Advertisement

Mengenal Body Dysmorphia, Gangguan Mental Akibat Insecure Berlebihan

02 June 2023 10:34 WIB

thumbnail-article

Ilustrasi orang-orang yang merasa insecure saat berkaca. Sumber: Freepik. .

Penulis: Rusti Dian

Editor: Margareth Ratih. F

Body dysmorphia atau atau gangguan dismorfik tubuh  adalah sebuah gangguan kesehatan mental di mana seseorang tak bisa berhenti memikirkan satu atau lebih cacat atau kekurangan yang dirasakan dalam tubuh dan penampilannya. Padahal, kekurangan tersebut sangatlah kecil dan belum tentu terlihat oleh orang lain.

Semua orang tentu memiliki kondisi tubuh dan penampilan yang unik dan berbeda. Namun, pengidap body dysmorphia menganggap keunikan tersebut sebagai kekurangan atau kecacatan. 

Anggapan itu kemudian membuat pengidap body dysmorphia disorder akan memikirkan segala cara untuk mengubah apa yang menurutnya kurang.

Pengidap body dysmorphia akan menjadi pribadi yang sangat mementingkan citra tubuh dan merasa cemas, malu dan gelisah karena memikirkan cacat penampilan dan tubuhnya. Kegelisahan ini ditunjukkan dengan berulang kali mengecek bagian yang dianggap cacat di cermin, berusaha untuk menutupi kekurangannya dengan kosmetik atau pakaian, bahkan menghindari aktivitas sosial.

Hal ini tentu saja membawa dampak pada tindakan dan pikiran pengidapnya hingga menurunkan kualitas hidup dan berpengaruh kepada bagaimana seseorang berpikir tentang dirinya. 

Kondisi body dysmorphia cukup berbahaya karena memiliki tendensi self harm atau menyakiti diri sendiri dan bunuh diri yang cukup tinggi.

Body dysmorphia bisa menyerang siapapun, namun biasanya pengidap body dysmorphia adalah remaja dan orang dewasa. Bahkan beberapa bintang dunia seperti Megan Fox, Billie Eilish, dan Robert Pattinson pernah didiagnosis memiliki body dysmorphia.

Gejala body dysmorphia

Body dysmorphia memengaruhi bagaimana seseorang merasakan dan melihat penampilannya. Gejala dari body dysmorphia yang paling umum antara lain:

  • Menghabiskan waktu untuk memikirkan sesuatu yang dianggap kurang atau cacat meskipun sangat kecil. Bahkan orang lain seringkali tidak sadar atau tidak melihat kekurangan itu.
  • Membandingkan dengan penampilan dan tubuh orang lain.
  • Merasa perlu selalu mengecek penampilan baik menggunakan cermin atau meminta orang lain untuk menilai.
  • Menghindari berfoto atau bercermin karena merasa tertekan jika melihat kekurangannya.
  • Berulang kali berganti penampilan seperti berganti baju, model rambut, dan lain-lain
  • Merasa takut atau cemas jika orang lain melihat, atau mengejek tentang hal yang dirasa sebagai kekurangan atau cacat dalam penampilannya.
  • Merasa malu dan jijik terhadap penampilan terutama di bagian yang dianggap kurang atau cacat. Kata yang sering digunakan untuk mengekspresikan hal tersebut adalah dengan menyebut bagian tubuhnya jelek, tidak normal, dan tidak menarik.
  • Melakukan prosedur medis atau make up secara berulang untuk menutupi area yang dianggap cacat. 

Selain gejala di atas ada juga istilah muscle dysmorphia yang membuat pengidapnya memiliki perasaan negatif terhadap bentuk massa tubuhnya serta bentuk dari otot tubuhnya. 

Robert Pattinson adalah salah satu contohnya dimana ia pernah mengalami muscle dysmhorpia karena ia tidak memiliki badan sixpack.

Penyebab body dysmorphia

Penyebab dari body dysmorphia cukup beragam, dimulai dari faktor genetik di mana kondisi tertentu secara genetik yang dipersepsikan buruk oleh lingkungan sekitar bisa menimbulkan kelainan ini. 

Struktur, senyawa, dan aktivitas dalam otak juga bisa menyebabkan body dysmorphia, di mana pengidapnya memiliki satu area otak yang bekerja di atas rata-rata sehingga menyebabkan ia merasa cemas terhadap penampilannya. 

Faktor eksternal seperti dampak dari sosial media dan budaya juga bisa menyebabkan body dysmorphia. Perundungan dan kekerasan verbal atau nonverbal juga menjadi salah satu penyebab kondisi ini. 

Jika Anda memiliki gejala body dysmorphia, maka sebaiknya Anda menghubungi psikolog untuk mendapatkan bantuan profesional. Di samping kelainan ini berpotensi mengurangi kualitas hidup Anda, body dysmorphia juga memiliki tendensi self-harm dan bunuh diri yang cukup tinggi.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement