Advertisement

Jokowi Resmi Jadi Anggota Dewan Penasihat Global Bloomberg New Economy

23 September 2025 17:58 WIB

thumbnail-article

Joko Widodo. Sumber: ANTARA..

Penulis: Margareth Ratih. F

Editor: Margareth Ratih. F

Joko Widodo (Jokowi), resmi ditunjuk sebagai anggota Dewan Penasihat Global Bloomberg New Economy. Pengumuman tersebut disampaikan melalui laman resmi Bloomberg pada tanggal 23 September 2025. Jokowi merupakan salah satu dari 22 anggota dewan penasihat yang terdiri dari pemimpin global dan tokoh terkemuka dalam berbagai bidang, termasuk bisnis, pemerintahan, dan organisasi multilateral.

Peran Dewan Penasihat ini sangat penting dalam menghadapi tantangan kompleks yang dihadapi dunia saat ini, seperti perubahan iklim, ketidakstabilan ekonomi, dan kemajuan teknologi.

Komposisi Dewan Penasihat Global

Dewan Penasihat Global Bloomberg New Economy diketuai oleh mantan Menteri Perdagangan AS, Gina Raimondo, dan mantan Perdana Menteri Italia sekaligus Presiden Bank Sentral Eropa, Mario Draghi. Dalam jajaran dewan ini, terdapat tokoh-tokoh terkenal lainnya seperti Gita Gopinath, mantan Kepala Ekonom IMF dan Ravi Menon, Duta Besar Singapura untuk Aksi Iklim. Anggota dewan dipilih berdasarkan pengalaman dan keahlian mereka dalam bidang yang relevan, menjadikannya sumber daya yang sangat berharga dalam merumuskan solusi terhadap masalah-masalah global.

Peran dan tanggung jawab anggota Dewan Penasihat tidak hanya sekadar memberi pandangan, tetapi juga aktif berkolaborasi dalam merumuskan kebijakan dan inisiatif strategis untuk mencapai kesejahteraan global. Keterlibatan tokoh internasional dalam dewan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi global dalam menangani masalah-masalah yang bersifat lintas batas.

Agenda pertemuan Bloomberg New Economy

Pertemuan Bloomberg New Economy berikutnya direncanakan berlangsung di Singapura pada tanggal 19-21 November 2025. Tema besar yang diusung adalah "Thriving in an Age of Extremes", yang mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh dunia saat ini, termasuk krisis iklim, ketidakstabilan pasar, dan pergeseran geopolitik. Pertemuan ini bertujuan untuk mengumpulkan pemimpin-pemimpin pemerintahan dan perusahaan global untuk berdialog dan mencari solusi kolaboratif terhadap tantangan yang ada.

Dalam agenda tersebut, akan ada program pleno, sesi diskusi kelompok, serta kesempatan berjejaring, yang diharapkan dapat memfasilitasi dialog yang konstruktif antara berbagai pemangku kepentingan. Senada dengan pernyataan Gina Raimondo, misi Bloomberg New Economy sangat penting dalam menciptakan sinergi dan membangun kesejahteraan di tengah ketidakpastian yang melanda dunia.



Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement