Apakah Boleh Membaca Al-Qur’an, Berdzikir, dan Berdoa Sambil Tiduran?

1 November 2023 16:11 WIB

Narasi TV

Ilustrasi seorang muslim membaca Al-Qur'an. (Sumber: Pexels/Michael Burrows)

Penulis: Elok Nuri

Editor: Rizal Amril

Mungkin sebagian muslim ada yang memilih membaca Al-Qur’an, berzikir dan berdoa sambil tiduran sesuai lelah dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Mengingat Al-Qur’an adalah kitab suci yang dimuliakan, tentu ada adab-adab yang perlu diperhatikan, lantas bagaimana Islam melihatnya?

Apakah boleh membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa sambil tiduran

Dalam buku Ilmu Sunni Salafiyah dijelaskan bahwa membaca Al-Qur'an, berzikir, dan berdoa hukumnya jawaz atau boleh, hal ini merujuk dalam sebuah hadis Nabi saw. dalam kitab Shahih al Bukhari dan Muslim yang berbunyi sebagai berikut.

أَنَّ النَّبِىَّ - صلى الله عليه وسلم - كَانَ يَتَّكِئُ فِى حَجْرِى وَأَنَا حَائِضٌ ، ثُمَّ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ

Artinya: Rasulullah saw. pernah tiduran di pangkuanku dengan membaca Al-Qur'an sedangkan aku lagi dalam keadaan haid. (HR Bukhari dan Muslim).

Hadis tersebut diyakini sebagai hadis shahih, sehingga dapat dijadikan sebagai dasar hukum yang telah pasti.

Tidak hanya itu bahkan dalam Al-Qur’an surah Ali Imran ayat 191 juga dijelaskan untuk berzikir dalam keadaan apapun.

الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًاۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ 

Artinya: "(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia. Maha Suci Engkau. Lindungilah kami dari azab neraka." (QS. Ali Imran [3] ayat 191).

Dalam ayat lain juga kembali dijelaskan hal serupa. Allah Swt. berfirman dalam surah An Nisa ayat 103 yang berbunyi:

فَاِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلٰوةَ فَاذْكُرُوا اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِكُمْ ۚ فَاِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ ۚ اِنَّ الصَّلٰوةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كِتٰبًا مَّوْقُوْتًا

Artinya: "Apabila kamu telah menyelesaikan salat, berdzikirlah kepada Allah (mengingat dan menyebutNya), baik ketika kamu berdiri, duduk, maupun berbaring. Apabila kamu telah merasa aman, laksanakanlah shalat itu (dengan sempurna). Sesungguhnya salat itu merupakan kewajiban yang waktunya telah ditentukan atas orang-orang mukmin."

Sementara itu Ibnu Jarir At Thabari dalam kitabnya berjudul Jāmi’ al Bayān menjelaskan agar umat muslim selalu mengingat Allah dalam keadaan apapun.

 حدثنا القاسم قال، حدثنا الحسين قال، حدثني حجاج، عن ابن جريج، قوله:"الذين يذكرون الله قيامًا وقعودًا" الآية، قال: هو ذكر الله في الصلاة وفي غير الصلاة، وقراءة القرآن. 

Artinya: "Telah menceritakan kepada kami Al-Qasim, dia berkata, telah menceritakan kepada kami Al-Husain, dia berkata, telah menceritakan kepadaku Hujjah, dari Ibnu Juraij, firman Allah [orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring] maksudnya Dzikir kepada Allah dapat dilakukan dalam berbagai situasi, termasuk saat melakukan shalat, serta di luar shalat, dan juga termasuk dalam membaca Al-Quran." 

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR