Dosa yang Azabnya Disegerakan oleh Allah: Salah Satunya Memutus Silaturahmi

28 Oktober 2023 19:10 WIB

Narasi TV

Ilustrasi seseorang menyesali perbuatan dosa yang pernah ia lakukan. (Sumber: Freepik/jcomp)

Penulis: Elok Nuri

Editor: Rizal Amril

Dosa merupakan perbuatan tercela yang dilakukan manusia dan telah melanggar perintah Allah Swt., tetapi terdapat tiga dosa yang azabnya disegerakan oleh Allah Swt. saat masih di dunia.

Tiga dosa ini telah disinggung oleh Nabi Muhammad saw. dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Abu Bakrah ra. berikut, di mana Rasulullah saw. bersabda:

 كلُّ ذنوبٍ يؤخِرُ اللهُ منها ما شاءَ إلى يومِ القيامةِ إلَّا البَغيَ، وعقوقَ الوالدَينِ، أو قطيعةَ الرَّحمِ، يُعجِلُ لصاحبِها في الدُّنيا قبلَ المَوتِ

Artinya: “Setiap dosa akan diakhirkan (ditunda) balasannya oleh Allah Swt. hingga hari kiamat, kecuali al-baghy (zalim), durhaka kepada orang tua, dan memutuskan silaturahmi, Allah akan menyegerakan di dunia sebelum kematian menjemput.” (HR Al Hakim, Al Mustadrak No 7345).

Berikut penjelasan mengenai tiga dosa yang azabnya disegerakan tersebut.

Durhaka kepada orang tua

Mengutip laman NU Online, perintah berbakti kepada orang tua telah jelas diterangkan dalam Al-Qur’an dan sunah Rasul. Begitupula larangan durhaka dan membangkan kepada orang tua. 

Durhaka kepada orang tua, terutama kepada ibu, ditetapkan balasannya sebagai salah satu dosa besar dan menjadikan amal yang lain sia-sia.

Tidak hanya itu, lebih beratnya lagi, balasan untuk orang yang durhaka kepada orang tua bentuknya bermacam-macam seperti disempitkan jalan rezeki, dijauhkan dari keberkahan, diliputi berbagai petaka serta kesedihan, dan sebagainya. 

Penjelasan tersebut sesuai dengan hadis Rasulullah saw. berikut:

 كُلُّ الذُّنُوبِ يُؤَخِّرُ اللَّهُ مِنْهَا مَا شَاءَ إِلَّا الْبَغْيَ وَقَطِيعَةَ الرَّحِمِ يُعَجِّلُهُ اللَّهُ لِصَاحِبِهِ قَبْلَ الْمَمَاتِ

Artinya: “Semua dosa diakhirkan balasannya oleh Allah sesuai kehendak-Nya kecuali dosa durhaka kepada orang tua. Dia akan menyegerakan balasan tersebut kepada pelakunya di dunia sebelum kematiannya,” (HR Al-Hakim). 

Berbuat zalim

Salah satu dosa yang azabnya disegerakan oleh Allah Swt. selanjutnya adalah berbuat zalim, perbuatan ini dapat mengotori hati, seperti memiliki sifat sombong, dengki, fitnah, dusta dan lain sebagainya. 

Oleh karenanya, Islam menggolongkan zalim sebagai salah satu dosa besar

Manusia yang memiliki sifat zalim akan mendapatkan balasan di dunia dan siksaan yang teramat pedih di akhirat, seperti yang telah dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Asy Syura ayat 42 berikut:

 إِنَّمَا السَّبِيلُ عَلَى الَّذِينَ يَظْلِمُونَ النَّاسَ وَيَبْغُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ ۚ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Artinya: “Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih.” (QS Asy-Syura: 42).

Selain itu, Allah Swt. menunda siksaan mereka dan ajal mereka, agar mereka kian bertambah zalim dan melampaui batas. Penjelasan ini telah Allah Swt. difirmankan dalam surah Ali Imran ayat 178 berikut:

 إِنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ لِيَزْدَادُوا إِثْمًا وَلَهُمْ عَذَابٌ مُّهِينٌ

Artinya: "Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi mereka azab yang menghinakan." (QS Ali Imran: 178).

Memutus silaturahmi

Allah Swt. tidak menyukai hambanya yang dengan sengaja memutuskan tali silaturahmi persaudaraan, bahkan dengan tegas Allah melarangnya.

Tidak hanya itu, Nabi Muhammad saw. juga melarang umatnya memutus silaturahmi, seperti yang dijelaskan dalam hadis dari Abu Muhammad Jubiar bin Muth’im ra berikut, di mana Rasulullah saw. bersabda:

عن أَبي محمد جُبَيْرِ بنِ مُطْعِمٍ رضي الله عنه أَنَّ رسولَ اللَّه ﷺ قَالَ: لا يَدْخُلُ الجَنَّةَ قَاطِعٌ 

Artinya: “Tidak akan masuk surga orang yang memutus (silaturahmi)." (HR Bukhari dan Muslim). 

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR