Advertisement

Fadli Zon: Isu Penghapusan Kongres Perempuan 1928 Hanya Hoaks

02 June 2025 09:38 WIB

thumbnail-article

Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat rapat dengan Komisi X DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/5/2025). Sumber: ANTARA/HO-Kementerian Kebudayaan.

Penulis: Kitin Aprilia

Editor: Kitin Aprilia

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa tidak ada niat untuk menghapus peristiwa Kongres Perempuan 1928 dalam pembaruan penulisan sejarah Indonesia.

“Misalnya tadi ada yang disampaikan ada upaya untuk menghilangkan kongres perempuan. Padahal justru kita ingin memperkuat adanya keterlibatan perempuan di dalam sejarahnya itu,” ujarnya saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/5/2025).

Dia menyatakan secara tegas bahwa kabar mengenai penghapusan tersebut adalah hoaks. Dalam proses penulisan ini dia menekankan bahwa peran perempuan menjadi hal yang penting dan harus dilibatkan. Fadli Zon juga menyatakan bahwa fokus utama dalam penulisan ulang sejarah Indonesia adalah pendekatan Indonesia sentris.

Ia menyebutkan bahwa sejarah merupakan aspek penting untuk membangun identitas nasional yang kuat. Dengan penulisan yang terstruktur, diharapkan sejarah Indonesia dapat lebih relevan bagi generasi muda.

“Urgensi penulisan sejarah 2025, antara lain menghapus bias kolonial dan menegaskan perspektif Indonesia-Sentris, menjawab tantangan kekinian dan globalisasi, membentuk identitas nasional yang kuat; menegaskan otonomi sejarah/ sejarah otonom; relevansi untuk generasi muda, dan reinventing Indonesian identity atau menemukan kembali jati diri Indonesia," ungkap Fadli.

Rencana penulisan sejarah ini akan terdiri dari 11 jilid yang mencakup berbagai periode, mulai dari Sejarah Awal Nusantara hingga Era Reformasi 1999-2024. Penulisan ulang sejarah Indonesia bertujuan untuk memperkuat identitas bangsa dan menghapus bias kolonial dalam narasi yang selama ini ada. Menurut Fadli Zon, perspektif Indonesia sentris menjadi kunci untuk menjawab tantangan-globalisasi dan memastikan relevansi sejarah bagi masyarakat saat ini.

"Kita tidak bisa menuliskan sejarah secara detail dan isi buku ini hanyalah garis besar. Karena sejarah ini mencakup banyak bidang, tentu isi buku ini tidak bisa mencakup secara detail. Tetapi yang ingin kita mulai, yaitu perspektif Indonesia atau Indonesia sentris," tambahnya.

Indonesia telah absen dalammenulis sejarah bangsa selama kurang lebih 26 tahun. Saat ini proses penulisan ulang telah mencapai 70 persen dan akan segera dibuka sesi diskusi yang melibatkan berbagai macam ahli. Uji publik ini diusahakan guna menghindari tafsir yang tidak sesuai. Fadli Zon juga menargetkan penyelesaian penulisan sejarah ini sebelum Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement