Lirik dan Makna Lagu Kini Mereka Tahu - Bernadya, Mengarang Cerita Indah di Tengah Relasi Toksik

16 Mei 2024 14:05 WIB

Narasi TV

Artwork single terbaru Bernadya berjudul "Kini Mereka Tahu". (Sumber: Spotify)

Penulis: Rusti Dian

Editor: Rizal Amril

Penyanyi Bernadya merilis single terbarunya berjudul “Kini Mereka Tahu”. Lagu ini langsung laris di pasaran karena dianggap relate dengan kisah cinta netizen, khususnya yang berada dalam hubungan toksik. Berikut makna lagu “Kini Mereka Tahu” Bernadya.

Pemilik nama lengkap Bernadya Ribka Jayakusuma atau akrab disapa Bernadya baru saja merilis lagu “Kini Mereka Tahu”. Lagu ini seperti sisi lain dari Bernadya. Ia sempat takut apabila pendengarnya tidak terima akan single yang baru saja dirilis. Namun ternyata responnya tidak seburuk yang dikira.

Dirilis pada 7 Mei 2024 lalu, single tersebut digadang-gadang menjadi lagu pembuka yang akan mengawali album baru Bernadya. 

Dalam single terbarunya ini, penyanyi kelahiran 2004 tersebut menggandeng Petra Sihombing untuk menjadi produser dari video klip “Kini Mereka Tahu”.

Music video “Kini Mereka Tahu” jauh dari kata heboh. Hanya ada wajah Bernadya yang sering terlihat murung di tengah ruangan minim pencahayaan. Bernadya seperti ingin memperlihatkan betapa tertekannya orang yang berpura-pura bahagia di tengah relasi toksiknya.

Lirik “Kini Mereka Tahu” juga sangat easy listening. Bahkan mungkin kita pernah memikirkan kalimat tersebut saat sedang galau. 

Didukung dengan alunan musik yang tenang, lagu ini sangat cocok didengarkan bagi kamu yang sedang merasa ramai dalam pikiran, tetapi sepi di sekitar.

Makna lagu “Kini Mereka Tahu” Bernadya

“Kini Mereka Tahu” bercerita tentang seseorang yang sedang terpuruk dalam sebuah hubungan. Ia sering membagikan hal-hal positif tentang pasangannya, meski itu berbeda dengan kejadian yang sebenarnya.

Ia berusaha menutupi sifat buruk pasangan, bahkan terkesan melebih-lebihkan cerita. Ia berusaha tetap baik-baik saja dan menunjukkan kebahagiaannya bersama pasangan. Padahal, kenyataannya berkata sebaliknya.

Di awal music video, Bernadya tampak sedang berbicara dengan orang-orang di sekitarnya. 

Seiring kamera menjauh, rupanya Bernadya hanya duduk di meja makan sendirian. Ia tampak senang ketika bercerita, setelah itu wajahnya kembali datar, hingga berakhir murung.

“Dari dulu kulebih-lebihkan semua, padahal yang kau lakukan tak seberapa. Agar seisi dunia tahu dan anggapku paling beruntung milikimu,” bunyi lirik di awal lagu.

Bernadya menempatkan diri sebagai seorang yang tersakiti dalam hubungan alias korban toxic relationship. Ia sering mengarang cerita tentang pasangannya, menunjukkan seolah semua nyata. Hal ini dilakukan agar orang lain tidak mengkhawatirkannya, apalagi sampai meminta untuk memutuskan hubungan.

Bernadya beralih ke sofa seiring dengan pencahayaan yang semakin meredup. Kamera semakin menjauh ketika Bernadya bernyanyi: “Sifat baikmu yang orang tahu, itu karanganku. Sifat aslimu yang hancurkanku, mereka tak tahu,”.

Lirik lagu semakin terdengar kompleks dan menyakitkan ketika memasuki reff. Begini bunyinya: “Dan bahkan setelah semua yang kau lakukan padaku, ku tetap bela kamu di depan teman-temanku. Dan mungkin saja bisa jadi bila kamu datang lagi, ku kan terimamu kembali.”

Sayangnya, hal serupa tidak dilakukan oleh pasangannya. Ia justru sibuk membersihkan nama agar tidak terdengar buruk di hadapan orang lain. Tak tanggung-tanggung, ia justru menyalahkan korban, mengarang cerita seolah korban adalah pelaku yang sebenarnya. Tindakan ini dilakukan semata-mata agar orang lain berada di pihak pelaku.

Sampai akhirnya korban muak dengan semua drama ini. Ia pun berkata: “Kalau suatu saat kucerita burukmu takkan kutambahkan bumbu apapun. Tak sama seperti saat kuceritakan baikmu. Yang sebagian besar tak benar begitu,”. 

Kalimat tersebut diucapkan berulang kali hingga musik berakhir. Dan mungkin juga hubungan toksik itu ikut berakhir. Jadi, apakah kamu merasa relate dengan lagu “Kini Semua Tahu” dari Bernadya?

Lirik lagu Kini Mereka Tahu - Bernadya

Padahal yang kau lakukan tak seberapa

Agar seisi dunia tahu

Dan anggapku paling beruntung

Milikimu

Kukarang cerita yang semula tak ada

Caraku sampaikan seolah semua nyata

Agar semuanya setuju

Dan yakin pada pilihanku

Memilihmu

Sifat baikmu yang orang tahu

Itu karanganku

Sifat aslimu yang hancurkanku

Mereka tak tahu

Dan bahkan setelah semua yang kau lakukan padaku

Kutetap bela kamu di depan teman-temanku

Dan mungkin saja bisa jadi bila kamu datang lagi

Ku kan terimamu kembali

Kudengar kamu sibuk ke sana kemari

Bersihkan namamu di mata orang lain

Kau cerita dari sisimu

Kau bilang tak semua salahmu

Berharap ada yang memihakmu

Sifat baikmu yang orang tahu

Itu karanganku

Sifat aslimu yang hancurkanku

Kini mereka tahu

Dan bahkan setelah semua yang kau lakukan padaku

Kutetap bela kamu di depan teman-temanku

Dan mungkin saja bisa jadi bila kamu datang lagi

Ku kan terimamu kembali

Kalau suatu saat kucerita burukmu

Takkan kutambahkan bumbu apapun

Tak sama seperti saat kuceritakan baikmu

Kalau suatu saat kucerita burukmu

Takkan kutambahkan bumbu apapun

Tak sama seperti saat kuceritakan baikmu

Kalau suatu saat kucerita burukmu

Takkan kutambahkan bumbu apapun

Tak sama seperti saat kuceritakan baikmu

Kalau suatu saat kucerita burukmu

Takkan kutambahkan bumbu apapun

Tak sama seperti saat kuceritakan baikmu

Yang sebagian besar tak benar begitu

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR