Obesitas kini menjadi salah satu kondisi medis yang serius karena berkontribusi atas meningkatnya risiko kesehatan, seperti penyakit jantung, hipertensi, hingga diabetes. Apa sebenarnya yang jadi penyebab di balik obesitas?
Dalam dunia medis, obesitas dimaknai sebagai kondisi ketika tubuh mengalami penumpukan lemak hingga mengganggu kesehatan.
Umumnya, seseorang dapat dikatakan sebagai obesitas ketika indeks massa tubuhnya mencapai 25 kg/m2 atau lebih.
Jika indeks massa tubuh telah menccapai batas tersebut, biasanya timbunan lemak akan disertai dengan gangguan kesehatan seperti tekanan darah tinggi, nyeri sendi, dan penurunan tingkat kebugaran tubuh.
Tak hanya itu, obesitas juga ternyata berperan atas menurunnya kualitas hidup dan dapat memicu masalah kesehatan mental seperti depresi dan rendah diri.
Dalam dua dekade terakhir, tren jumlah orang obesitas di dunia terus mengalami peningkatan. Berdasarkan penelitian yang diterbitkan The Lancet pada 2022 lalu, orang yang mengalami obesitas di dunia mengalami peningkatan lebih dari 100 persen jika dibandingkan dengan jumlah orang obesitas pada 1990.
Melansir Antara, peningkatan jumlah orang obesitas juga terjadi di Indonesia. Data Kemenkes menunjukkan bahwa tren peningkatan jumlah orang obesitas terus naik dalam kurun waktu 2007-2018.
Namun, jika Anda kini mengalami obesitas, bukan berarti perlu takut berlebihan atas pemaparan di atas. Hal yang perlu dilakukan kini adalah mengubah pola hidup sebagai upaya penanganan obesitas.
Meskipun tak ada cara instan untuk mengatasi obesitas, namun kondisi ini tetap bisa diatasi dengan kesabaran dan kemauan untuk sehat.
Apa penyebab utama obesitas?
Hal yang perlu dilakukan pertama kali jika Anda mengalami obesitas adalah memahami bagaimana obesitas bisa terjadi, sebagai langkah awal untuk mencari jalan keluar.
Namun, perlu dicatat bahwa faktor-faktor penyebab obesitas selalu bersifat kompleks, dalam artian ia tak pernah hanya dikarenakan satu faktor tunggal.
Dilansir dari Layanan Kesehatan Nasional milik Inggris (NHS), terdapat beberapa penyebab obesitas yang umum ditemui, berikut di antaranya:
1. Asupan kalori berlebih
Obesitas adalah kondisi yang terjadi ketika tubuh menyimpan kalori berlebih sebagai lemak.
Ketika seseorang mengonsumsi makanan yang tinggi kalori, terutama yang mengandung lemak dan gula, dan tidak membakar semua energi tersebut melalui aktivitas fisik, kelebihan kalori tersebut akan disimpan sebagai lemak.
Dalam banyak kasus, diet yang buruk, yang meliputi makanan olahan dan cepat saji, menjadi penyebab utama dari asupan kalori yang berlebih.
2. Faktor genetik
Faktor genetik juga berperan penting dalam obesitas. Ada beberapa gen yang dapat mempengaruhi cara tubuh mengubah makanan menjadi energi dan menyimpan lemak.
Meskipun tidak semua orang yang memiliki gen tersebut akan mengalami obesitas, gen dapat mempengaruhi kebiasaan gaya hidup, seperti kecenderungan untuk memilih makanan tertentu atau tingkat aktivitas fisik.
Dalam banyak kasus, gaya hidup yang tidak sehat lebih berpengaruh dibandingkan dengan faktor genetik yang ada.
3. Perubahan gaya hidup
Dalam beberapa tahun terakhir, perubahan sosial dan lingkungan telah memengaruhi pola makan dan tingkat aktivitas masyarakat.
Makanan dengan kalori tinggi kini lebih murah dan mudah dijangkau, sementara makanan sehat bisa menjadi lebih sulit dan mahal untuk diakses.
Selain itu, meningkatnya penggunaan teknologi menyebabkan lebih banyak orang menghabiskan waktu di depan layar, alih-alih melakukan aktivitas fisik.
Penyebab obesitas dalam gaya hidup
Gaya hidup, terutama yang tak sehat, adalah faktor penyebab lain yang umum dijumpai pada orang-orang dengan kondisi obesitas, beberapa di antaranya adalah:
1. Pola makan tinggi lemak dan gula
Diet yang kaya akan makanan tinggi lemak dan gula, seperti makanan cepat saji, camilan, dan minuman manis, telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari banyak orang.
Konsumsi berlebihan dari makanan tersebut tidak hanya meningkatkan jumlah kalori yang diasup, tetapi juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan nutrisi.
Ketika tubuh mendapatkan terlalu banyak kalori tanpa nutrisi yang diperlukan, risiko kenaikan berat badan meningkat.
2. Kurangnya aktivitas fisik
Kurangnya aktivitas fisik adalah faktor lain yang signifikan dalam peningkatan obesitas. Banyak orang menghabiskan lebih banyak waktu bekerja di meja dan melakukan perjalanan dengan kendaraan, yang mengurangi kebutuhan untuk bergerak.
Selain itu, kebiasaan santai, seperti menonton televisi, bermain video game, atau berselancar di internet, lebih umum, dan menjauhkan individu dari aktivitas fisik yang diperlukan untuk menjaga kesehatan badan.
3. Konsumsi alkohol berlebihan
Konsumsi alkohol yang berlebihan juga berkontribusi terhadap obesitas. Alkohol mengandung banyak kalori dan dapat meningkatkan rasa lapar, menyebabkan individu mengonsumsi lebih banyak makanan.
Selain itu, alkohol sering dikonsumsi bersamaan dengan makanan tidak sehat yang meningkatkan jumlah kalori yang dikonsumsi dalam satu waktu.
Faktor kesehatan fisik dan mental
Tak melulu gaya hidup, obesitas juga dapat disebabkan oleh kondisi fisik dan mental tertentu yang dimiliki oleh seseorang. Berikut beberapa di antaranya:
1. Penyakit yang memicu kenaikan berat badan
Beberapa kondisi medis dapat berkontribusi pada kenaikan berat badan, termasuk gangguan tiroid (hipotiroidisme) dan sindrom Cushing.
Kondisi-kondisi ini dapat mengganggu sistem metabolisme tubuh dan mempengaruhi bagaimana kalori dicerna dan disimpan.
Meskipun faktor-faktor ini dapat berkontribusi pada obesitas, pengelolaan yang tepat melalui pengobatan dapat mengurangi efeknya pada berat badan.
2. Faktor psikologis
Jika dibedah, faktor umum penyebab obesitas seperti pola makan yang tak sehat bisa dikaitkan sebagai dampak dari kondisi psikologis seseorang.
Hal tersebut dikarenakan masalah kesehatan mental dapat memperburuk kebiasaan makan yang tidak sehat.
Banyak individu mengalami "comfort eating" atau makan untuk mengatasi perasaan negatif.
Kebiasaan ini sering kali menyebabkan peningkatan asupan kalori yang berdampak pada berat badan dan kesehatan secara keseluruhan.
3. Kondisi psikologis yang memperparah obesitas
Obesitas seringkali disertai dengan dampak psikologis yang signifikan. Penderita obesitas mungkin mengalami stigma sosial, rendah diri, dan hasilnya dapat berkontribusi pada masalah kesehatan mental, termasuk depresi.
Kaitan antara obesitas dan kesehatan mental adalah kompleks, di mana satu dapat mempengaruhi yang lain, menciptakan lingkaran sulit yang menyulitkan upaya penurunan berat badan.
