Advertisement

Heboh Email DPR Diretas, Begini Penjelasan Sekjen

23 August 2024 19:12 WIB

thumbnail-article

Tangkapan layar isi email DPRNOW yang diduga diretas. Email dikirim pada Kamis (22/8/2024) dan berisi ajakan untuk memprotes upaya pelanggengan dinasti politik di Indonesia. (Sumber: NarasiTV) .

Penulis: Nuha Khairunnisa

Editor: Rizal Amril

Heboh di media sosial soal akun email milik DPR RI yang diduga diretas. Akun email dengan nama [email protected] mengirimkan pesan secara masif yang berisi narasi-narasi perlawanan. 

Pengirim mengklaim email tersebut dikirimkan ke seluruh negeri. Narasi TV menjadi salah satu media yang menerimanya. 

“Permainan sudah selesai, dan kami di sini untuk merebut kembali apa yang seharusnya kamu miliki, kami memiliki SENJATA TERKUAT YANG BISA MENGHANCURKAN APA PUN, KEKUATAN RAKYAT,” demikian bunyi penggalan pesan tersebut. 

Email dimulai dengan kalimat “DPR RI WAS HACKED, PANJANG UMUR DEMOKRASI” dan disertai gambar peringatan darurat dengan gambar Garuda Pancasila berlatar biru yang sejak kemarin ramai di media sosial dan dijadikan simbol perlawanan. 

“HARI INI KITA TURUN BERSAMA UNTUK MELAWAN KETIDAKADILAN ‘BERSATU KITA TEGUH, BERPECAH KITA RUNTUH, ATAU KITA AKAN KEHILANGAN NEGERI INI SELAMANYA’.”

Lantas, apakah benar email milik DPR RI telah diretas?

DPR: Tak diretas, tapi disalahgunakan

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar menjelaskan, akun email [email protected] telah disalahgunakan oleh orang dalam.

Penyalahgunaan disebut terjadi pada Kamis (22/8/2024) pukul 10.26 WIB. Namun, Indra tidak menyebut bahwa akun tersebut diretas. 

Indra menyebut pihaknya telah menonaktifkan akun tersebut dan melakukan investigasi dengan menggandeng Badan Siber dan Sandi nasional (BSSN). 

“Dapat kami sampaikan, Kesetjenan sudah menonaktifkan akun tersebut dan melakukan investigasi, serta bekerja sama dengan BSSN untuk penanganan masalah ini,” kata Indra seperti dikutip dari Kompas.com

Menurut Indra, akun email [email protected] dulunya pernah digunakan oleh vendor DPR yang bertindak sebagai adminnya. Diduga, ada admin yang login ke akun tersebut dan menyebarkan email tersebut. 

Berikut isi email perlawanan yang dikirimkan oleh akun [email protected]:

Siapa sangka seorang mantan tukang kayu dari kota kecil di Jawa bisa membangun lebih dari sekadar furnitur? Dia mengukir mahakarya NEPOTISME, sambil memakai topeng kepolosan dan wajah Innocent. Bravo! Tepuk tangan untuk mengubah demokrasi menjadi bisnis keluarga. Tapi tunggu dulu, rakyat tidak akan membeli apa yang dia jual. Permainan sudah selesai, dan kami di sini untuk merebut kembali apa yang seharusnya milik kami. Kami memiliki SENJATA TERKUAT YANG BISA MENGHANCURKAN APA PUN, KEKUATAN RAKYAT. Biarkan mereka mendengar suara kita, Saudaraku, khususnya kamu, ya kamu, Generasi Penerus INDONESIA. Biarkan mereka merasakan amarah "RAKYAT YANG TERTINDAS", di mana keadilan tak lebih dari selembar kanvas buta, Biarkan mereka merasakan panasnya "API SEMANGAT PEMUDA" di mana kita bisa tetap kuat bersama tak peduli seberapa besar ARMADA mereka. HARI INI KITA TURUN BERSAMA UNTUK MELAWAN KETIDAKADILAN "BERSATU KITA TEGUH, BERPECAH KITA RUNTUH, ATAU KITA AKAN KEHILANGAN NEGERI INI SELAMANYA!

Batalkan aturan DPR DAN HENTIKAN SEGALA KETERLIBATAN lebih lanjut untuk menghancurkan Konstitusi kita atau kami akan MEMBOCORKAN INFORMASI SENSITIF MILIK DPR RI KE SELURUH DUNIA MINGGU INI!

KAMI MENGIRIM EMAIL INI KE SELURUH NEGERI, JIKA KALIAN MENDAPATKANNYA, SEBARKAN SEBANYAK MUNGKIN, KITA PASTI BISA! SAATNYA RAKYAT BERGERAK, NEGARA KITA DALAM KEADAAN DARURAT. HANYA ADA 1 KATA, LAWAN ! NEGARA INI BUKAN MILIK 1 KELUARGA !

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement