Banjir Bandang di Sumbar 15 Orang Meninggal, Akses Jalan dari Padang ke Bukittinggi Putus

13 Mei 2024 17:05 WIB

Narasi TV

Kondisi jalan nasional di Air Terjun Lembah Anai yang terban akibat diterjang banjir lahar dingin di Kabupaten Tanah Datar, Minggu (12/5/2024). Antara/Fandi Yogari).

Penulis: Jay Akbar

Editor: Akbar Wijaya

Sebanyak 15 orang dilaporkan meninggal dunia akibat banjir bandang aliran air lahar dingin Gunung Marapi yang disertai hujan deras di Sumatera Barat, Minggu (12/4/2024). Direktur Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi Busril mengatakan15 orang yang meninggal dunia dan sudah dievakuasi ke rumah sakit.

"Data sementara hingga saat ini korban jiwa meninggal dunia yang kami terima di RSAM ada 15 orang, sembilan sudah teridentifikasi dan sisanya dalam proses," katanya dikutip Antara.

Ia mengatakan beberapa jenazah sudah dibawa pulang pihak keluarga. Selain 15 korban meninggal dunia, RSAM juga menerima korban dari musibah banjir lahar dingin di daerah kaki Gunung Marapi hingga saat ini.

"Ada 18 korban luka berat dan ringan yang masih kami tangani. Rata-rata korban berasal dari daerah Bukit Batabuah dan Sungai Pua Kabupaten Agam," sebutnya.

Ketua Tagana Padang Panjang Ferix Sonanda mengungkapkan beberapa nama korban meninggal dunia yang telah teridentifikasi hingga saat ini.

"Sementara yang teridentifikasi identitasnya ada sembilan perempuan dan tiga laki-laki," kata Ferix.

Identitas korban yang sudah terdata antaranya:

  1. Adek Hendra (40 tahun) asal Bukik Batabuah.
  2. Adila (57 tahun) alamat Payakumbuh.
  3. Resfanel (35 tahun) asal Simpang Bukik.
  4. Suryani (52 tahun) asal Galuang.
  5. Syaukani Sani (56 tahun) asal Kapalo Koto.
  6. Maryam M Akbar (8 tahun) asal Simpang Bukik.
  7. Warni Bahar (64 tahun) dari Simpang Bukik.
  8. Shanum (3 tahun) dari Simpang Bukik.

Pencarian Korban Masih Terus Dilakukan

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari melaporkan petugas gabungan yang dikoordinasikan oleh BPBD Kabupaten Agam masih melakukan upaya-upaya penanganan darurat bencana, sehingga belum semua korban teridentifikasi atau bahkan bisa kembali bertambah.

Abdul menambahkan, saat ini petugas juga sedang melakukan penanganan medis darurat terhadap tujuh orang warga di Kecamatan Canduang yang mengalami luka-luka pada tubuhnya akibat terkena material yang terbawa banjir.

"Untuk Kecamatan Sungai Pua, dari empat baru tiga orang korban meninggal yang telah teridentifikasi. Untuk semua korban luka sudah dilarikan ke rumah sakit," ujarnya dikutip Antara di Jakarta, Minggu (12/4/2024).

Pusdalops BNPB menerima laporan dalam proses penanganan darurat bencana yang sedang berlangsung, ada lebih dari seratus orang warga dari tiga kecamatan yakni Canduang, Sungai Pua dan IV Koto yang dilanda bencana​​​​​ sudah dievakuasi ke tempat aman.

Dari jumlah itu dipastikan ada sebanyak 60 orang warga Kecamatan IV Koto yang dievakuasi ke pengungsian sementara di kawasan SMPN 1 Koto Tuo oleh petugas gabungan yang terdiri atas personel BPBD, Basarnas, TNI/Polri setempat.

Menurut dia, para warga itu dievakuasi ke pengungsian sehingga lebih aman setelah ratusan unit rumah dan lingkungan sekitar mereka tergenang banjir bandang, Sabtu (11/5) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

"Untuk jumlah pasti dampak kerusakan pada rumah, bangunan, ataupun fasilitas publik dan lahan pertanian saat ini masih proses pemuktahiran," imbuhnya.

Proses evakuasi dan pencarian orang hilang hingga saat ini masih dilakukan di Bukit Batabuah Kabupaten Agam. Ratusan warga tampak memadati lokasi bencana ini. Selain menimbulkan korban jiwa kerusakan parah juga terjadi pada tempat tinggal masyarakat sekitar aliran banjir bandang.

Akses Jalan Padang ke Bukittinggi Putus

Kepolisian Resor (Polres) Padang Pariaman memastikan akses jalan nasional dari arah Kota Padang menuju Kota Bukittinggi dan sebaliknya via Kabupaten Padang Pariaman terputus pascabanjir lahar dingin pada Minggu (12/5/2024) dini hari.

"Saya pastikan jalan di Lembah Anai putus. Artinya masyarakat tidak bisa mengakses jalan dari Padang Pariaman atau Kota Padang menuju Bukittinggi melewati Air Terjun Lembah Anai," kata Kapolres Padang Pariaman AKBP Ahmad Faisol dikutip Antara di Padang Pariaman, Sumbar, Minggu (13/4/2024).

AKBP Faisol mengatakan hujan deras pada Sabtu (11/5) malam menyebabkan banjir lahar dingin di sejumlah titik. Imbasnya ruas jalan nasional tepatnya di sekitar Air Terjun Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar ambles dan terputus.

"Saya pastikan masyarakat tidak bisa melintasi jalur Air Terjun Lembah Anai karena jalannya ambles," kata dia mengingatkan. Bagi masyarakat yang ingin menuju Kota Bukittinggi, Kapolres menyarankan untuk melalui jalur Kelok 44 atau Danau Maninjau Kabupaten Agam. Selain itu, pengendara juga dapat melintasi jalur alternatif via Malalak, Kabupaten Agam dan via Sitinjau Lauik.

"Kami sarankan masyarakat melewati Kelok 44 dan Sitinjau Lauik," saran dia.

Terpisah, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi memerintahkan Rumah Sakit Achmad Muchtar Bukittinggi untuk menerima semua korban bencana yang dirujuk tanpa terkecuali.

"Semua korban harus diterima dan diberikan perawatan. Soal biaya, nanti pemerintah daerah akan mencarikan solusi," kata Gubernur. Berdasarkan data sementara, banjir yang melanda tiga daerah di Sumbar masing-masing Kabupaten Agam, Tanah Datar dan Kota Padang Panjang mengakibatkan banyak korban jiwa dan luka-luka.

RSAM Bukittinggi merupakan salah satu rumah sakit rujukan yang relatif dekat dari lokasi bencana di tiga daerah tersebut.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR