Cara meng-qodho sholat perlu diketahui oleh setiap umat Islam lantaran salat merupakan sebuah kewajiban yang harus dijalankan tanpa boleh terlewat barang satu salat pun.
Qodho (qada, dalam bahasa Indonesia) merupakan keringanan agar umat Islam dapat beribadah meskipun dalam keadaan yang sulit.
Sebelum mengetahui cara mengqada salat dan bacaan niatnya, berikut adalah penjelasan mengenai apa itu qada dalam melaksanakan salat fardu.
Penjelasan qodho sholat
Sebelum kita membahas cara mengqada salat kita perlu memahami apa itu qada.
Melansir dari NU Online, Mustafa al-Khin dan Musthafa al-Bugha dalam kitab al-Fiqh al-Manhaji ‘ala Madzhabi Imam al-Syafi’i menjelaskan qada dalam salat sebagai berikut:
وأما القضاء: فهو تدارك الصالة بعد خروج وقتها، أو بعد أن ال يبقى من وقتها ما يسع ركعة فأكثر وإال فهي أداء
Artinya: “Adapun qada (dalam salat) ialah melaksanakan salat sesudah habisnya waktu, atau sesudah waktu yang tidak mencukupi untuk menyelesaikan satu rakaat atau lebih. Kondisi sebaliknya disebut adâ’.”
Sesuai penjelasan tersebut, qada merupakan kemudahan bagi umat Islam apabila terlupa atau tidak sengaja meninggalkan salat fardu.
Dengan melaksanakan salat qada, maka salat yang terlupa atau terlewat tadi tidak dianggap dosa.
Hal tersebut sesuai dengan hadis Nabi Muhammad yang diriwayatkan Imam Bukhari berikut. Dalam hadis tersebut, Rasulullah saw. bersabda:
من نام عن صالة أو نسيها فليصلها إذا ذكرها، ال كفارة لها إال ذلك
Artinya: “Barangsiapa meninggalkan shalat karena tertidur atau lupa, maka laksanakanlah salat saat ia ingat. Tidak ada denda baginya kecuali hal tersebut.”
Niat qodho sholat fardu
Sebagaimana salat fardu dan ibadah pada umumnya, mengqada salat harus diawali dengan niat. Berikut bacaan niat qada salat fardu berdasarkan lima waktu salat fardu dalam sehari.
1. Niat qada salat Subuh
أصلي فرض الصبح ركعتين مستقبل القبلة قضاء لله تعالى
Ushallii fardash-Shubhi rak’ataini mustaqbilal qiblati qodho’an lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Saya (berniat) mengerjakan salat fardu Subuh sebanyak dua rekaat dengan menghadap kiblat serta qada karena Allah Ta’ala.”
2. Niat qada salat Zuhur
أصلي فرض الظهر أربع ركعات مستقبل القبلة قضاء لله تعالى
Usholli fardhoz zuhri arba’a roka’atin mustaqbilal qiblati qodho’an lillahi ta’ala.
Artinya: “Saya (berniat) mengerjakan salat fardu Zuhur sebanyak empat rekaat dengan menghadap kiblat serta qada karena Allah Ta’ala.”
3. Niat qada salat Asar
أصلي فرض العصر أربع ركعات مستقبل القبلة قضاء لله تعالى
Usholli fardhol ‘ashri arba’a roka’atin mustaqbilal qiblati qodho’an lillahi ta’ala.
Artinya: “Saya (berniat) mengerjakan salat fardu Asar sebanyak empat rekaat dengan menghadap kiblat serta qada karena Allah Ta’ala.”
4. Niat qada salat Magrib
أصلي فرض المغرب ثلاث ركعات مستقبل القبلة قضاء لله تعالى
Usholli fardhol maghribi tsalatsa roka’atin mustaqbilal qiblati qodho’an lillahi ta’ala.
Artinya: “Saya (berniat) mengerjakan salat fardu Magrib sebanyak tiga rekaat dengan menghadap kiblat, serta qada karena Allah Ta’ala.”
5. Niat qada salat Isya
أصلي فرض العشاء أربع ركعات مستقبل القبلة قضاء لله تعالى
Usholli fardhol isya’i arba’a roka’atin mustaqbilal qiblati qodho’an lillahi ta’ala.
Artinya: “Saya (berniat) mengerjakan salat fardu Isya sebanyak empat rekaat dengan menghadap kiblat serta qada karena Allah Ta’ala.”
Tata cara qada salat fardu
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, tujuan mengqada salat adalah mengganti salat yang terlewat, maka jumlah rakaatnya harus sesuai dengan salat yang ditinggalkan.
Namun ada beberapa tata cara dan syarat khusus yang harus kamu ketahui sebelum melaksanakan qada salat.
1. Sirr dan jahr
Cara mengqada salat dengan bacaan salat yang dikeraskan atau jahr biasanya dilakukan saat mengganti Magrib, Isya, dan Subuh.
Sementara untuk salat Zuhur dan Asar bacaannya dilakukan secara sirr atau lirih
2. Urutan salat yang terlewat
Jika qada dilakukan untuk mengganti beberapa salat sekaligus, maka urutan salat dilakukan sesuai waktu salat.
Sebagai contoh, apabila melewatkan empat waktu salat dari siang sampai malam, maka urutas salat ketika mengqada adalah Zuhur, Asar, Magrib, dan terakhir Isya.
3. Azan dan iqamah
Mengqada salat sama halnya dengan mengerjakan salat fardu, maka dalam pengerjaannya harus diawali dengan adan dan juga iqamah.
4. Mengqada salat dengan berjemaah
Aturan mengqada salat dapat dilaksanakan secara berjemaah atau bersama-sama dengan orang yang juga melewatkan salat fardu.
Hal tersebut dapat dilakukan dengan catatan orang-orang tersebut melewatkan salat fardu yang sama.
