Jejak Sepak Bola Yassine Bounou, Kiper Sevilla yang Jadi Mimpi Buruk Spanyol di Piala Dunia Qatar 2022

8 Desember 2022 17:12 WIB

Narasi TV

Kiper Marako Yassine "Bono" Bounou beraksi saat adu penalti/ Reuters

Penulis: Agung Pratama S.

Editor: Akbar Wijaya

Maroko jadi tim kuda hitam di Piala Dunia 2022 Qatar yang behasil lolos ke babak perempat final setelah menekuk tim unggulan Spanyol melalui adu tendangan penalti.

Kiper Marako Yassine "Bono" Bounou jadi bintang yang melapangkan jalan timnya ke dalam catatan sejarah.

Saat babak adu penalti terjadi Maroko berhasil menang 3-0, setelah ketiga penendang Spanyol gagal melaksanakan tugasnya. Dua dari ketiga kegagalan itu berkat kecemerlangan Bono memprediksi arah tendangan pemain Spanyol.

Bono Sang Mimpi Buruk Spanyol

Yassine Bounou atau Bono berusia 31 tahun saat bertugas sebagai kiper Maroko. Ia sudah menjalani 48 pertandingan bersama tim nasional Maroko. Di Piala Dunia 2022 Qatar Bono tercatat tiga kali main, dua di babak penyisihan grup, dan satu di fase knockout.

Selama di Piala Dunia 2022 Qatar Bono tampil solid dengan hanya kecolongan satu gol kala jumpa Kanada. Penampilan apiknya berlanjut kala melawan Spanyol dengan berhasil menebak semua arah tembakan penalti dua eksekutor Spanyol. 

Saat menjadi mimpi buruk bagi tim nasional Spanyol, Bono masih tercatat sebagai pemain untuk klub sepak bola Spanyol Sevilla. Pengalaman di La Liga ini dinilai berperan dalam memahami karakter penendang-penendang Spanyol

Berdasarkan catatan FBRef, dalam dua musim terakhirnya Bono mencatatkan persentase penyelamatan penalti sebesar 55%.

Empat musim bersama Sevilla, Bono berhasil mencatatkan persentase penyelamatan penalti sebesar 30,8%.

"Ada sedikit feeling [perasaan menebak arah], keberuntungan, tidak banyak yang bisa Anda katakan tentang itu," kata Bono usai aksinya menggagalkan dua penendang Spanyol dikutip goal.com.

Pujian pun juga hadir dari Walid Regragui, pelatih Maroko. Ia mengaku senang memiliki Bono di skuatnya karena berpengalaman sebagai pejaga gawang berjam terbang tinggi.

"Bila Anda memiliki penjaga gawang seperti yang kami miliki, maka Anda memiliki setiap peluang untuk lolos, meski berisiko melalui adu penalti," kata Regragui dikutip goal.com.

Perjalanan Karir Yassine “Bono” Bounou

Bono mengawali karier profesional sepak bola di klub asal Maroko, Wydad AC. Bersama Wydad ia mencatatkan sembilan penampilan dengan mencetak dua clean sheets pada periode 2010-2012.

Setelahnya pada 2012, ia resmi dipinang klub Liga Spanyol Atletico Madrid B dan catatkan 47 pertandingan dan berhasil mengemas 14 clean sheets.

Setelah bermain untuk Atletico Madrid B, Bono berkelana di beberapa tim di Liga Spanyol, seperti Real Zaragoza, Girona FC, sampai Sevilla FC.

Ia awalnya menjalani masa peminjaman dari Girona ke Sevilla pada 2019 hingga 2020, lalu dipermanenkan oleh Sevilla pada 2020.

Di Sevilla Bono sudah mencatatkan 120 caps dengan catatan 53 clean sheets.

Pada musim 2022/2023 ini, ia sudah mencatatkan 12 penampilan di La Liga Spanyol dengan catatan 2 clean sheets dan kemasukan 19 kali.

Sedangkan untuk Liga Champions ia mencatatkan empat penampilan dengan catatan kebobolan 12 kali tanpa satupun mencatatkan clean sheets. Bersama Sevilla, sejauh ini Bono sudah berhasil merengkuh gelar Europa League. Ia berhasil merengkuh gelar tersebut pada musim 2019/2020.

Bono sendiri sebetulnya berkesempatan untuk tampil bersama tim nasional Kanada, karena ia sendiri kelahiran Montreal. Namun ia lebih memilih untuk membela tim nasional Maroko.

Bersama tim nasional senior, ia berhasil mencatatkan debutnya pada 14 Agustus 2013. Namun sayang debutnya berakhir kurang manis, karena harus menelan kekalahan 1-2 atas Burkina Faso pada laga persahabatan.

Ia juga sempat mencatatkan masing-masing empat penampilan bagi tim nasional U20 dan U23 Maroko.

Kiprah Bono di Piala Dunia Bersama Maroko

Bono tercatat sudah mengikuti dua gelaran Piala Dunia. Debut pertamanya dimulai pada Piala Dunia 2018 Rusia. Bono mencatatkan tiga penampilan kala itu, dengan satu kali kebobolan dan dua clean sheets. Namun sayang pada gelaran saat itu Maroko harus puas pulang lebih cepat karena tidak lolos ke fase knockout.

Penampilan keduanya di Piala Dunia terjadi di Qatar 2022. Dari empat kali laga yang Maroko sudah jalani, ia mencatatkan tiga penampilan dengan dua clean sheets dan hanya kebobolan 1 gol.

Penampilan gemilang Bono melawan Spanyol di Piala Dunia Qatar membawa tim nasional Maroko ke dalam torehan sejarah baru yakni lolos ke perempat final. Tercatat prestasi terakhir Maroko di Piala Dunia hanya mampu mencapai babak 16 besar yaitu pada edisi Piala Dunia 1986.

Di perempat final Piala Dunia Qatar 2022 Maroko akan menghadapi Portugal. Sejauh ini Portugal menjadi salah satu tim yang produktif. Terbaru Portugal berhasil melumat Swiss dengan skor meyakinkan 6-1 pada babak 16 besar.

Apakah Bono dan lini belakang Maroko mampu mempertahankan tampilan gemilang mereka saat melawan Portugal Sabtu 10 Desember 2024 nanti? Menarik kita tunggu.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR