Banyak Orang Jawa Tinggal di Kaledonia Baru yang Tengah Membara, Bagaimana Awal Mulanya?

22 Mei 2024 07:05 WIB

Narasi TV

Massa pendukung kemerdekaan Kaledonia Baru mengibarkan bendera Kanak di depan petugas kepolisian Prancis. (Sumber: REUTERS)

Penulis: Moh. Afaf El Kurniawan

Editor: Rizal Amril

Kaledonia Baru dilanda protes berkepanjangan berskala nasional selama seminggu terakhir. Protes yang disertai kerusuhan tersebut membuat Prancis harus menurunkan personel militernya ke wilayah koloni mereka sejak Minggu (19/5/2024).

Bentrokan antara petugas keamanan dan para demonstran telah menyebabkan enam orang tewas dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka.

Melansir Aljazeera, Presiden Prancis, Emmanuel Macron, dikabarkan sampai harus terbang menuju wilayah koloni Prancis sejak abad 18 tersebut untuk menurunkan intensitas bentrokan.

Bentrokan yang terjadi secara luas di Kaledonia tersebut tersulut setelah Prancis berencana mengubah aturan pemilihan di Kaledonia Baru. Melalui aturan baru tersebut, Prancis berencana memberikan hak pilih kepada puluhan ribu penduduk non-pribumi yang telah tinggal setidaknya selama 10 tahun.

Banyak etnis Jawa tinggal di Kaledonia Baru

Kaledonia Baru merupakan salah satu wilayah koloni Prancis yang terletak di benua Oceania, sebelah timur Australia.

Kendati berjarak 6.031 km jauhnya dari Indonesia dan tak secara langsung bersinggungan dengan Nusantara, namun Kaledonia Baru punya hubungan bersejarah dengan orang-orang Jawa.

Serupa dengan Suriname, terdapat komunitas etnik Jawa yang cukup besar tinggal di sana. Mereka merupakan anak-cucu dari pekerja kontrak yang didatangkan pemerintah kolonial Prancis dari Hindia-Belanda.

Asal-usul populasi orang Jawa di Kaledonia Baru tersebut dimulai pada 16 Februari 1896. Saat itu, pemerintah kolonial Prancis tengah memerlukan banyak pekerja untuk ditempatkan di Kaledonia Baru.

Untuk itu, Prancis kemudian meminta bantuan pemerintah kolonial Belanda untuk mendatangkan buruh kontrak dari Pulau Jawa. Para pekerja ini dipekerjakan di sektor perkebunan, peternakan, dan pertambangan nikel.

Melansir laman web Kementerian Luar Negeri RI, pada tahun 2024 terdapat sekitar 4.000 orang keturunan Jawa yang tinggal di Kaledonia Baru. 

Sebagian dari mereka masih mempertahankan bahasa Jawa, sementara yang lain menggunakan bahasa Prancis sebagai bahasa utama.

Dalam perayaan 128 tahun kedatangan orang Jawa di Kaledonia Baru, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyatakan bahwa generasi muda keturunan Jawa telah menikmati kehidupan yang lebih baik dengan berbagai profesi di kepulauan ini.

Selain itu, komunitas Jawa di Kaledonia Baru telah membentuk komunitas yang solid. Meskipun awalnya mereka menghadapi tantangan besar dalam beradaptasi dengan budaya baru, kini mereka telah berhasil membangun kehidupan yang stabil dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat setempat.

Pemerintah Kaledonia Baru juga mengakui kontribusi signifikan dari komunitas Jawa, yang tercermin dalam pembangunan monumen untuk mengenang para imigran Jawa di delapan kota.

Fakta unik Kaledonia Baru

Berikut adalah beberapa fakta menarik tentang Kaledonia Baru yang dihuni oleh orang Jawa:

1. Pulau Pasifik terdekat dengan Australia

Kaledonia Baru merupakan pulau Pasifik yang terdekat dengan Australia. Secara geografis, pulau ini hanya ditandai sebagai titik kecil di timur Australia dan utara Selandia Baru. Pulau ini dikelilingi oleh pulau-pulau tetangga seperti Fiji dan Vanuatu.

2. Masuk ke wilayah Prancis

Meskipun terletak jauh di Pasifik, Kaledonia Baru bukan sebuah negara, melainkan masuk dalam wilayah Prancis. 

Seperti halnya wilayah luar negeri Prancis lainnya, Kaledonia Baru menikmati otonomi yang signifikan berdasarkan Perjanjian Nouméa yang ditetapkan pada 1998.

3. Ditemukan oleh James Cook

Kaledonia Baru ditemukan oleh penjelajah terkenal James Cook pada 4 September 1774 selama perjalanannya di kawasan Pasifik. 

Nama "Kaledonia Baru" dipilih oleh Cook karena mengingatkannya pada tanah kelahirannya di Skotlandia.

4. Wilayah multietnis

Kaledonia Baru adalah wilayah multietnis dengan penduduk asli Melanesia, penduduk Eropa, dan bahkan etnis Jawa dari Indonesia. 

Kedatangan orang Jawa di Kaledonia Baru dimulai pada 1896 dan sejak itu mereka telah membentuk komunitas yang kuat di wilayah tersebut.

5. Keindahan alam

Selain aspek sosial dan sejarahnya, Kaledonia Baru juga terkenal karena keindahan alamnya. 

Destinasi populer seperti Isle of Pines menawarkan pemandangan karang berwarna-warni dan kehidupan laut yang memukau.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR