningkatan, terlebih sejak pandemi COVID-19 melanda. Orang-orang menginginkan hidup bahagia, tak kesepian, dan tak merasa sendiri kendati berstatus lajang.

Secara hukum, fenomena ini tidaklah legal di seluruh dunia. Namun, banyak orang telah melakukannya. Bahkan ada pula yang menawarkan jasa sologami maupun menjadi konsultannya.

Di Korea Selatan, salah seorang praktisi sologami bernama Kim Seulki mengaku mendapat tunjangan atas keputusannya tersebut. Perusahaan kosmetik Lush Korea memberikan tunjangan, bonus uang tunai, dan liburan 10 hari untuk bulan madu solo usai Kim Seul Ki menikah.

“Ini mewakili budaya perusahaan yang menjunjung tinggi keberagaman dan inklusivitas. Gaya hidup setiap orang dihormati,” ujar juru bicara Lush, Jeon Hana, dikutip dari Kompas.com.

Tak hanya Lush, beberapa perusahaan lain di Korea Selatan juga memberikan tunjangan bagi sologami. Tak heran jika angka pelaku sologami meningkat di sana, sementara angka pernikahan terus menurun.

Lain halnya dengan pengalaman Bindu. Keputusannya untuk sologami justru ditentang oleh pengacara senior Pengadilan Tinggi India, Krishnakant Vakharia. Menurutnya, undang-undang agama Hindu menggunakan terminologi “salah satu dari pasangan”, artinya harus ada dua orang dalam hubungan pernikahan.

“Sologami tidak akan pernah lolos dari pengawasan hukum,”ujar Vakharia pada One India.

Upaya mendobrak stereotip

Ada berbagai macam alasan seseorang melakukan sologami. Selain wujud self love, ada pula seseorang yang memiliki trauma menjalin relasi romantis dengan orang lain.

Sologami juga bentuk protes atas pakem yang ada di masyarakat. Selama ini, pernikahan selalu dianggap sesuatu yang harus dilakukan. Tak jarang orang tua, sanak keluarga, dan kolega akan mendesak seseorang untuk menikah.

Desakan ini tentu menjengkelkan. Keputusan melajang seolah dianggap menyedihkan, kesepian, dan tidak laku. Fenomena sologami hadir untuk membuktikan bahwa seseorang dapat bahagia dengan menikahi diri sendiri tanpa pasangan.

Mengenai para pelaku sologami yang didominasi perempuan, hal ini adalah bentuk mendobrak stereotip gender tradisional. Perempuan sering dilihat sebagai individu yang tak utuh selama ia belum menikah atau sekadar terikat relasi romantis.

Sologami juga bisa dilakukan oleh laki-laki. Tahun 1996, pebasket NBA Dennis Rodman juga menikahi dirinya sendiri. Ada pula Ru (nama samaran), ia memandang sologami sebagai gaya hidup dan bersikap baik pada diri sendiri.

Keputusan sologami bukan berarti mengkritisi pernikahan dan menentang pasangan yang hidup bahagia. Sologami adalah perubahan cara berpikir tentang gaya hidup. Setiap orang berhak memilih kebahagiaannya masing-masing, termasuk dengan mencintai dan menikahi diri sendiri.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement