Cerita Unik Akibat Kemacetan Parah MT Haryono Gatot Subroto Imbas KTT Asean

9 September 2023 13:09 WIB

Narasi TV

Ini penjelasan Dirlantas Polda soal mobil patroli terobos delegasi

Penulis: Moh. Afaf El Kurniawan

Editor: Indra Dwi Sugiyanto

Kemacetan telah melanda berbagai wilayah akibat rekayasa lalu lintas yang diterapkan selama KTT ke-43 ASEAN di Jakarta. Warga Jakarta pun merasakan dampak dari kemacetan ini, bahkan ada yang memutuskan untuk beralih ke transportasi umum.

Selama pelaksanaan KTT ASEAN ke-43 pada tanggal 5-7 September 2023 lalu, beberapa perubahan dalam lalu lintas di beberapa jalan di Jakarta telah diberlakukan. Warga dihimbau untuk mencari rute alternatif ketika hendak melintasi area yang terkena dampak perubahan ini.

Pihak TMC Polda Metro Jaya menginformasikan melalui akun Instagram mereka, "Info lalu lintas dan jalur alternatif dalam rangka pelaksanaan kegiatan KTT ASEAN ke-43 di Jakarta Hari Rabu tanggal 06 September 2023. Pengalihan arus bersifat situasional."

Rute pengalihan arus lalu lintas meliputi

  •  Jalan MH. Thamrin-Jalan Jenderal Sudirman (dari Bundaran Patung Kuda sampai Bundaran Senayan).
  • Jalan HR Rasuna Said dari lampu lalu lintas Cokro sampai lampu lalu lintas Kuningan.
  • Jalan Gatot Subroto (dari lampu lalu lintas Kuningan sampai lampu lalu lintas Slipi), serta Jalan Imam Bonjol sampai Bundaran Hotel Indonesia.

Pengalihan arus lalu lintas terjadi pada pagi dan sore hari, yaitu sekitar pukul 07.00-10.00 WIB untuk pagi hari, dan pukul 16.00-22.00 WIB untuk sore hari.

Kemacetan ini berdampak pada beberapa ruas jalan, seperti Jalan MT Haryono hingga Jalan Jenderal Sudirman. Beberapa warga Jakarta pun berbagi pengalaman mereka terjebak dalam kemacetan tersebut.

Ada yang bahkan rela turun dari kendaraan pribadi mereka dan beralih ke angkutan umum. Ini adalah beberapa cerita warga Jakarta mengenai pengalaman mereka terjebak dalam kemacetan:

Rela Turun dari Mobil dan Beralih ke MRT

Kakak beradik, Ratri (55) dan Metri (54), bercerita bahwa mereka rela turun dari mobil mereka akibat terjebak dalam kemacetan. Keduanya berasal dari Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan sedang berkunjung ke Jakarta.

Awalnya, Ratri dan Metri berencana pergi dari Bekasi menuju Bundaran HI dengan mobil pribadi yang dikemudikan oleh sopir mereka. Namun, mereka memilih untuk beralih ke MRT karena mobil mereka terjebak dalam kemacetan.

Pengguna TransJakarta Terjebak Selama Satu Jam

Salah satu pengguna TransJakarta bernama Rani mengaku terjebak dalam kemacetan selama satu jam. Rani berangkat dari Jakarta Barat menuju Smesco Indonesia, Jakarta Selatan.

Jarak tempuh yang biasanya ditempuh oleh Rani dari tempat tinggalnya di Jakbar ke Smesco adalah sekitar 30 menit. Namun, hari ini, perjalanan tersebut memakan waktu 1 jam akibat kemacetan.

Pengemudi Ojol Mengeluhkan Kemacetan

Pengemudi ojek online (ojol) juga merasakan dampak kemacetan di Jalan Gatot Subroto. Salah satu pengemudi ojol yang bernama Hadi berangkat dari Cawang menuju Kuningan.

Hadi mengaku terjebak dalam kemacetan selama 1 jam. Biasanya, jarak yang ditempuhnya dari Cawang ke Kuningan hanya memakan waktu 30 menit selama jam sibuk.

Warga yang Lebih Memilih Naik LRT-MRT

Seorang warga bernama Andi memilih untuk menggunakan transportasi umum agar tidak terjebak dalam kemacetan parah di jalan. Dia merasa beruntung karena Jakarta memiliki Layanan Kereta Rel Terpadu (LRT) sebagai opsi transportasi saat bepergian.

Topik:

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR