7 Dosa Besar yang Tidak Diampuni Allah SWT Berdasarkan Hadis Nabi

9 September 2023 06:09 WIB

Narasi TV

Ilustrasi Al-Qur'an, kitab yang menjelaskan terdapat dosa besar yang tidak diampuni oleh Allah Swt. (Sumber: Pexels/Alena Darmel)

Penulis: Elok Nuri

Editor: Rizal Amril

Allah Swt. merupakan Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Pengampun, terdapat dosa-dosa besar yang tidak diampuni Allah Swt. jika dilakukan.

Penjelasan dosa besar ini pernah disinggung oleh Allah Swt. dalam firmanNya surat An Nisa ayat 31:

 إِن تَجْتَنِبُوا۟ كَبَآئِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّـَٔاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُم مُّدْخَلًا كَرِيمًا

Artinya: Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami memasukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).

Dosa besar yang tidak diampuni oleh Allah Swt.

Berdasarkan hadis Nabi Muhammad saw. yang diriwayatkan oleh Bukhari, dijelaskan bahwa terdapat tujuh dosa yang harus dihindari. Rasulullah saw. bersabda:

عن أبي هريرة رضي الله عنه مرفوعاً: "اجتنبوا السبع المُوبِقَات، قالوا: يا رسول الله، وما هُنَّ؟ قال: الشركُ بالله، والسحرُ، وقَتْلُ النفسِ التي حَرَّمَ الله إلا بالحق، وأكلُ الرِّبا، وأكلُ مالِ اليتيم، والتَّوَلّي يومَ الزَّحْفِ، وقذفُ المحصناتِ الغَافِلات المؤمنات

Artinya: “Jauhilah tujuh (dosa) yang merusak! Para sahabat bertanya, ‘Rasulullah apakah itu?’ Beliau menjawab, ‘syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang Allah diharamkan, memakan riba, memakan harta anak yatim, berpaling dari perang, menuduh zina terhadap wanita-wanita yang menjaga kehormatan.’” (HR. Bukhari).

Berdasarkan hadis Rasulullah di atas, berikut penjelasan ketujuh dosa yang harus dihindari umat muslim:

1. Syirik kepada Allah Swt.

Syirik adalah keyakinan, perbuatan, dan perkataan yang menyekutukan Allah swt. 

Perbuatan syirik adalah suatu perbuatan yang memutuskan hubungan antara Allah dan hambanya, maka tidak ada ampunan bagi hambanya apabila sewaktu meninggal dunia ini mereka dalam keadaan syirik.

2. Sihir

Dosa besar selanjutnya yang tidak diampuni oleh Allah Swt. adalah melakukan sihir. 

Dalam Al-Qur’an ditemukan ayat-ayat yang membicarakan tentang sihir, seperti pada surah Al-Baqarah ayat 102 berikut:

وَاتَّبَعُوۡا مَا تَتۡلُوا الشَّيٰطِيۡنُ عَلٰى مُلۡكِ سُلَيۡمٰنَ‌‌ۚ وَمَا کَفَرَ سُلَيۡمٰنُ وَلٰـكِنَّ الشَّيٰـطِيۡنَ كَفَرُوۡا يُعَلِّمُوۡنَ النَّاسَ السِّحۡرَ وَمَآ اُنۡزِلَ عَلَى الۡمَلَـکَيۡنِ بِبَابِلَ هَارُوۡتَ وَمَارُوۡتَ‌ؕ وَمَا يُعَلِّمٰنِ مِنۡ اَحَدٍ حَتّٰى يَقُوۡلَاۤ اِنَّمَا نَحۡنُ فِتۡنَةٌ فَلَا تَكۡفُرۡؕ‌ فَيَتَعَلَّمُوۡنَ مِنۡهُمَا مَا يُفَرِّقُوۡنَ بِهٖ بَيۡنَ الۡمَرۡءِ وَ زَوۡجِهٖ‌ؕ وَمَا هُمۡ بِضَآرِّيۡنَ بِهٖ مِنۡ اَحَدٍ اِلَّا بِاِذۡنِ اللّٰهِ‌ؕ وَيَتَعَلَّمُوۡنَ مَا يَضُرُّهُمۡ وَلَا يَنۡفَعُهُمۡ‌ؕ وَلَقَدۡ عَلِمُوۡا لَمَنِ اشۡتَرٰٮهُ مَا لَهٗ فِى الۡاٰخِرَةِ مِنۡ خَلَاقٍ‌ؕ وَلَبِئۡسَ مَا شَرَوۡا بِهٖۤ اَنۡفُسَهُمۡ‌ؕ لَوۡ کَانُوۡا يَعۡلَمُوۡنَ

Artinya: “Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman. Sulaiman itu tidak kafir tetapi setan-setan itulah yang kafir, mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri Babilonia yaitu Harut dan Marut. Padahal keduanya tidak mengajarkan sesuatu kepada seseorang sebelum mengatakan, "Sesungguhnya kami hanyalah cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kafir." Maka mereka mempelajari dari keduanya (malaikat itu) apa yang (dapat) memisahkan antara seorang (suami) dengan istrinya. Mereka tidak akan dapat mencelakakan seseorang dengan sihirnya kecuali dengan izin Allah. Mereka mempelajari sesuatu yang mencelakakan, dan tidak memberi manfaat kepada mereka. Dan sungguh, mereka sudah tahu, barangsiapa membeli (menggunakan sihir) itu, niscaya tidak akan mendapat keuntungan di akhirat. Dan sungguh, sangatlah buruk perbuatan mereka yang menjual dirinya dengan sihir, sekiranya mereka tahu.”

3. Membunuh jiwa yang Allah diharamkan

Membunuh adalah menghilangkan nyawa seseorang dari jasadnya dengan sengaja, baik karena dendam, iri hati, fitnah maupun karena yang lain yang tidak dibenarkan oleh Allah.

4. Memakan riba

Memakan riba adalah salah satu perbuatan dosa besar. Islam mengharamkan riba sebagaimana firman Allah dalam surah Al-Imran ayat 130 berikut:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَأْكُلُوا الرِّبٰوٓا اَضْعَافًا مُّضٰعَفَةً ۖوَّاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَۚ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.”

5. Memakan harta anak yatim

Dalam ajaran Islam, anak yatim merupakan golongan masyarakat yang perlu dilindungi.

Allah Swt. bahkan menjelaskan bahwa bersedekah kepada anak yatim adalah salah satu keutamaan bersedekah.

Oleh karenanya, dalam surah an-Nisa’ ayat 10 berikut, Allah melindungi anak yatim melalui firmanNya berikut.

اِنَّ الَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ اَمْوَالَ الْيَتٰمٰى ظُلْمًا اِنَّمَا يَأْكُلُوْنَ فِيْ بُطُوْنِهِمْ نَارًا ۗ وَسَيَصْلَوْنَ سَعِيْرًا ࣖ 

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api dalam perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).” 

6. Melarikan diri pada saat perang

Islam mewajibkan umatnya untuk memelihara, menjaga, mempertahankan, dan membela agamanya.

7. Menuduh zina terhadap wanita-wanita yang menjaga kehormatan

Menuduh zina terhadap perempuan yang menjaga kehormatannya dimaksudkan melakukan fitnah bahwa seorang perempuan melakukan zina tanpa bisa membuktikannya.

Orang yang melakukan dosa tersebut, sebagaimana dijelaskan dalam surah An-Nur ayat 4 berikut ini, akan mendapatkan kutukan baik di dunia maupun di akhirat kelak.

 وَالَّذِيْنَ يَرْمُوْنَ الْمُحْصَنٰتِ ثُمَّ لَمْ يَأْتُوْا بِاَرْبَعَةِ شُهَدَاۤءَ فَاجْلِدُوْهُمْ ثَمٰنِيْنَ جَلْدَةً وَّلَا تَقْبَلُوْا لَهُمْ شَهَادَةً اَبَدًاۚ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ ۙ

Artinya: “Dan orang-orang yang menuduh perempuan-perempuan yang baik (berzina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka delapan puluh kali, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka untuk selama-lamanya. Mereka itulah orang-orang yang fasik.”

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR