Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan berhasil menemukan dua mayat diduga korban tenggelamnya kapal KMP Tunu Pratama Jaya. Penemuan terjadi di Selat Tanjung Anjir Sembulungan, berjarak 20 mil dari titik lokasi tenggelamnya kapal. Penemuan pertama terjadi sekitar pukul 01:24 WIB oleh nelayan, dan mayat tersebut dikonfirmasi sebagai kemungkinan korban kapal yang tenggelam tersebut.
Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan Kesiapsiagaan Basarnas, Ribut Eko Suyanto, menjelaskan bahwa mayat pertama ditemukan mengenakan kaos pendek warna hitam dan celana pendek warna hitam. Setelah ditemukan, mayat tersebut kemudian dibawa ke pelabuhan perikanan di Muncar untuk selanjutnya dievakuasi ke RSUD Blambangan guna proses identifikasi lebih lanjut oleh tim Identifikasi Korban Bencana (DVI).
"Kemudian mayat diduga korban kapal tenggelam tersebut dibawa menuju ke daratan di pelabuhan perikanan di Muncar, dan selanjtunya oleh tim SAR dibawa ke RSUD Blambangan untuk dilakukan identifikasi oleh tim Identifikasi Korban Bencana -DVI," kata Eko.
Mayat kedua ditemukan pada pukul 05:30 WIB dengan ciri-ciri yang hampir serupa, juga berjenis kelamin laki-laki dan mengenakan pakaian serupa. Evakuasi dilakukan menggunakan perahu Basarnas dan Speedboat Polairud. Setelah proses evakuasi, mayat kedua pun dibawa ke darat untuk memastikan identifikasi yang akurat.
"Ciri-ciri -mayat- diduga laki-laki memakai kaos pendek warna hitam dan celana pendek warna hitam," ujar Ribur Eko Suyanto.
"Mayat ditemukan di bagian selatan Selat Bali, berjarak sekitar 20 mil ke arah selatan dari titik lokasi tenggelamnya Kapal Tunu," tambahnya.
Rincian Operasi Pencarian
Hingga saat ini, jumlah total korban yang berhasil diselamatkan mencapai 30 orang. Proses pencarian yang telah berlangsung selama beberapa hari menunjukkan titik-titik keberhasilan di dalam upaya SAR, walaupun ada sejumlah korban yang masih belum ditemukan.
Selain delapan korban yang telah ditemukan meninggal, sejumlah 27 korban lainnya masih dalam pencarian. Posko Operasi SAR di Pelabuhan Ketapang mencatat jumlah ini dan terus berupaya untuk memperluas area pencarian, sekaligus meningkatkan upaya dengan melibatkan berbagai tim dan alat.
Operasi pencarian melibatkan berbagai instansi dan sumber daya, termasuk anggota Basarnas, Polri, perikanan setempat, dan relawan. Kerjasama ini menampilkan dedikasi tinggi terhadap keselamatan dan mencari setiap kemungkinan untuk menemukan korban yang masih hilang.
Kronologi Kecelakaan Kapal Tunu
KMP Tunu Pratama Jaya mengalami kecelakaan laut di Selat Bali, tepatnya pada 3 Juli 2025, pukul 23:35 WIB. Kapal tersebut tenggelam dalam kondisi yang tidak terduga, mengakibatkan banyak penumpang dan kru terperangkap di dalam air.
Dari informasi yang diperoleh, KMP Tunu mengangkut 53 penumpang dan 12 anggota kru. Kecelakaan ini menimbulkan dampak besar bagi seluruh orang yang terlibat, termasuk keluarga dari para penumpang dan kru yang sedang menunggu kabar.
Penyebab pasti kecelakaan kapal ini masih dalam investigasi lebih lanjut. Para pihak berwenang berusaha untuk mengungkap faktor-faktor yang menyebabkan kapal tenggelam, termasuk kemungkinan cuaca buruk atau kesalahan teknis.
