Advertisement

Apa Itu Kitab Kuning yang Sering Dibahas oleh Santri?

30 October 2023 14:04 WIB

thumbnail-article

Santri belajar memaknai kitab kuning saat mengaji 'kilatan kitab' di Pondok Pesantren Almiizan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (21/5). Ngaji kitab kuning ini merupakan tradisi di pondok pesantren tradisional (salaf) maupun semi modern pada saat bulan suci Ramadan. ANTARA JABAR/Yulius Satria Wijaya .

Penulis: Elok Nuri

Editor: Rizal Amril

Bagi kalangan santri dan kyai, kitab kuning bukanlah sesuatu barang yang aneh dan juga baru, kitab ini biasanya digunakan untuk pembelajaran di pondok pesantren.

Dalam sistem pendidikan pondok pesantren, kitab kuning seringkali menjadi bacaan wajib dan menjadi sumber pengkajian utama.

Secara umum, kitab kuning dipahami sebagai kitab-kitab keagamaan berbahasa Arab yang dihasilkan oleh para ulama dan para pemikir muslim, terutama dari Timur Tengah.

Untuk lebih jelasnya mengenai apa itu kitab kuning dan seberapa manfaatnya kitab ini untuk mempelajari agama Islam, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Pengertian kitab kuning

Mengutip dari laman NU Online, kitab kuning adalah ruh bagi pesantren yang menjadi kunci bagi seorang santri yang ingin memahami agama secara mendalam.

Disebut kitab kuning karena pada umumnya kitab-kitab tersebut dicetak di atas kertas berwarna kuning, berkualitas rendah, dan kadang-kadang lembarannya pun lepas tidak terjilid.

Ketika mengkaji kitab kuning, biasanya para santri hanya membawa lembaran-lembaran tertentu berisi materi yang akan dipelajari. 

Karena bentuk tulisannya yang ‘gundul’, maka kitab kuning tidak mudah dibaca, apalagi dipahami oleh mereka yang tidak menguasai gramatika bahasa Arab (nahwu dan sharaf).

Kitab kuning juga seringkali disebut sebagai al-kutub al-qadimah (kitab-kitab klasik/kuno) yang mana merupakan kebalikan dari al-kutub al-‘asyriyyah (kitab-kitab modern).

Karena kitab kuning umumnya ditulis menggunakan aksara Arab tanpa syakal, kitab ini juga seringkali disebut sebagai “kitab gundul”.

Keistimewaan kitab kuning

Masih merujuk laman NU Online, kitab kuning memiliki beberapa keistimewaan sebagai berikut:

  • Pertama, dengan mempelajari kitab kuning, kita dapat mempelajari hal yang tersirat didalam Al-Qur’an dan juga hadis.
  • Kitab kuning dapat digunakan untuk memahami dan mencari suatu hukum yang tidak dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadis.
  • Dari kitab ini, kita dapat mempelajari sejarah kehidupan para nabi dan ulama, serta sejarah Islam lainnya.
  • Kitab kuning dapat digunakan untuk memperdalam pemahaman hukum-hukum Islam.

Metode mempelajari kitab kuning

Menurut Abdul Aziz Dahlan dalam bukunya Ensiklopedi Hukum Islam, terdapat dua cara mempelajari kitab kuning seperti yang dicontohkan oleh KH. Hasyim Asy’ari di Pesantren Tebuireng, Jombang.

Cara pertama, adalah dengan metode sorogan. Dalam metode ini, biasanya santri satu per satu akan menghadap kyai dengan membawa kitab tertentu secara bergiliran.

Kemudian kyai membacakan beberapa baris dari kitab itu dan maknanya, kemudian santri mengulangi bacaan kyainya. Metode yang pertama ini biasanya diperuntukkan untuk santri baru.

Cara kedua, adalah dengan metode bandungan. Metode ini adalah pengajaran kitab kuning secara klasikal sebagaimana sebuah kelas dalam sekolah. Biasanya semua santri akan mempelajari kitab kuning dari satu kyai.

Nantinya, kyai akan membacakan isi kitab dengan makna dan penjelasan secukupnya, sementara para santri mendengar dan mencatat penjelasan kyai di pinggir halaman kitabnya.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement