Advertisement

Jakarta Biennale 2024: Merayakan 50 Tahun Seni Rupa Kontemporer dengan Semangat Kolaborasi dan Inovasi

14 October 2024 16:54 WIB

thumbnail-article

kulturalindonesia .

Penulis: Press Release

Editor: Press Release

Jakarta Biennale, salah satu perhelatan seni rupa kontemporer paling bergengsi di Indonesia, kembali hadir untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-50. Jakarta Biennale pertama kali digagas oleh Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) pada tahun 1974 dengan nama Pameran Besar Seni Lukis Indonesia (PBSLI). Sejak 2009, acara ini telah diadakan dalam skala internasional, memperkaya ekosistem seni dan mendorong dialog lintas disiplin dan budaya.

Tahun ini, Jakarta Biennale 2024 akan berlangsung selama 47 hari, mulai dari 1 Oktober hingga 15 November 2024, di Taman Ismail Marzuki (TIM) dan berbagai ruang alternatif milik kolektif seni di Jakarta. Penyelenggaraan tahun ini diorganisir oleh Majelis Jakarta, yang terdiri dari 20 kolektif dan entitas seni di Jakarta, termasuk RajutKejut, Setali Indonesia, Cut and Rescue, PannaFoto Institute, Kelas Pagi Indonesia, Komunitas Paseban, TrotoART, Gudskul Ekosistem, Westwew, Jakarta Wasted Artists, dan banyak lagi.

Tema besar Jakarta Biennale 2024 adalah "Lumbung," yang menggambarkan konsep penyimpanan dan pengelolaan sumber daya bersama. Melalui pendekatan ini, acara ini bertujuan untuk mendorong pembagian sumber daya dan kuasa kepada kolektif seni dan anggota masyarakat di berbagai wilayah di Jakarta.

Salah satu highlight dari Jakarta Biennale 2024 adalah kolaborasi dengan kurator dan seniman asal Taiwan dalam program bertajuk "Topography of Mirror Cities," yang dikurasi oleh Sandy Hsiu-Chih Lo. Program ini menghubungkan enam kota di Asia Tenggara—Kuala Lumpur, Taipei, Phnom Penh, Bangkok, Jakarta, dan Dhaka—untuk membayangkan bersama gagasan tentang kota yang layak huni dan menyenangkan. Program ini terdiri dari beberapa subprogram, seperti “Herbal-Urbanism,” “Whose City,” dan “Mobile Topography,” yang mengeksplorasi hubungan historis dan kontemporer antara Taiwan dan Jakarta.

Selain itu, Jakarta Biennale 2024 juga berkolaborasi dengan kolektif seni di Palestina dalam bingkai kuratorial bertajuk "Our People are Our Mountains." Dalam kolaborasi ini, para perupa Palestina mengirimkan gagasan mereka dalam bentuk instruksi jarak jauh, sebagai simbol atas segala keterbatasan yang mereka alami. Karya-karya ini kemudian dipresentasikan di Jakarta Biennale 2024, menunjukkan solidaritas dan inovasi dalam menghadapi tantangan.

Tidak hanya itu, Jakarta Biennale 2024 juga menjadi wadah bagi inovasi artistik dan kolaboratif para perupa Indonesia melalui program residensi Lab Indonesiana: Baku Konek. Program ini melibatkan 17 perupa individu dan kolektif seni dari berbagai kota di Indonesia, yang berkolaborasi dengan 11 kolektif seni di seluruh Indonesia. Program ini bertujuan untuk mematahkan pemahaman bahwa residensi seni harus selalu dilakukan di luar negeri, dengan menekankan pentingnya konteks lokal.

Jakarta Biennale 2024 dapat terselenggara berkat dukungan banyak pihak, termasuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek RI). Meskipun tahun ini acara ini tidak didukung oleh Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta, Jakarta Biennale 2024 akan tetap menghadirkan pameran dan serangkaian program publik yang akan diumumkan secara berkala melalui Instagram (@jakartabiennale) dan website resmi Jakarta Biennale 2024 (https://jakartabiennale.id/).

Mari rayakan 50 tahun Jakarta Biennale dengan semangat kolaborasi dan inovasi, serta nikmati berbagai karya seni kontemporer yang menginspirasi dan memprovokasi pemikiran.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement