Isra Mi’raj merupakan salah satu hari besar yang memperingati peristiwa penting dalam Islam. Peristiwa Isra Mikraj merupakan peristiwa ketika Allah memerintahkan Nabi Muhammad SAW melakukan amalan utama yaitu salat lima waktu.
Melansir dari laman NU Online, Isra dan Mi’raj adalah peristiwa besar dari Allah SWT yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW untuk melakukan perjalanan mulia di malam hari bersama malaikat Jibril.
Perjalanan tersebut dilakukan dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsha di Palestina.
Perjalanan tersebut kemudian dilanjutkan dengan perjalanan dari Masjidil Aqsha ke Sidratul Muntaha untuk menghadap Allah SWT Sang Maha Pencipta.
Perjalanan Isra atau perjalan bumi disebutkan dalam surah Al-Isra ayat 1 berikut ini.
سُبْحَٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ
Sub-ḥānallażī asrā bi'abdihī lailam minal-masjidil-ḥarāmi ilal-masjidil-aqṣallażī bāraknā ḥaulahụ linuriyahụ min āyātinā, innahụ huwas-samī'ul-baṣīr.
Artinya: "Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
Sementara kisah Mi’raj atau naik ke langit juga telah disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al Najm ayat 13-18 berikut ini.
وَلَقَدْ رَآهُ نَزْلَةً أُخْرَى (١٣) عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهَى (١٤) عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوَى (١٥) إِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشَى (١٦) مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغَى (١٧) لَقَدْ رَأَى مِنْ آيَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرَى (١٨
Artinya: "13. Dan sungguh, dia (Muhammad) telah melihatnya (dalam rupa yang asli) pada waktu yang lain, 14. (yaitu) di Sidratul Muntaha. 15. Di dekatnya ada surga tempat tinggal, 16. (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. 17. Penglihatannya (Muhammad) tidak menyimpang dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. 18. Sungguh, dia telah melihat sebagian tanda-tanda (kebesaran) Tuhannya yang paling besar."
Keutamaan Isra Mi’raj
- Isra' Mi’raj merupakan waktu disyariatkannya salat lima waktu secara langsung, dari Allah SWT tanpa perantara malaikat Jibril,
- Peristiwa ini juga menjadi petunjuk keistimewaan Masjidil Aqsha bagi umat Muslim. Dalam perjalanan Isra, masjid yang berada di Palestina tersebut menjadi tempat tujuan Nabi, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke Sidratul Muntaha,
- Saat peristiwa Isra Mi’raj, Rasulullah SAW menjadi imam salat bagi nabi-nabi terdahulu.
Amalan Isra Mi’raj
Berikut ini merupakan beberapa amalan yang bisa dikerjakan saat Isra Mikraj:
1. Memperbanyak istigfar
Isra Mikraj diperingati pada bulan Rajab yang biasa disebut dengan bulan istigfar, oleh karenanya umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak baca istigfar.
Salah satunya dengan bacaan sayyidul istighfar berikut:
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ وَأَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَعْتَرِفُ بِذُنُوبِي فَاغْفِرْ لِي ذُنُوبِي إِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Artinya: “Ya Allah, Engkaulah Tuhanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau sudah menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu.
2. Berpuasa
Amalan Isra Mikraj selanjutnya adalah melakukan puasa sunah, seperti puasa Ayyamul Bidh, puasa senin-kamis, dan puasa yang lainnya.
3. Menjalankan salat sunah
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, Isra Mi'raj merupakan sebuah peristiwa ketika Allah SWT menurunkan perintah untuk umat Nabi Muhammad SAW agar mendirikan salat wajib.
Untuk menyempurnakan amalan tersebut maka melakukan ibadah salat sunah seperti salat qobliyah ba'diyah, salat Duha, hingga salat tahajud.
