Cisgender adalah orang yang identitas gendernya sesuai dengan jenis kelamin yang dimiliki atau diidentifikasi saat lahir. Istilah ini memberi kesan adil dan inklusif akan pengalaman gender setiap orang. Sebelum memaknai lebih jauh, kamu harus memahami dulu apa itu jenis kelamin dan identitas gender yang ditetapkan saat lahir.
Jenis kelamin adalah sebutan bagi kategori hormon, kromosom, dan alat kelamin yang dimiliki seseorang. Maka, jenis kelamin umumnya adalah laki-laki atau perempuan. Laki-laki memiliki kromosom XY dan hormon testosteron, sedangkan perempuan memiliki kromosom XX dan hormon estrogen.
Lain halnya dengan gender yang berasal dari pemahaman internal seseorang terhadap diri sendiri, terlepas dari tubuh secara fisik. Gender lebih kepada pemahaman tentang perilaku, perasaan, pikiran, dan keinginan.
Asal mula istilah cisgender
“Cis” berasal dari bahasa Latin berarti “di sisi ini”. Istilah cisgender pertama kali muncul dalam artikel jurnal akademik tahun 1990-an. Cisgender kemudian populer digunakan sekitar tahun 2007 ketika Ahli Teori Transgender, Julia Serano mendiskusikan dalam buku berjudul Whipping Girl.
Perlu dipahami bahwa cisgender lebih menjelaskan jenis kelamin daripada orientasi seksual. Oleh karena itu, cisgender tidak sama dengan istilah straight. Straight atau lurus adalah istilah yang merujuk pada orientasi seksual seseorang.
Untuk memudahkan dalam memahaminya, kita bisa menggunakan contoh ketika ada 2 orang laki-laki yang sama-sama cisgender. Namun, keduanya bisa jadi memiliki orientasi seksual yang berbeda: heteroseksual dan homoseksual (gay).
Perbedaan dengan transgender
Dalam bahasa Latin, “trans” berarti “di sisi lain”. Artinya, transgender memiliki definisi yang berbeda dari cisgender. Transgender atau sering disebut trans adalah istilah yang menggambarkan seseorang dengan identitas gender berbeda dari jenis kelamin ketika mereka lahir.
Beberapa transgender mengubah tubuh mereka melalui terapi hormon, operasi, dan cara-cara lainnya. Apabila ada orang yang ditetapkan sebagai perempuan, namun ia mengidentifikasi dan hidup sebagai laki-laki dan ingin mengubah tubuh mereka menjadi laki-laki, maka ia disebut female to male atau FTM.
Sebaliknya, jika ada orang yang ditetapkan sebagai laki-laki, namun ia mengidentifikasi dan hidup sebagai perempuan dan ingin mengubah tubuh mereka menjadi perempuan, maka ia disebut male to female atau MTF.
Cara mendukung identitas gender lain
Terlepas dari kritik terhadap cisgender yang dianggap menciptakan perbedaan dengan transgender dan menghambat penerimaannya di masyarakat, berikut cara yang bisa kamu lakukan untuk mendukung dan menghormati beragam identitas gender di sekitarmu:
- Jangan membuat asumsi tentang identitas seseorang
Kamu tidak akan tahu identitas gendernya sampai mereka memberitahumu. Ingat bahwa gender beraneka ragam. Istilah perempuan dan laki-laki ini termasuk istilah biner.
Namun, ada pula istilah non-biner yang tidak mengacu pada dua jenis biner tersebut. Non-biner di antaranya adalah genderfluid, agender (tanpa gender), genderqueer, dan lain sebagainya.
- Hindari menggunakan pronomina gender tertentu tanpa bertanya
Hindari menggunakan sapaan seperti “mbak”, “mas”, “bapak”, “ibu”, dan sejenisnya, apalagi kepada orang yang baru saja kamu kenal. Coba untuk mengganti sapaan gender tersebut dalam sapaan yang lebih netral, contohnya “kak”. Akan lebih baik lagi jika kamu bertanya terlebih dahulu kepada yang bersangkutan, sapaan seperti apa yang ia kehendaki.
- Ingat bahwa semua identitas gender memiliki hak yang sama
Istilah cisgender atau transgender adalah cara mendeskripsikan seseorang, bukan untuk mendiskriminasi hak-haknya sebagai manusia.
Semoga informasi ini bermanfaat.
