Advertisement

Dianggap Kurang Seru, Berikut Rangkuman Debat Kedua Pilkada Jakarta 2024

28 October 2024 20:29 WIB

thumbnail-article

Pasangan cagub dan cawagub DKI Jakarta nomor urut 1 Ridwan Kamil (kiri) dan Suswono (kanan) menyampaikan visi-misi pada debat kedua Pilkada DKI Jakarta 2024 di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta, Minggu (27/10/2024). (Sumber: ANTARA FOTO/Fauzan) .

Penulis: Kitin Aprilia

Editor: Rizal Amril

Debat kedua Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2024 digelar pada Minggu (27/10/2024) di Ecovention, Beach City International Stadium (BCIS), Ancol,  Jakarta Utara. 

Debat kedua ini menampilkan tiga pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur (cagub-cawagub) nomor urut 1 Ridwan Kamil-Suswono (RIDO), nomor urut 2 Dharma Pongrekun-Kun Wardana (Dharma-Kun), dan nomor urut 3 Pramono- Rano.

Dipandu oleh Frisca Clarissa dan Rivana Pratiwi selaku moderator, debat kedua ini menyoroti masalah terkait “Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial”. Topik ini memayungi beberapa subtema seperti infrastruktur terintegrasi dan pelayanan dasar prima, pendidikan dan kesehatan penanganan ketimpangan sosial, pembangunan ekonomi digital dan UMKM, pariwisata dan ekonomi kreatif, dan inflasi bahan pokok.

Selama debat berlangsung, masyarakat Indonesia mengamati dan mengomentari apa yang terjadi di dalam debat tersebut. 

Di platform media sosial X, banyak warganet yang menyoroti pernyataan para paslon. Mereka menganggap apa yang disampaikan ketiga paslon kurang seru. Bahkan ada yang mengatakan jika paslon tersebut tak berhasil menyampaikan gagasan mereka dan terkesan asal bunyi atau asbun.

Lalu bagaimana rangkuman debat kedua Pilkada Jakarta 2024 ini. Marik simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Rangkuman hasil debat kedua Pilkada Jakarta 2024

Dilansir dari Antara, berikut rangkuman hasil debat dari masing-masing soal subtopik.

1. Jawaban terkait sistem zonasi

Terkait dengan pemaparan strategi peningkatan pemerataan akses pendidikan di Jakarta, ketiga cawagub menyatakan sepakat untuk mempertahankan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). 

Suswono menyatakan bahwa perlu mempertahankan sistem zonasi tetapi dengan catatan dibutuhkan peningkatan standar mutu guru. 

Dia juga menambahkan pemerataan pendidikan perlu dilakukan dengan cara menggratiskan sekolah negeri dan swasta.

Di sisi lain, Kun Wardana menyatakan pentingnya peningkatan jumlah sekolah SMP dan SMA/SMK di kelurahan yang masih kekurangan. 

Ia juga menegaskan perlunya peningkatan kesejahteraan guru atau tenaga pendidikan, termasuk guru honorer untuk bisa ditingkatkan menjadi PPPK.

Tak jauh dengan jawaban kedua cawagub sebelumnya, Rano pun menyebutkan sistem zonasi masih dapat diberlakukan dengan catatan baik sekolah negeri maupun swasta harus digratiskan.

2. Jawaban terkait masalah Pasar Tanah Abang

Pertanyaan kedua terkait revitalisasi Pasar Tanah Abang yang menyoroti penurunan pengunjung dan omzet pedagang pasar tradisional yang menurun karena adanya peningkatan tren belanja online

Cagub Ridwan Kamil berencana untuk menggelar festival skala internasional di Tanah Abang. Ini merupakan strategi untuk membawa orang-orang datang kembali ke Tanah Abang. Ia juga berencana memanfaatkan area kosong di Pasar Tanah Abang sebagai hunian, khususnya hunian bagi Gen Z.

Sedangkan Dharma Pongrekun menyatakan pandemi COVID-19 berdampak besar terhadap Tanah Abang. 

Demi mengatasi masalah di pasar Tanah Abang dia telah menyiapkan program Getok Tular Adab yang memungkinkan pedagan untuk bekerja dari rumah dengan menggunakan aplikasi berbasis sistem blockchain.

Di sisi lain, Pramono Anung menyatakan setidaknya ada 3 program untuk mengatasi masalah di Tanah Abang, salah satunya adalah penguatan promosi produk lokal dengan tujuan produk lokal tersebut mampu bersaing di kancah pasar global. 

Sedangkan dua program lainnya terkait dengan penguatan sumber daya manusia di dalamnya, yakni pemberian pelatihan kepada para pedagang terkait pengemasan dan pemasaran, dan juga peningkatan akses permodalan bagi para pedagang di Tanah Abang.

3. Jawaban soal inflasi dan rantai pasok

DKI Jakarta 2024 menghadapi tantangan inflasi dan panjangnya rantai pasok pangan yang membuat masyarakat Jakarta sulit mendapatkan bahan pangan dengan harga yang terjangkau.

Suswono menekankan pentingnya menjalin kerja sama dengan daerah-daerah penghasil pangan untuk mencari sumber yang dapat memenuhi kebutuhan bahan pokok. 

Kerja sama ini dapat dilakukan dengan dua cara, yakni kontrak langsung antarperusahaan atau dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Masih selaras dengan inovasi yang sebelumnya telah dipaparkan tentang blockchain, Kun Wardana menyatakan perlunya pengendalian rantai pasok dengan melakukan digitalisasi dengan konsep blockchain

Dia berpendapat perlunya inovasi dalam mengelola rantai pasok pangan agar terkendali. Dia juga mengimbau adanya pembangunan persawahan mandiri (urban farming).

Kemudian, Rano Karno menegaskan perlunya memperpendek rantai pasok agar harga konsumsi dapat dijangkau masyarakat.  

Dia menyatakan bahwa sistem kontrak pertanian dengan kelompok tani yang telah dilakukan Pemda DKI dapat menjadi solusi dan menciptakan pasar murah.

4. Jawaban terkait perlindungan UMKM

Terkait dengan perlindungan terhadap produk ekonomi dan kreatif lokal, ketiga cagub kompak menjanjikan pelatihan dan pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Diharapkan pelatihan dan pembinaan UMKM ini dapat menciptakan produk lokal yang mampu bersaing dengan produk impor.

Ridwan Kamil menjanjikan program pelatihan digital bagi pedagang. Untuk meningkatkan pendapatan dan meramaikan perdagangan di pasar-pasar tradisional yang mulai sepi. 

Dia juga menjanjikan bahwa seluruh pusat perbelanjaan di Jakarta wajib untuk memajang produk UMKM sebesar 30 persen dari seluruh produknya.

Di sisi lain, Dharma Pongrekun, melalui Tim Ekonomi Adab menjanjikan pembinaan UMKM baru dan UMKM yang tengah berjuang menghadapi kesulitan. 

Dia juga berniat memperkenalkan program Getok Tular Adab dengan tujuan tak hanya membina produsen tetapi juga konsumen agar lebih menggunakan produk UMKM.

Pramono Anung sendiri menjanjikan hal yang hampir sama dengan memberikan pelatihan kepada para pedagang lokal agar mampu bersaing di pasar global. 

Namun, tak hanya pelatihan, Pramono juga menjanjikan penguatan dalam permodalan yang ditujukan khusus UMKM agar mampu mandiri.

5. Peningkatan ekonomi Kepulauan Seribu

Salah satu yang menjadi sorotan dalam debat kedua ini adalah peningkatan ekonomi dari Kepulauan Seribu. Untuk kasus ini masing-masing paslon memiliki program yang berbeda dan menyasar ranah yang berbeda.

Pertama, cagub Dharma Pongrekun berencana memperkenalkan program desalinasi sebagai solusi untuk mengatasi masalah kurangnya sumber air bersih di Kepulauan Seribu. Dia juga merancang program terkait pembudidayaan rumput lain sebagai sumber bioenergi. Hasil budidaya tersebut juga nantinya dapat digunakan untuk mengumpulkan dana yang dapat digunakan untuk proyek desalinasi.

Berbeda dengan program Dharma, Rano Karno lebih menyoroti program revitalisasi tempat wisata Jakarta, termasuk Kepulauan Seribu. 

Ia menekankan pada persoalan yang harus dibenahi di Kepulauan Seribu untuk meningkat kunjungan wisatawan. Dia juga menyebutkan adanya kendala dalam transportasi air dan akses air bersih yang perlu segera dicarikan solusinya.

Sementara itu, Ridwan Kamil memiliki rencana untuk membangun Disneyland di Kepulauan Seribu, yang sebelumnya pernah dia katakan akan dibangun di Cikarang. 

Ridwan menyatakan meski terdengar seperti imajinasi, impian seperti ini harus dimiliki seorang pemimpin karena baginya pemimpin tanpa imajinasi adalah pemimpin yang buruk.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement