Jadi Negara Agraris, Indonesia Masih Impor Beras? Cek Faktanya di Sini

7 Desember 2022 22:12 WIB

Narasi TV

Beras sebagai salah satu bahan makanan pokok. Sumber: Unsplash

Penulis: Yohana Nabilla Wuryanto

Editor: Margareth Ratih. F

Kabar impor beras semakin santer terdengar akhir-akhir ini di kalangan publik. Pasalnya Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah menyatakan sinyal bahwa persediaan beras di Indonesia jauh dari target. Target yang direncanakan sebesar 1,2 juta ton, namun persediaan beras untuk akhir tahun hanya sebesar 569 ribu ton saja. Lantas mengapa Indonesia yang berstatus sebagai negara agraris masih kekurangan persediaan beras?

Pengertian Beras Impor

Dilansir dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), impor adalah proses memasukkan barang dari luar negeri ke dalam negeri. Sehingga impor beras berarti, proses pemasukkan beras dari luar negeri ke Indonesia. Beberapa jenis beras impor yang ada di Indonesia, antara lain adalah Beras Melati, Beras Ketan, Beras Pratanak, hingga Beras Coklat.

Meskipun kerap beredar di pasaran, namun proses untuk melakukan impor beras terbilang cukup rumit dan ketat. Impor beras hanya dapat dilakukan dengan tujuan khusus dan tujuan umum yang tentunya dilakukan diawasi oleh badan pemerintahan, mulai dari Perum Bulog hingga BUMN.

Lebih lanjut, berdasarkan data Kerangka Sampel Area Badan Pusat Statistik (BPS) hasil produksi beras Indonesia di bulan Januari hingga Desember 2022 sebesar 31,9 juta ton. Sementara itu, kebutuhan beras nasional pada tahun 2022 berada di angka 30,2 juta ton. Dengan demikian, Indonesia mengalami surplus beras sebesar 1,7 juta ton. Meskipun mengalami surplus yang cukup besar, di tahun 2022 Indonesia masih terus melakukan impor beras. 

Menurut pernyataan kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi pada Kamis (24/11/2022), Indonesia benar-benar membutuhkan tambahan stok beras untuk intervensi pasar dan mengantisipasi akan adanya kejadian tak terduga. Lebih lanjut, Arief juga menyatakan, Indonesia memang perlu untuk melakukan impor beras agar stok menjadi 1,2 juta ton beras, sehingga stabilitas harga dan kebutuhan masyarakat dapat tercukupi dengan baik. 

Sebagai langkah awal agar stok beras tetap aman hingga awal tahun 2023, pemerintah kini telah menyiapkan beras impor sebesar 200.000 ton. Beras impor tersebut sewaktu-waktu dapat dibawa ke Indonesia apabila stok beras komersial sudah mulai menipis atau terjadi hal-hal yang tak terduga, seperti bencana alam, intervensi harga, hingga kegiatan pemerintah lainya. 

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR