Hati-hati, Skip Iklan atau Pakai Adblock di YouTube Bisa Bikin Akun Diblokir

2 November 2023 18:11 WIB

Narasi TV

Ilustrasi YouTube. (Sumber: Pexels/Szabo Viktor)

Penulis: Moh. Afaf El Kurniawan

Editor: Rizal Amril

YouTube merupakan platform video online terbesar di dunia yang menawarkan berbagai konten hiburan, edukasi, dan informasi bagi jutaan pengguna.

Namun, YouTube juga mengandalkan iklan sebagai sumber pendapatan utama bagi platform itu sendiri dan para pembuat konten yang ada di dalamnya. Iklan membantu mendukung ekosistem kreatif YouTube dan memungkinkan pengguna untuk menonton video secara gratis.

Hanya saja tidak semua pengguna menyukai iklan yang muncul di tengah-tengah atau sebelum video dimulai. Banyak pengguna yang menggunakan fitur skip iklan untuk menghindari menonton iklan yang dianggap mengganggu atau tidak relevan.

Bahkan, ada juga pengguna yang menggunakan aplikasi atau ekstensi pemblokir iklan, seperti Adblock, untuk tidak melihat iklan sama sekali.

Hal ini tentu merugikan YouTube dan para pembuat konten, karena mereka tidak mendapatkan penghasilan dari iklan yang ditayangkan. 

Oleh karena itu, YouTube mulai mengambil langkah tegas untuk memerangi penggunaan skip iklan atau pemblokir iklan dengan mengancam akan memblokir akun pengguna yang terdeteksi melakukan hal tersebut.

Menurut laporan media The Verge, YouTube telah meluncurkan upaya global untuk menindak pengguna skip iklan atau pemblokir iklan sejak Juni 2023. 

Jika pengguna terdeteksi melakukan hal tersebut, mereka akan melihat jendela video pemberitahuan berwarna hitam bertajuk "Ad blocker melanggar syarat penggunaan layanan YouTube".

Pada jendela pemberitahuan tersebut, YouTube mengatakan bahwa video diblokir, kecuali pengguna mengizinkan iklan atau mencoba layanan berlangganan YouTube Premium.

YouTube Premium adalah layanan berbayar yang memungkinkan pengguna untuk menonton video tanpa iklan, mendownload video untuk ditonton secara offline, dan menikmati fitur-fitur lainnya.

YouTube Premium juga menawarkan uji coba gratis selama satu bulan untuk pelanggan baru. 

Setelah uji coba gratis berakhir, pengguna akan dikenakan biaya langganan sebesar Rp79.000 per bulan atau Rp899.000 per tahun.

YouTube beralasan bahwa langkah ini bertujuan untuk melindungi hak cipta dan kesejahteraan para pembuat konten di platformnya. 

YouTube juga mengatakan bahwa iklan adalah cara yang adil dan transparan untuk mendukung ekosistem kreatif YouTube.

Namun, langkah ini juga menuai kritik dan protes dari banyak pengguna yang merasa hak mereka sebagai konsumen dilanggar oleh YouTube.

Beberapa pengguna mengeluh bahwa iklan di YouTube terlalu banyak, terlalu panjang, atau terlalu sering muncul. 

Beberapa pengguna juga mengatakan bahwa mereka tidak mau membayar untuk layanan berlangganan yang tidak sesuai dengan kebutuhan atau anggaran mereka.

Beberapa pengguna juga mengkhawatirkan privasi dan keamanan data mereka jika harus mengizinkan iklan atau berlangganan YouTube Premium.

Hingga saat ini, belum diketahui berapa banyak pengguna yang terkena dampak dari kebijakan baru YouTube ini. 

Namun, upaya YouTube dalam memerangi skip iklan atau pemblokir iklan ini merupakan salah satu perubahan paling kontroversial yang ditambahkan oleh YouTube dalam syarat dan ketentuan layanan barunya pada November 2019.

Perubahan tersebut menyebutkan bahwa YouTube dapat mencekal akun pengguna yang menggunakan beberapa jenis pemblokir iklan.

Dengan kata lain, jika Anda menggunakan Adblock atau beberapa jenis aplikasi atau ekstensi untuk tidak melihat iklan yang muncul di YouTube, akun Anda bisa dicekal selamanya alias permanen.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR