Advertisement

Apa Itu Hipertensi Stage 1 dan Dampak Kesehatannya yang Perlu Diwaspadai

16 January 2025 16:40 WIB

thumbnail-article

Ilustrasi pengecekan tekanan darah. (Foto: Freepik) .

Penulis: Rizal Amril

Editor: Rizal Amril

Hipertensi stage 1 adalah salah satu klasifikasi hipertensi berdasarkan tingkat keparahannya. Memahami kondisi ini berguna untuk mencegahnya jadi lebih parah.

Melansir P2PTM Kemenkes, hipertensi stage 1 merupakan kondisi di mana tekanan darah seseorang berada dalam kategori 140-159 mmHg untuk tekanan sistolik dan 90-99 mmHg untuk tekanan diastolik.

Sebagai gambaran, Kemenkes menetapkan kategori tekanan darah normal adalah kurang dari 120/80 mmHg, sementara kategori pra-hipertensi berada pada rentang 120-139 mmHg untuk sistolik dan 80-89 mmHg untuk diastolik.

Dalam klasifikasi hipertensi, kondisi ini tergolong sebagai hipertensi ringan dan sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas.

Proses diagnosis hipertensi biasanya memerlukan pengukuran tekanan darah minimal dua kali dengan jarak waktu sekitar satu minggu untuk memastikan bahwa pembacaan tekanan darah tersebut konsisten.

Meskipun hipertensi stage 1 tergolong ringan, penting bagi individu untuk tidak menyepelekan kondisi ini karena dapat berkembang menjadi hipertensi tingkat 2 jika tidak ditangani dengan baik.

Bagaimana manusia mengidap hipertensi?

Hipertensi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu hipertensi esensial dan hipertensi sekunder.

Hipertensi esensial adalah jenis yang lebih umum, menyumbang sekitar 90% dari semua kasus hipertensi, dan tidak diketahui penyebabnya.

Sebaliknya, hipertensi sekunder disebabkan oleh kondisi medis yang mendasarinya, seperti penyakit ginjal, gangguan tiroid, atau kelainan hormonal tertentu.

Faktor genetik juga memainkan peran penting dalam risiko seseorang mengalami hipertensi. Jika seseorang memiliki riwayat keluarga dengan hipertensi, mereka lebih mungkin mengembangkan kondisi tersebut.

Selain faktor genetik, faktor lingkungan, seperti paparan situasi stres, bisa memperburuk kondisi ini.

Gaya hidup sehari-hari, termasuk pola makan yang buruk, kurangnya aktivitas fisik, dan kebiasaan merokok, juga berkontribusi besar terhadap tekanan darah seseorang.

Mengurangi konsumsi garam, menjaga berat badan yang sehat, serta meningkatkan aktivitas fisik dapat menjadi langkah awal dalam mengelola hipertensi.

Bahaya hipertensi stage 1 adalah tak bergejala

Salah satu tantangan terbesar dalam mengidentifikasi hipertensi stage 1 adalah banyaknya individu yang tidak merasakan gejala yang jelas.

Namun, beberapa gejala yang mungkin muncul antara lain sakit kepala, pusing, dan tinnitus (telinga berdenging).

Gejala ini tidak selalu muncul secara konsisten, sehingga banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka mengalami hipertensi.

Komplikasi jangka pendek dari hipertensi stage 1 dapat meliputi peningkatan risiko serangan jantung atau stroke.

Membuat janji dengan penyedia layanan kesehatan untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah secara teratur merupakan langkah penting dalam mendeteksi hipertensi lebih awal.

Dampak kesehatan dari hipertensi

Hipertensi memiliki dampak yang signifikan bagi kesehatan. Salah satu risiko utama adalah perkembangan penyakit jantung.

Tekanan darah yang tinggi dapat menyebabkan arteri menjadi keras dan mengurangi aliran darah ke jantung, meningkatkan risiko serangan jantung dan gagal jantung.

Selain itu, hipertensi juga dapat mempengaruhi fungsi ginjal. Organ ini sangat bergantung pada tekanan darah yang sehat untuk berfungsi dengan baik.

Seiring waktu, hipertensi dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah di ginjal, mengakibatkan gagal ginjal atau memperburuk kondisi ginjal yang sudah ada.

Komplikasi vaskular lainnya dapat mencakup masalah pada retina mata, dan meningkatkan risiko aneurisma.

Pencegahan dan pengelolaan hipertensi sangat penting untuk menghentikan terjadinya komplikasi serius ini.

Apa yang bisa dilakukan jika mengidap hipertensi stage 1

Jika Anda didiagnosis hipertensi stage 1, maka yang perlu Anda lakukan adalah pengelolaan kesehatan yang lebih intensif daripada sebelumnya.

Perubahan gaya hidup sehat adalah langkah pertama yang harus diambil. Mengurangi konsumsi garam, serta meningkatkan asupan buah dan sayuran, dapat membantu menurunkan tekanan darah.

Selain itu, penting untuk menjaga berat badan yang sehat serta menghindari makanan yang tinggi lemak dan gula.

Rutin berolahraga juga merupakan bagian penting dalam mempertahankan kesehatan jantung.

Aktivitas fisik selama 30 menit setiap hari, seperti berjalan, berlari, atau berenang, dapat membantu menurunkan tekanan darah dan memperbaiki kebugaran secara keseluruhan.

Terakhir, pengaturan pola makan yang lebih baik, seperti mengikuti pendekatan DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) dapat memberikan dampak positif bagi individu yang mengalami hipertensi.

Menerapkan pola ini dapat membantu dalam pengendalian tekanan darah dan menjaga kesehatan jangka panjang.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement