Nama Alice Guo ramai diperbincangkan di kalangan warganet Indonesia. Rupanya, ia merupakan buronan paling dicari di Filipina.
Alice Guo ditangkap Tangerang pada Selasa (3/9/2024) malam. Penangkapan Alice Guo telah dikonfirmasi oleh Departemen Kehakiman Filipina dalam pernyataan resminya.
Berikut fakta-fakta terkait buronan Filipina Alice Guo yang tertangkap di Tangerang.
Mantan Wali Kota Bamban
Pada tahun 2022, Alice Guo maju sebagai calon Wali Kota Bamban, sebuah kota kecil di Provinsi Tarlac, Filipina. Video kampanye Alice Guo di YouTube mendapatkan cukup banyak perhatian dari publik hingga akhirnya terpilih sebagai wali kota.
Namun, citra Alice Guo sebagai politisi perempuan muda mulai runtuh usai otoritas Filipina menemukan sebuah pusat operasi penipuan di Bamban yang berkedok kasino online. Penyelidikan lebih lanjut menunjukkan bahwa bisnis yang dikenal sebagai Philippine Online Gaming Operations (POG) itu digunakan sebagai pintu masuk bagi organisasi kriminal.
Senat Filipina kemudian memanggil Guo untuk dimintai keterangan terkait dugaan praktik kriminal yang bermarkas di wilayahnya. Namun, Guo terus-menerus mangkir. Saat akhirnya datang memenuhi panggilan, Guo hanya memberikan jawaban yang samar.
Diduga mata-mata China
Pernyataan Alice Guo yang tak gamblang terkait praktik POGO memunculkan dugaan di kalangan senator bahwa politisi muda itu sebenarnya adalah mata-mata dari China. Dugaan ini diperkuat dengan fakta bahwa Alice Guo rupanya memiliki kewarganegaraan ganda Filipina-China dengan nama Tiongkok Guo Hua Ping.
Senat memerintahkan penangkapan Guo pada bulan Juli setelah dirinya mangkir dari persidangan terkait penyelidikan aktivitas kriminal di Bamban.
Selain sebagai mata-mata, Alice Guo bersama rekan-rekannya juga dituding melakukan pencucian uang senilai lebih dari 100 juta peso Filipina yang diperoleh dari kegiatan kriminal melalui POGO.
Kontroversi yang melingkupi sosok Alice Guo membuat dirinya diskors sebagai wali kota oleh pada Juni 2024. Pemecatannya dilakukan pada 13 Agustus 2024. Saat itu, Alice Guo telah kabur ke luar negeri.
Bersembunyi sejak Juli
Alice Guo diduga melarikan diri dari Filipina pada bulan Juli. Sebelum datang dan akhirnya tertangkap di Indonesia, Guo sempat menyambangi Malaysia dan Singapura menggunakan paspor Filipina.
Berdasarkan video yang dibagikan oleh otoritas Filipina, saat ditangkap di Tangerang, Guo tampak mengenakan piyama setelan berwarna merah muda dibalut jaket putih.
Presiden Filipina Ferdinand “Bongbong” Marcos Jr. memuji penegak hukum yang berhasil menangkap buronan negaranya.
“Biarlah ini menjadi peringatan bagi mereka yang berusaha menghindari keadilan. Itu adalah tindakan yang sia-sia. Tangan hukum yang panjang akan menangkapmu,” kata Marcos.
Barter buronan
Sementara itu, kepolisian RI berharap agar otoritas Filipina bersedia melakukan barter buronan dengan Gregor Johann Haas yang merupakan buronan Badan Narkotika Nasional (BNN).
“Diharapkan juga hal yang sama, Filipina mau mengirimkan buron utama BNN atas nama Gregor Haas, yang sampai saat ini masih dinegosiasikan upaya pertukarannya,” ujar Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Krishna Murti.
Gregor Johann Haas atau Fernando Tremendo Chimenea merupakan kartel Meksiko yang menjadi buronan BNN atas kasus penyelundupan narkoba yang melanggar Pasal 114 dan 112 Undang-Undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Gregor telah ditangkap oleh otoritas Filipina beberapa waktu lalu, tetapi hingga saat ini masih belum diserahkan kepada pemerintah Indonesia.
