Apa saja isi tas siaga bencana? Pada dasarnya, tas ini sangat berguna sebagai tindakan preventif apabila terjadi bencana yang bisa datang kapan saja. Jadi, tidak ada salahnya untuk mempersiapkan tas tersebut mulai dari sekarang.
Indonesia termasuk daerah rawan bencana. Secara geografis, wilayah Indonesia berada di jalur ring of fire gunung berapi dan pertemuan tiga lempeng tektonik dunia. Belum lagi soal perubahan iklim yang tak menentu sehingga rawan terjadi kebakaran, hujan deras hingga menyebabkan longsor, dan lain sebagainya.
Baru-baru ini, pemberitaan tentang potensi gempa di zona megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut ramai diperbincangkan. Pada Kamis (15/8/2024), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengingatkan kembali tentang potensi tersebut yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
“Munculnya kembali pembahasan potensi gempa di zona megathrust saat ini bukanlah bentuk peringatan dini (warning) yang seolah-olah dalam waktu dekat akan segera terjadi gempa besar,” ujar Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono pada Kamis (15/8/2024).
Meski begitu, masyarakat juga perlu untuk melakukan tindakan preventif jika sewaktu-waktu terjadi bencana. Salah satunya adalah menyiapkan tas siaga bencana. Apa itu tas siaga bencana dan apa saja isinya? Simak penjelasan berikut ini!
Apa itu tas siaga bencana?
Tas siaga bencana (emergency preparedness kit) adalah tas yang berisi barang-barang yang dipersiapkan untuk keadaan darurat. Tas tersebut bisa menjadi antisipasi jika terjadi bencana sehingga kita tidak perlu panik mengumpulkan barang-barang penting.
Tujuan adanya tas siaga bencana ini untuk persiapan bertahan hidup ketika bantuan belum datang. Selain itu, tas siaga bencana juga dapat memudahkan diri ketika sedang proses evakuasi menuju tempat yang lebih aman.
Tas siaga bencana dirancang khusus untuk keperluan darurat. Bahannya yang anti air, kokoh, dan praktis memungkinkan kita dapat bergerak cepat dan efisien ketika mengungsi. Bahkan, tas siaga bencana juga memudahkan untuk evakuasi keluarga yang hilang.
Apa saja isi tas siaga bencana?
Berikut barang-barang yang harus ada dalam tas siaga bencana:
- Dokumen dan surat penting
Dokumen dan surat berharga penting untuk diselamatkan. Dokumen yang dimaksud diantaranya adalah akta kelahiran, ijazah, surat tanah, surat kendaraan, foto keluarga, dan surat-surat lain sesuai kebutuhan setiap orang.
- Air minum
Pastikan air minum cukup untuk bertahan hidup selama beberapa jam atau hari. Mengingat bahwa kita tetap membutuhkan asupan mineral yang masuk dalam tubuh agar tidak dehidrasi.
- Makanan tahan lama
Makanan tahan lama ini dapat berupa biskuit, snack bar, mi instan, dan lain sebagainya. Paling tidak makanan ini bisa dikonsumsi selama tiga hari ke depan sesuai kebutuhan masing-masing.
- Pakaian
Pakaian menjadi hal yang penting untuk dibawa. Paling tidak jumlah pakaian tersebut bisa digunakan selama tiga hari. Pastikan ada pakaian dalam, baju hangat, baju, celana panjang, jaket, dan jas hujan.
- Pembalut
Bagi perempuan, ketersediaan pembalut menjadi yang paling penting untuk masuk dalam tas siaga bencana. Terlebih perempuan yang sedang menstruasi harus mengganti pembalutnya dalam kurun waktu tertentu agar tidak menimbulkan penyakit.
- Kotak P3K
Kotak Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) juga penting untuk masuk dalam tas siaga bencana. Jangan lupa obat-obatan pribadi sebagai antisipasi kondisi kesehatan yang menurun selama terjadi bencana.
- Masker
Udara saat bencana kemungkinan besar lebih tercemar sehingga tidak baik untuk pernapasan. Oleh karena itu, selalu sedia masker dalam tas siaga bencana agar tidak mengalami gangguan pernapasan.
- Perlengkapan mandi
Pastikan kamu menyiapkan perlengkapan mandi seperti sabun, sikat dan pasta gigi, sampo, dan handuk. Paling tidak, kamu memiliki perlengkapan tersebut sendiri tanpa mengandalkan bantuan yang ada.
- Senter atau headlamp
Bencana yang parah dapat memutus arus listrik. Maka, siapkan senter, headlamp, korek, dan berbagai alat penerangan lain dalam tas siaga bencana. Hal ini dapat membantu agar kita tetap bisa melihat apa yang ada di sekitar.
- Uang tunai
Di zaman serba cashless ini, kita tetap membutuhkan uang tunai dalam bertransaksi. Apalagi di tengah situasi bencana. Siapkan uang tunai yang cukup sebagai perbekalan selama tiga hari.
- Handphone dan alat elektronik
Agar proses komunikasi tetap dapat dilakukan, pastikan kamu membawa HP, charger, dan powerbank yang berfungsi.
- Peluit
Peluit akan sangat berguna jika terjebak dalam kondisi darurat dan sulit ditemukan tim penolong saat proses evakuasi. Letakkan peluit tersebut di tempat yang mudah dijangkau.
