Korea Utara dan Korea Selatan Saling Bertukar Tembakan Peringatan di Perbatasan

25 Oktober 2022 12:10 WIB

Narasi TV

Perbatasan zona demiliterisasi yang memisahkan kedua Korea/ Reuters

Editor: Akbar Wijaya

Sebulan terakhir Korea Selatan dan Korea Utara saling serang yang membuat situasi kedua negara semakin memanas.

Baku tembak antara Korea Selatan dan Korea Utara terjadi di lepas Pantai Barat, Senin (24/10/2022). Keduanya saling tuding bahwa ada pelanggaran perbatasan laut yang disepakati selama ini.

Mengutip Reuters, Kepala Staf Gabungan Korea Selatan menyebut tembakan yang dilakukan pihaknya merupakan peringatan untuk mengusir kapal dagang Korea Utara yang melintasi Garis Batas Utara atau Northern Limit Line (NLL), yang sah secara de facto, sekitar pukul 3:40 pagi waktu setempat hari Senin (24/10/2022).

Di sisi lain, Korea Utara mengaku sepuluh putaran tembakan peringatan artileri yang diarahkan ke perairan teritorialnya karena mendeteksi adanya gerakan "musuh angkatan laut”.

Mereka menyebut kapal Angkatan Laut Korea Selatan menyusup ke perairan Korea Utara dengan dalih menindak kapal tak dikenal.

"Kami memerintahkan tindakan pencegahan awal untuk mengusir kapal perang musuh, dengan menembakkan 10 peluru dari beberapa peluncur roket di dekat perairan di mana, gerakan musuh muncul," kata Tentara Rakyat Korea Utara dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita resmi KCNA.

Aturan Perbatasan yang Kerap Picu Konflik

Garis Batas Utara atau Northern Limit Line (NLL) adalah perbatasan maritim de facto di Laut Barat antara kedua Korea, yang dibuat oleh Komando PBB setelah Perang Korea 1950 sampai 1953. 

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan menyebut langkah Korea Utara merupakan pelanggaran terhadap pakta militer bilateral 2018 yang melarang "tindakan bermusuhan" di daerah perbatasan.

Korea Selatan mendesak Korea Utara menghentikan "provokasi dan tuduhan yang konsisten."

Sejak 1990-an, Korea Utara telah memperdebatkan aturan garis batas tersebut. Mereka mengklaim mestinya NLL harus ditarik jauh ke selatan dari garis saat ini.

Seorang pejabat di militer Korea Selatan membantah klaim itu, ia mengatakan telah melakukan "operasi normal" mengenai penyusupan perbatasan.

Perbatasan itu adalah tempat beberapa pertempuran dan kekerasan angkatan laut antar kedua negara yang penuh darah dalam beberapa tahun terakhir.

Di antaranya penembakan Korea Utara terhadap sebuah pulau Korea Selatan, dan dugaan torpedo kapal selam Korea Utara menenggelamkan kapal angkatan laut Korea Selatan yang menewaskan 50 orang pada tahun 2010.

Saling Serang Sebulan Terakhir

Akhir September 2022 Korea Utara melakukan uji coba senjata dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Di samping itu, pasukan Korea Selatan memulai latihan pertahanan tahunan Hoguk yang dirancang berlangsung hingga 28 Oktober guna meningkatkan kemampuan mereka untuk melawan ancaman nuklir dan rudal Korea Utara.

Amerika Serikat turut bergabung untuk latihan angkatan udara yang melibatkan sekitar 240 pesawat tempur, termasuk pesawat tempur F-35 yang dioperasikan oleh kedua negara. 

Latihan itu bertujuan untuk memeriksa kemampuan operasi gabungan kedua negara dan meningkatkan kesiapan tempur.

Lantas beberapa pekan terakhir bulan Oktober, Korea Utara memprotes kegiatan itu dengan meluncurkan rudal balistik jarak pendek dan ratusan artileri di lepas pantai timur dan baratnya beberapa kali.

Korea Utara yang naik pitam, menyebut latihan itu sebagai provokasi. Mereka memperingatkan akan mengambil "tindakan balasan militer yang luar biasa".

Korea Selatan dan Amerika Serikat mengatakan latihan mereka sifanya defensif dan bertujuan untuk menghalangi serangan Korea Utara.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR