Manajemen Arema Bungkam Soal Kanjuruhan, Suporter Aremania Suarakan Boikot PSSI

22 Oktober 2022 08:33

Narasi TV

Sejumlah suporter sepak bola saat aksi solidaritas untuk suporter Arema di Bekasi, Jawa Barat, Senin (3/10/2022). Aksi tersebut sebagai aksi solidaritas dan bentuk keprihatinan atas tragedi kerusuhan sepakbola di Stadion Kanjuruhan Malang. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/hp.

Penulis: Agung Pratama S.

Editor: Akbar Wijaya

"Istilahnya [jangankan] membahas tentang sepak bola, buat nonton saja saya udah kehilangan gairah."

Sejumlah Aremania kecewa kepada manajemen Arema FC yang terkesan bungkam terkait tragedi Kanjuruhan. Manajemen dinilai tidak ada dalam satu barisan suporter yang menyuarakan pengusutan tuntas tragedi Kanjuruhan.

Kekecewaan itu akan diruapkan Aremania dengan memboikot segala bentuk kegiatan sepak bola yang diselenggarakan PSSI termasuk Arema FC, hingga rasa keadilan kepada para korban tragedi Kanjuruhan diberikan.

“Kalau aku sih dengan ketidaktegasan mereka keberpihakan pada siapa, kalau aku memilih kita sebaiknya memboikot semua kegiatan yang dinaungi federasi, termasuk Arema sendiri. Soalnya kita terlanjur kecewa,” kata Ivo salah seorang Aremania kepada Narasi, Jumat (22/10/2022).

Menurut Ivo sikap tidak tegas klub akan meningkatkan kesadaran suporter yang berhasil selamat bahwa klub tidak pernah berpihak ke mereka.

“Orang-orang yang masih selamat kayak saya dan teman-teman lainnya akan berpikir ‘klub saja meski banyak orang-orang yang meninggal cuma begini lho, tidak ada ketegasan’,” kata Ivo.

Suporter Bukan Sekadar Angka

Ivo mengatakan sikap tidak tegas dan jelas manajemen Arema FC atas tragedi Kanjuruhan membuat ratusan korban meninggal dan luka tak lebih dari sekadar angka.

“Akhirnya kita semua yang jadi korban hanya menjadi angka. Jadi sama saja,  tidak evaluasi yang berarti, nantinya suporter akan menjadi akan kambing hitam, yang akan dievaluasi besar-besaran suporter dan klub.”

Ivo mengingatkan manajemen Arema FC tidak sekadar menyelesaikan tanggung jawab terhadap korban sebatas pemberian materi, namun juga harus mendorong perbaikan sepak bola di tanah air.

“Kalau masalah bantuan itu kewajiban mereka. Tapi mereka tidak bisa lari dari tanggung jawab yang tidak cuma materi. Harus ada perubahan yang dikedepankan mereka,” katanya.

Kehilangan Gairan Menonton Sepak Bola

Mahardika Nanang Susilo atau akrab disapa John, seorang Aremania yang tergabung dalam Curva 10 Sud juga punya pendapat serupa.

Sebagai Aremania, Jonn merasa tragedi Kanjuruhan yang menelan ratusan korban telah menyisakan duka mendalam di hatinya. Ia mengaku kehilangan gairah untuk menonton lagi pertandingan sepak bola, termasuk laga Arema FC.

“Tentang tragedi yang di Kanjuruhan, buat saya sendiri, opini saya sendiri pribadi, buat istilahnya [jangankan] membahas tentang sepak bola, buat nonton saja saya udah kehilangan gairah,” ucap John.

John tak tahu sampai kapan perasaan semacam ini akan terus bersemayam di hatinya. Barangkali sampai pihak-pihak yang terlibat mempertanggung jawabkan perbuatannya dan perbaikan sepak bola tanah air benar-benar dilakukan.

“Gairah itu mungkin akan muncul lagi waktu yang jawab setelah semuanya istilahnya sudah diperbaiki.” tambahnya.

Arema dan Aremania Ibarat Bapak dan Anak

Menurut John relasi suporter dan klub tak cuma terjalin sepanjang 90 menit pertandingan. Suporter merupakan penyokong penting terhadap kemajuan dan capaian klub. Entah itu di dalam atau di luar stadion.

Dengan istilah yang emosional John mengibaratkan hubungan klub dan suporter ibarat bapak dan anak.

“Harapan saya untuk Arema, yang meninggal dan jadi korban itu suportermu. Mereka yang mendukungmu secara materiil dan moriil. Istilahnya, Arema ini bapaknya Aremania anaknya. Kalau anaknya terluka bapaknya harus bertanggung jawab,” kata John.

John meminta klub berada satu barisan dengan suporter untuk menyuarakan pengusutan tuntas tragedi Kanjuruhan.Karena bagi John jika hal ini terus dibiarkan tidak akan pernah selesai permasalahannya.

“Saya kecewa, ini yang jadi korban tidak satu, dua, tiga, empat, yang korban sudah ratusan. Seharusnya Arema [merasa] sebagai korban juga. Tim atau manajemen Arema sebagai korban harusnya berjuang bersama Aremania untuk usut tuntas masalah hukum.”

Menurut John pertanggungjawaban klub terhadap meninggalnya ratusan suporter Aremania dapat ditunjukkan dengan menyuarakan rekomendasi Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF), termasuk meminta mundur jajaran pengurus PSSI.

“Masalah PSSI [harus mundur] mereka punya hak votes kan Arema. Harusnya mereka juga menekan federasi harus tanggung jawab dengan tragedi ini, Ketua PSSI harus mundur,” ujar John.

Gaung Boikot di Media Sosial

Sejumlah akun suporter sepak bola tanah air juga menyuarakan pemboikotan terhadap berbagai kegiatan yang dilakukan PSSI maupun manajemen Arema FC.

"Boikot pertandingan, boikot untuk tidak beli merch Arema. Sampe Arema punya sikap sejalan dengan supporter," tulis akun Arema Melegenda.

Desakan memboikot kegiatan sepak bola di bawah PSSI juga digaungkan sejumlah akun dengan tagar #SUPORTERMELAWAN

ARTIKEL TERKAIT

TEKS

Jejak Teror Agus Sujatno Pelaku Bom Bunuh Diri Polsek Astanaanyar Bandung

TEKS

Mentan Sebut Impor Beras Saat Stok Aman Bukan Persoalan

TEKS

Polisi Selidiki Motor Biru Berstiker ISIS dengan Tulisan KUHP Hukum Syirik di Polsek Astananyar Bandung

TEKS

Fakta-Fakta Seputar Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar Kota Bandung

TEKS

Baru Pamer Penghargaan Swasembada, Kok Pemerintah Malah Impor Ratusan Ribu Ton Beras?

TEKS

Dari Kompor, Penanak Nasi, Sampai Motor, Mengapa Pemerintah Doyan Subsidi Barang-Barang Listrik?

VIDEO TERKAIT

13:11

Dokter TGIPF Kanjuruhan: Ada Senyawa Lain dalam Gas Air Mata

12:04

Mahfud MD: "Tim Investigasi Selalu Ompong"

19:07

Korban Perkosaan di Kemenkop UKM Mencari Keadilan

19:08

Kesaksian Dari Dekat Sekali Pada Batas Hidup Dan Mati di Kanjuruhan

14:08

Kasus Kanjuruhan Bikin Kepercayaan Publik terhadap Polri Merosot

24:15

Ada Apa dengan Polri? Dari Kasus Sambo, Kanjuruhan, Narkoba, Judi dan Dipanggil Jokowi

02:14

TGIPF: Proses Jatuhnya Korban Lebih Mengerikan daripada yang Beredar di Media

22:48

Momen-Momen Brutal Menjelang Kematian Massal

46:36

Bahas Tragedi Kanjuruhan, KDRT, dan Peretasan Narasi

14:32

Polisi Akui Lontarkan Gas Air Mata Kedaluwarsa dalam Peristiwa Kanjuruhan

NARASI ACADEMY

Content Production
Bikin Video Estetik Tanpa Modal Untuk Investasimu

Sumber penghasilan dari seorang content creator cukup menjanjikan lho, asal kamu harus konsisten untuk menciptakan konten kreatif yang berkualitas. Yuk investasi untuk jadi content creator profesional tanpa modal! Pelajari proses produksi konten secara menyeluruh, memberikan mood hingga menciptakan konten video agar terlihat lebih estetik.

Kelas Online
Content Production
Jadi Content Creator Nggak Pakai Repot

Belakangan ini, content creator menjadi salah satu profesi yang mengasyikan dan menjanjikan! Tapi, kamu harus punya mental yang kuat, memahami esensi, dan bersikap visioner dalam membuat konten. Pada kelas kali ini, Narasi Academy akan akan membantumu agar memiliki kemampuan tersebut, dengan dibimbing oleh narasumber profesional!

Kelas Online
Journalism
Cara Asyik Belajar Jurnalistik

Aksesibilitas informasi membuat semua orang berlomba-lomba menjadi seorang Jurnalis instan! Tapi, gimana ya caranya biar tetap kredibel, bertanggung jawab dan cekatan? Pelajari ilmu jurnalistik dengan cara yang asyik langsung dari pakarnya dengan mempelajari proses pembuatan berita mulai dari wawancara, pengolahan data hingga penyiaran!

Kelas Online
Journalism
Jurnalisme Investigasi Ala Narasi: Sajikan Fakta & Data

Saatnya ambil peran dengan menjadi pelopor berita investigatif dengan menyajikan informasi yang kredibel, informatif dan mendalam! Pelajari treatment khusus dalam mengemas serta melakukan kurasi berita dengan menyajikan fakta serta data dengan metode storytelling. Daftarkan dirimu di kelas “Jurnalisme Investigasi Ala Narasi: Sajikan Fakta & Data”.

Kelas Online
Content Production
Rahasia Storytelling Keren, Bikin Konten Makin Beken

Kamu adalah calon content creator professional! Kunci utamanya adalah, menyajikan cerita yang kuat dan mampu membangun emosi dengan audience. Karena itu, kamu harus belajar mengenai storytelling & copywriting untuk mengembangkan ide kreatif! Jangan lewatkan kesempatannya, segera daftarkan dirimu di kelas Narasi Academy kali ini.

Kelas Online
Journalism
KILAT (Kelas Intensif Ilmu Data & Jurnalistik)

Kamu bisa jadi inovator dalam menyebarkan berita yang berkualitas dan kredibel! Caranya dengan menjadi citizen journalism. Setelah mengetahui dasar-dasar ilmu jurnalistik, sekarang kamu mampu mengemas & memproduksi sebuah berita. Pentingnya penyampaian informasi serta mencari point of view yang tepat juga kamu pelajari di kelas kali ini.

Kelas Online

TERPOPULER

KOMENTAR

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya