Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah akan menyelenggarakan debat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jateng 2024 sebanyak tiga kali.
Rangkaian debat Pilgub Jateng 2024 akan diikuti oleh dua pasangan calon (paslon) cagub-cawagub Jateng yakni Andika Perkasa-Hendrar Prihadi dan Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen.
Ketua KPU Jateng Handi Tri Ujiono menyebut pihaknya bekerja sama dengan stasiun televisi untuk menyiarkan debat terbuka antara kedua paslon peserta Pilkada Jateng 2024.
Debat perdana Pilkada Jateng 2024 dijadwalkan pada 26 Oktober dan akan disiarkan di INews TV.
Sementara itu, debat kedua dijadwalkan berlangsung pada 10 November dan akan dapat disaksikan oleh masyarakat melalui Kompas TV.
Adapun debat ketiga atau terakhir akan berlangsung pada 20 November dan ditayangkan secara langsung di TV One.
Menurut Handi, tiga sesi debat Pilkada Jateng 2024 seluruhnya akan dilaksanakan di Kota Semarang.
KPU Jateng telah membentuk tim perumus yang nantinya akan mempersiapkan mekanisme teknis debat, termasuk usulan panelis. Demikian pula dengan persiapan lokasi yang akan digunakan untuk debat serta komunikasi dengan stasiun televisi yang akan menyiarkan debat.
Tim perumus yang dibentuk KPU Jateng yang terdiri dari kalangan profesional, akademisi, dan perwakilan kelompok rentan atau minoritas seperti perempuan dan difabel.
Terkait tema debat, KPU Jateng telah mengumumkan kepada masyarakat untuk mengusulkan tema-tema debat. Berbagai usulan ini nantinya akan ditampung dan diserahkan kepada tim perumus.
Debat cagub-cawagub menjadi salah satu ajang bagi paslon untuk menyampaikan visi-misi, program kerja, serta gagasannya kepada masyarakat luas.
Baca Juga:Sosok Calon Gubernur Maluku Utara Benny Laos yang Tewas dalam Peristiwa Nahas Speedboat Meledak
Bagi para pemilih, momen debat dapat dimanfaatkan untuk memperdalam pengetahuan terkait masing-masing calon dan apa saja yang ditawarkannya.
"Kami berharap untuk seluruh masyarakat yang memiliki hak pilih dapat mengikuti debat, baik langsung ataupun mungkin melalui televisi penyiaran dan media sosial. Ini menjadi bagian untuk menimbang-nimbang, menentukan pilihan, visi-misi program yang disampaikan pasangan calon dalam debat," kata Handi.
