Memakai Masker untuk Bergaya, Tren Terbaru Anak Muda Korea Selatan

6 Februari 2023 14:02 WIB

Narasi TV

Seorang pria menggunakan masker. Sumber: Freepik.

Penulis: Elok Nuri

Editor: Margareth Ratih. F

Saat ini pemakaian masker tidak lagi digunakan untuk mencegah penularan Covid-19. Masker sudah beralih fungsi menjadi ikon gaya, bahkan menjadi tren di kalangan anak muda Korea Selatan.

Kelonggaran pemakain masker di negeri gingseng sebenarnya sudah berlaku sejak Mei 2022. Meskipun demikian banyak anak muda yang masih menggunakannya. Mereka memiliki beragam alasan, termasuk yang cukup esensial yakni terhindar dari serangan virus.

Memakai masker karena tekanan sosial

Berdasarkan hasil survei yang digagas oleh Kamar Dagang dan Industri Korea (KCCI) yang dikutip dari korean-culture.org/id terbukti ada tiga dari empat orang Korea yang sebenarnya menginginkan peraturan bermasker di ruang tertutup dihilangkan.

40% di antaranya beralasan memulihkan haknya untuk bernafas. Meski begitu, di beberapa video yang tersebar di media sosial menggambarkan situasi di mana orang-orang  lebih nyaman menggunakan masker secara “sosial" bukan secara fisik.

Dari survei tersebut dapat disimpulkan bahwa alasan utama orang Korea Selatan memakai masker karena adanya tekanan sosial yang muncul saat semua orang menggunakan masker.

Ada banyak alasan lain juga yang melatarbelakangi mereka menggunakan masker, bahkan sebelum adanya virus pandemi Covid-19. Masker tipe KF 94 telah banyak digunakan untuk terhindar dari debu yang bertebaran. Saat ini alasannya juga karena cuaca dingin.

“Kebanyakan orang sekarang menggunakan masker karena dingin. Anda harus menutupi diri dari udara dingin sebisa mungkin,” kata salah satu penduduk kota Seoul, dikutip dari www.bbc.com

Selain itu muncul istilah populer di kalangan anak muda Korea, mahaeja, yang berarti korban masker. Kata ini muncul untuk menggambarkan seseorang yang dengan sengaja menyembunyikan penampilannya di balik masker.

Hadirnya tren “mask fishing”

Mask fishing istilah yang diambil dari kata catfishing yang berarti pemalsuan identitas seseorang terutama di ruang dating. Kali ini penipuannya menggunakan masker. Sehingga muncul istilah “magikkun” yang populer di kalangan orang muda Korea, yang artinya kebalikan dari “ mahaeja”, yakni, penipu.

Kata tersebut digunakan untuk menyebut penampilan bermasker seseorang adalah tipu muslihat, atau memiliki pemahaman bahwa seseorang lebih terlihat menarik saat menggunakan masker.

Tren mask fishing juga populer di media sosial TikTok. Banyak dari para penggunanya yang mengunggah video dengan menyertakan tagar #maskfising. Mereka adalah anak muda yang melakukan tantangan dengan tema “apakah saya mask fishing?”.

Saat diwawancarai BBC, Hanna Kim seorang model dan influencer asal Korea Selatan yang kini dinobatkan sebagai Miss Universe Korea 2022, menceritakan pengalamannya dalam mask fishing. Saat itu ia diajak berkencan dengan pria pengguna masker.

“Saya harus membuat keputusan sulit dan mengatakan ‘saya minta maaf tapi sepertinya ini tidak bisa berlanjut’,” kata Hanna Kim yang pada akhirnya merasa kecewa ketika pria yang ia kencani itu melepas maskernya.

“Saya dulu sering khawatir apakah orang akan berpikir muka saya ketika menggunakan masker dan tanpa masker akan terlihat beda. Walaupun alasan utama menggunakan masker tentu adalah mencegah Covid,” ungkap Hanna Kim.

“Ada banyak teman-temanku yang mengatakan mereka lebih nyaman menggunakan masker karena mereka tidak perlu merias wajah dengan makeup atau mereka bisa menyembunyikan masalah kulit,” tambahnya lagi.

Sehingga banyak aplikasi dating Korea yang melarang penggunanya mengunggah foto bermasker, karena mereka sering menerima banyak keluhan tentang wajah orang terlihat berbeda antara foto dan aslinya.

Sooyeun Park melalui video-video TikToknya sering membuat lelucon perihal penggunaan masker yang kini semakin populer di kalangan anak muda Korea.

“Karena anak-anak sudah memakai masker sejak usia dini dan lama sekali, beberapa tidak merasa nyaman untuk menunjukkan ‘wajah asli mereka‘. Terutama mereka yang pernah disebut-sebut oleh orang lain sebagai ‘magikkun’. Mereka tidak mau melepas masker,“ kata dia.

“Karena kita hidup dalam masyarakat yang sangat peduli dengan penampilan, saya pikir anak-anak terpengaruh oleh pandangan itu,” jelas Sooyeun Park.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR