Bacaan Sholawat Syifa Karya Ulama al-Quds Palestina yang Menghilangkan Kesusahan

28 Januari 2023 06:01 WIB

Narasi TV

Seorang Muslim melaksanakan salat Idul Adha di kota Kolkata, India timur 9 Desember 2008. REUTERS/Parth Sanyal

Penulis: Elok Nuri

Editor: Rizal Amril

Sholawat syifa merupakan salah satu selawat yang berisikan doa kemulian yang ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW. 

Selain itu selawat ini mengandung harapan bagi setiap orang yang membacanya agar selamat dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Sebagaimana selawat lainnya, melafalkan selawat syifa memiliki keutamaan agar mendapat pahala dan syafaat di hari akhir.

Namun, selain dua hal tersebut, selawat syifa sendiri memiliki faedah keutamaan lain, yaitu bisa menghilangkan kesusahan dan kepayahan. 

Hal tersebut dijelaskan dalam kitab Sa’adatud Darain karya Syekh Yusuf bin Ismail an-Nabhani berikut.

هٰذِهِ الصَّلَاةُ مُجَرَّبَةٌ لِتَفْرِيْجِ الْكُرُوْبِ  

Artinya “Selawat ini teruji (menjamin) untuk menghilangkan kesusahan/kepayahan.”

Lebih lanjut Syekh Yusuf bin Ismail an-Nabhani menambahkan bahwa selawat ini ditulis oleh Syekh Hasan Abul Halawah al-Ghazi. Ia adalah salah satu ulama tersohor keilmuannya, yang hidup pada abad ke 13 Hijriah. 

Syekh Yusuf bin Ismail an-Nabhani, dalam keterangan kitabnya, menjelaskan hal tersebut sebagai berikut.

   اَلصَّلَاةُ التَّاسِعَةَ عَشَرَ صَلَاةُ سَيِّدِيْ الشَّيْخِ حَسَنِ أَبِي حَلَاوَةِ اَلْغّزِّيْ

Artinya, “Shalawat yang kesembilan belas adalah shalawat (yang ditulis) oleh as-Sayyid Syekh Hasan Abul Halawah al-Ghazi.” (Yusuf an-Nabhani, Sa’adatud Darain fis Shalati ‘ala Sayyidil Kaunaini (2010: 323)).

Kewalian Syekh Hasan Abul Halawah al-Ghazi sudah tidak diragukan lagi, beberapa karomah beliau sudah banyak disaksikan oleh masyarakat secara umum.

Bahkan Syekh Yusuf al-Mur’asai menjelaskan kewalian Syekh Hasan Abul Halawah al-Ghazi dalam kitab Darul Ma’rifah.

وَكَانَ الشَّيْخُ حَسَن مِنْ أَوْلِيَاءِ الْقُدْسِ الذِيْن وَقَعَ الْاِتِّفَاقُ 

Artinya, “Syekh Hasan Abul Halawah al-Ghazi merupakan bagian dari wali-wali (Allah) di al-Quds (Baitul Maqdis, Palestina), yang telah disepakati (kewalian dan karomahnya).”

Meskipun demikian, tidak ada catatan secara pasti dari para ulama mengenai tahun kelahiran Syekh Hasan Abul Halawah al-Ghazi, sebab sejak kecil beliau lebih suka menyendiri, berzikir, fokus beribadah kepada Allah, dan banyak membaca selawat. 

Akan tetapi, para ulama sepakat bahwa Syekh Hasan Abul memiliki darah kelahiran al-Quds Palestina, dan wafat pada tahun 1308 Hijriah.

Bacaan sholawat syifa  

 اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيــِّدِنَا مُحَمَّدٍ حَبِـيْبِ الْـمَحْبُوْبِ شَافِيْ فِي الْعِلَلِ وَمُفَرِّجِ الْــكَرُوْبِ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ  

Allâhumma shalli ‘alâ sayyidinâ muḫammadin habîbil mahbûbi syâfi fil ‘ilal wa mufarrijil kurûbi wa ‘alâ âlihi wa shaḫbihi wa sallim. 

Artinya, “Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada Baginda Nabi Muhammad yang menjadi kekasih Dzat yang mengasihi dan Dzat yang menyembuhkan segala penyakit dan Dzat yang menghilangkan segala kesusahan. Limpahkan pula kepada keluarganya dan sahabat-sahabat beliau.”

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR