Kuliah S2 dapat menjadi pilihan untuk melanjutkan pendidikan tinggi setelah meraih gelar sarjana. Ada berbagai motivasi, mulai dari ingin mendalami ilmu atau keperluan jenjang karier. Berikut cara memilih jurusan S2 yang tepat agar bermanfaat di masa depan.
Sebagian orang mungkin merasa cukup hanya dengan meraih gelar S1. Namun, ada juga yang ingin melanjutkan studi pascasarjana atau S2. Berbagai tawaran menggiurkan bagi lulusan S2 seperti menambah pengetahuan, peluang karier lebih baik, hingga potensi gaji yang lebih tinggi.
Tingkat kesulitan pendidikan S2 pun lebih tinggi dibandingkan S1. Oleh karena itu, perlu persiapan yang matang agar tidak berhenti di tengah jalan. Sebab, waktu kuliah S2 lebih singkat dengan tugas-tugas yang nyaris tidak pernah ada habisnya. Perlu konsistensi dan ketekunan agar dapat melewati proses pendidikan pascasarjana ini.
Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum mengambil program S2. Mulai dari kesiapan finansial, fokus pada tujuan yang ingin dicapai, serta memilih jurusan yang sesuai dengan minat karier.
Cara memilih jurusan S2 yang tepat
Berikut ini sejumlah tips dan cara memilih jurusan S2 yang tepat agar tidak salah langkah dalam meniti karier ke depannya.
- Riset jurusan
Jika kamu pernah salah mengambil jurusan S1, maka sebaiknya jangan mengulangi kesalahan tersebut di S2. Sebab, kuliah S2 biasanya lebih banyak memperdalam ilmu.
Bagi kamu yang ingin berkarier di bidang akademik, usahakan memilih jurusan S2 yang linier dengan studi S1. Namun, jika ingin berkarier non akademik, kamu bisa menyesuaikan dengan rencana, baik itu linier dengan studi sebelumnya atau dengan pekerjaan yang sedang dijalani.
Riset ini akan memudahkan untuk memilih jurusan yang tepat. Kamu bisa mulai mengunjungi website kampus, platform fakultas, serta reputasi jurusan yang bersangkutan. Jika memungkinkan, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dosen atau profesional yang kamu kenal sebelum memilih jurusan yang sesuai.
- Pertimbangkan karier setelah lulus
Jurusan S2 sebisa mungkin mendukung impian karier ke depannya. Pastikan kamu telah memilih karier apa yang ingin dijalani setelah lulus.
Hal ini akan sangat menentukan saat memilih jurusan hingga menjalani perkuliahan. Dengan begitu, kamu tidak akan kebingungan untuk meniti karier.
- Pertimbangkan minat
Pilihlah jurusan S2 sesuai passion atau minat. Kamu akan jauh lebih menikmati proses perkuliahan hingga akhir. Meski begitu, kamu harus tetap mempertimbangkan peluang kariernya agar kuliahmu tidak sia-sia.
- Putuskan spesialisasi yang ingin diambil
Jika saat S1 kamu mempelajari mata kuliah secara umum, maka di S2 ini akan jauh lebih spesifik. Misalnya, ketika kamu mengambil Ilmu Komunikasi, maka kamu akan langsung diarahkan untuk memilih konsentrasi strategis atau kajian media.
Keduanya memiliki pendekatan yang berbeda ketika kuliah. Bahkan, semua project atau penelitian yang dilakukan harus sudah sejalan dengan konsentrasi yang dipilih. Oleh karena itu, kamu perlu memutuskan spesialisasi yang ingin diambil sejak awal.
- Pertimbangkan biaya dan peluang beasiswa
Setiap jurusan S2 memiliki biaya yang berbeda. Kamu bisa mempertimbangkan biaya yang dibutuhkan untuk jurusan yang dipilih. Mengingat biaya S2 tidak sedikit, terlebih saat menjalani penelitian atau mengerjakan project.
Jangan ragu untuk mencari peluang beasiswa. Setidaknya program ini mampu mengurangi beban biaya yang harus ditanggung selama kuliah.
