Perayaan Imlek ternyata berbeda dengan Cap Go Meh. Sebagian orang sering keliru dalam membedakan keduanya.
Padahal, Imlek dan Cap Go Meh dirayakan dalam waktu yang berbeda, walaupun masih dalam satu rangkaian.
Satu rangkaian bermaksud bahwa Cap Go Meh dan Imlek merupakan hari peringatan pergantian tahun dalam kalender Tionghoa, namun keduanya adalah dua hari yang berbeda.
Bedanya Imlek dan Cap Go Meh
Imlek atau Tahun Baru Cina ini berdasarkan penanggalan bulan yang jaraknya tidak terlalu jauh dengan Tahun Baru Masehi.
Imlek menjadi perayaan penting bagi masyarakat Tiongkok. Mereka akan memanfaatkan waktu untuk berkumpul bersama keluarga.
Lain halnya dengan Cap Go Meh yang merupakan bagian dari perayaan Imlek.
Dalam bahasa Hokkien, Cap Go Meh memiliki arti malam kelimabelas. Artinya, Cap Go Meh jatuh di hari ke-15 pasca Imlek menurut penanggalan Cina.
Perayaan Imlek dan Cap Go Meh pun berbeda. Jika biasanya orang Tionghoa akan datang ke Klenteng atau Vihara untuk berdoa pada saat Imlek, maka pada saat Cap Go Meh mereka akan mengadakan pertunjukan barongsai atau lampion.
Setelah itu, mereka dapat berkumpul bersama untuk menikmati hidangan wajib rangkaian perayaan Imlek yaitu kue keranjang.
Perayaan Cap Go Meh di Indonesia
Latar belakang masyarakat Indonesia yang multikultur ini membuat perayaan keagamaan selalu unik dan ramai penonton.
Untuk mengakhiri Imlek, masyarakat Tionghoa di Indonesia biasanya menggelar acara perayaan Cap Go Meh.
Berikut beberapa euforia perayaan Cap Go Meh di berbagai daerah di Indonesia:
1. Kirab Budaya Ruwat Bumi di Salatiga
Untuk merayakan Cap Go Meh, masyarakat Salatiga biasanya akan mengarak patung Dewa menggunakan tandu keliling kota.
Tak hanya arak-arakan patung Dewa, acara Kirab Budaya Ruwat Bumi di Salatiga juga seringkali menghadirkan kesenian lain seperti Barongsai, Liong, hingga Reog Ponorogo.
2. Parade tatung di Singkawang
Tatung dipercaya sebagai manusia pilihan Dewa yang akan membantu mencapai kedamaian serta menjaga dari gangguan makhluk lain.
Pada parade ini, para tatung akan melakukan atraksi seperti menekan perut dan kaki menggunakan parang hingga memakan pecahan kaca lampu neon.
3. Berziarah ke Pulau Kemaro, Palembang
Kegiatan ini dilangsungkan di Klenteng Hok Tjing Rio, Palembang. Para peziarah yang datang ke klenteng ini biasanya akan melakukan ibadah dan berdoa.
Pada hari perayaan Cap Go Meh, para peziarah akan disuguhkan dengan pertunjukan Barongsai hingga wayang orang.
Kira-kira besok daerah mana saja di Indonesia yang akan menggelar acara Cap Go Meh dengan meriah?
