“Lama-Lama” merupakan lagu milik penyanyi Bernadya yang baru saja dirilis pertengahan tahun 2024. Simak lirik dan makna lagu “Lama-Lama” dalam artikel berikut.
Belakangan, sosok Bernadya menjadi sensasi di dunia maya. Namanya melejit usai ia merilis album perdananya, Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan.
Dalam album ini, sang solois pendatang baru mengobrak-abrik perasaan pendengar lewat kisah-kisah percintaan getir yang relevan bagi banyak orang.
Sialnya, Hidup Masih Harus Berjalan menggambarkan kandasnya hubungan asmara dalam tiga fase yakni Heartbreak, Self Doubt, dan Realization.
Lagu “Lama-Lama” masuk ke dalam fase pertama, berupa perasaan patah hati atas sebuah hubungan yang tidak saling timbal balik.
Pada fase ini, protagonis dalam lagu merasa seluruh cinta dan upayanya dalam hubungan tak mendapat balas dari sang kekasih. Rasanya, seolah hanya dia yang berjuang sendirian di dalam hubungan tersebut.
Situasi yang sangat menguras emosi dan tenaga ini pun membuatnya berpikir untuk mengakhiri saja hubungannya. Tidak ada gunanya untuk mempertahankan, sebab ia tak melihat adanya harapan.
Agar semakin terasa betapa lelah dan menohoknya berjuang sendiri dalam sebuah hubungan, simak lirik selengkapnya dari “Lama-Lama” berikut ini.
Lirik lagu Lama-Lama - Bernadya
Berusaha tetap terjaga
Tunggu kamu selesaikan semua kesibukan
Dering yang paling kunantikan
Akhirnya datang hanya menyapa sebentar
Pamit tidur duluan
Kumaklumi s'lalu, kumengerti kamu
Punya sibuk lain, tak harus aku, tak s'lalu aku
Lama-lama, lelah juga aku
Seperti hanya aku yang butuhkan kamu
Lama-lama, habis tenagaku
Bila bukan lagi aku, tempat pulang yang kau tuju
Jangan ulur waktu
Kumaklumi s'lalu, kumengerti kamu
Punya sibuk lain, tak harus aku, tak s'lalu aku
Kumaklumi s'lalu, kumengerti kamu
Punya sibuk lain, tak harus aku, tak s'lalu aku
Lama-lama, lelah juga aku
Seperti hanya aku yang butuhkan kamu
Lama-lama, habis tenagaku
Bila bukan lagi aku, tempat pulang yang kau tuju
Jangan ulur waktu
Baca Juga:Lirik dan Makna Lagu Kini Mereka Tahu - Bernadya, Mengarang Cerita Indah di Tengah Relasi Toksik
Berusaha tetap kujaga
Sampai habislah tersisa tenaga yang kupunya
Kini tak lagi kunantikan
Lakukan semua senyamanmu saja
Ku menyerah
