Band .Feast selalu hadir dengan lagu-lagunya yang bertemakan kritik sosial. Salah satu lagunya berjudul “Dapur Keluarga” juga sarat makna dan relate dengan kondisi saat ini. Berikut lirik dan makna lagu “Dapur Keluarga” dari .Feast.
.Feast merilis mini album berjudul Uang Muka di tengah pandemi COVID-19. Mini album ini merupakan respons terhadap peliknya persoalan keuangan ketika pandemi. Bagaimana setiap orang menyikapi problematika ekonomi yang pas-pasan di tengah kondisi pandemi dan inflasi.
Album Uang Muka merupakan kejutan bagi penggemarnya. Hal ini dikarenakan .Feast sedang menggarap album penuh ketiga berjudul Membangun dan Menghancurkan. Album penuh tersebut perlu dikerjakan secara mendalam agar hasilnya maksimal. Alhasil, .Feast merilis mini album Uang Muka sebagai selingan yang bisa didengarkan penggemarnya.
Salah satu lagu dalam Uang Muka yang terkenal yaitu “Dapur Keluarga”. Lagu ini digarap oleh Bhaskara Putra selaku vokalis .Feast. Penasaran dengan lirik dan makna lagunya? Simak penjelasannya di bawah ini!
Lirik lagu “Dapur Keluarga” .Feast
Tidak ada yang tidak untuk sang anak
Si bungsu lantas bahagia dapat HP bobba
Ibu senyum lalu berbisik “uang dari mana?”
Kamu pendengar tak perlu tahu bagaimana
Sejauh apa aku mau berusaha
Setakut apa diriku dengan akhirat
Hilangkah dosanya jika ada yang kuzakat?
Bolehkah jika demi anak ‘ku naik tingkat?
Ingin ku cerita tapi dapur keluarga
Gatal bicara tapi bukan urusan kita
Aku takut ternyata itu rahasiamu
Juga ku takut aku nanti begitu
Sebut-sebut namaku dalam akunmu
Kritik kata-kataku yang semu
Karena ku cari nafkah dari kejahatan
Ku cari makan dari kelaparan
Hidup matimu ada dalam tanganku
Menemukan harta karena kehilangan
Aku tak takut karma tidak takut neraka
Tak bisa dipidana semua demi keluarga
Ingin ku cerita tapi dapur keluarga
Gatal bicara tapi bukan urusan kita
Aku takut ternyata itu rahasiamu
Repot jika berhadapan dengan Ayahmu
Ingin cerita namun pasti ada yang tersinggung
Karena sampai sekarang merasa agung
Benar percaya bersih atau pura-pura tak tahu
Dan mungkin aku begitu
Sebut-sebut namaku dalam akunmu
Kritik kata-kataku yang semu
Karena ku cari nafkah dari kejahatan
Ku cari makan dari kelaparan
Hidup matimu ada dalam tanganku
Menemukan harta karena kehilangan
Aku tak takut karma tidak takut neraka
Tak bisa dipidana semua demi keluarga
Sebut-sebut namaku dalam akunmu
Kritik kata-kataku yang semu
Karena ku cari nafkah dari kejahatan
Ku cari makan dari kelaparan
Baca Juga:Fakta Kasus Penyiraman Air Keras Kepada Anggota Brimob: Pelaku Ditangkap dan Dikenai Pasal Berlapis
Makna lagu “Dapur Keluarga” .Feast
Lagu ini menceritakan tentang kondisi perekonomian dalam rumah. Ketika sang anak meminta sesuatu, orang tua tidak bisa menolaknya. Ia akan melakukan apapun demi mewujudkan keinginan anaknya, termasuk mencari uang dengan cara yang salah.
Hal ini disampaikan dalam penggalan liriknya: “Karena ku cari nafkah dari kejahatan”. Ia tidak takut penghakiman yang dilakukan oleh orang-orang dan Tuhan. Bahkan, ia mempertanyakan terkait zakat yang diberikan sesuai anjuran agama, tetapi rezeki untuk zakat itu diperoleh dengan melakukan kejahatan.
Dalam liriknya yang berkata: “Aku tak takut karma tidak takut neraka, tak bisa dipidana semua demi keluarga” seolah menjadi alasan dari segala perbuatannya. Meski melakukan tindak kejahatan, ia tidak takut dipidana apalagi neraka. Yang terpenting keluarganya bisa tetap hidup di tengah himpitan ekonomi.
Dengarkan lagu dimana saja! Dapatkan earphone untuk pengalaman musik yang hebih hidup Disini.
