Imbas Kanjuruhan: Klub Bola Kaesang Ancam Mosi Tidak Percaya Jika Empat Tuntutan Tak Dipenuhi, Apa Saja?

8 Oktober 2022 10:10 WIB

Narasi TV

Sebuah tiang gawang terlihat usai kerusuhan dan kericuhan usai pertandingan sepak bola antara Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, 2 Oktober 2022. REUTERS/Willy Kurniawan

Penulis: Akbar Wijaya

Editor: Frendy

Klub sepak bola Persis Solo, yang kini dimiliki putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep,  menyampaikan rasa belasungkawa atas peristiwa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam. Mereka mengajukan empat macam tuntutan.

Pertama, Persis Solo meminta PT Liga Indonesia Baru selaku operator, dan PSSI selaku federasi, membentuk forum lintas klub, panitia pelaksana (panpel), dan aparat.

“Untuk membahas reformasi standar operasional keamanan di dalam dan di luar stadion,” demikian pernyataan manajemen klub di situs resmi Persis Solo, Jumat (7/10/2022).

Kedua, Persis Solo menuntut adanya pihak yang harus bertanggungjawab atas insiden di Stadion Kanjuruhan, diproses hukum secara transparan dan seadil-adilnya.

Ketiga, Persis Solo meminta agar jam kick-off atau pertandingan yang terlalu malam ditiadakan. Hal ini guna meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan. 

Persis Solo menilai federasi, operator, dan official broadcast harus mempertimbangkan rekomendasi dari klub, yang berkoordinasi dengan panitia pelaksana dan aparat setempat.

Keempat, Persis Solo menuntut reformasi sistematik dalam ekosistem kepengurusan  sepakbola Indonesia. Ini sebagai bentuk respons atas insiden yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, sekaligus  untuk melakukan evaluasi menyeluruh demi masa depan sepakbola Indonesia yang lebih baik.

Kelima, Persis Solo mengancam mengajukan mosi tidak percaya jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi.

“Jika tuntutan tersebut urung bisa dipenuhi, PERSIS mengajukan opsi tidak percaya sebagai pernyataan sikap klub,” tulis mereka.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR